MBA (Married By Accident)

MBA (Married By Accident)
Anak dan ibu dari anaknya



Kanaya merebahkan dirinya di atas ranjang, hari memang masih siang, tapi tubuhnya rasanya lelah sekali. Hari ini dirinya tidak menyangka jika akan bertemu dengan Arfin, pria yang sudah membuatnya hamil lebih dulu tanpa ada ikatan apapun.


Melihat Arfin seperti itu entah kenapa ada sesuatu yang membuat perasaan menjadi tak menentu, tapi Kanaya menepis perasaan itu, mungkin saja itu hanya hormon kehamilannya yang sedikit sensitif, padahal sebelum-sebelumnya Kanaya tidak pernah merasakan sesuatu seperti bertemu Arfin hari ini.


Waktu menunjukan pukul dua siang, Kanaya memilih memejamkan matanya untuk istrirahat sejenak, pesanan kue sudah selesai kloter untuk sore juga tidak ada, dan memilih untuk istrirahat saja.


Sepanjang jalan bibir Arfin tidak pernah luntur, pria itu terus menarik sudut bibirnya menunjukkan senyum simpul, hari ini adalah hari yang tidak pernah dirinya duga jika akan bertemu dengan wanita yang dia cari. Dan benar saja Kanaya memang sedang hamil anaknya.


Ingin sekali dirinya membawa Kanaya pulang bersamanya, karena di sana wanita yang mengandung darah dagingnya itu hanya tinggal sendiri. Tapi setelah mendengar ucapan Kanaya ada benarnya juga.


"Kita tidak ada ikatan apapun, lagi pula disini aku baik-baik saja. Dan aku yakin kamu pun juga tidak akan nyaman jika membawaku bersamamu."


Ucapan Kanaya memang benar, Arfin belum menyiapkan apapun jika Kanaya ikut dengannya, setelah ini pasti dirinya akan meminta kedua orang tuanya untuk melamarkan Kanaya untuknya.


"Baiklah, aku akan menunggumu untuk tinggal bersama ku." Ucapnya dengan senyum mengembang cerah.


Rasanya Arfin kembali hidup lebih fresh dari sebelumnya, apalagi melihat perut menonjol Kanaya yang selalu mengusik pikirannya, pasti wanita itu semakin seksi dengan perutnya yang buncit, dan otak nya tiba-tiba membayangkan jika Kanaya duduk di atas pusat lobak impornya dengan gerakan naik turun.


"Emh.."Arfin menggelengkan kepalanya, pria itu merutuki otaknya yang omesh.


.


.


Sore hari Kanaya bangun, wanita itu langsung membersihkan diri saat melihat jam di dinding. Sudah pukul 4 sore, itu berarti tidurnya sangatlah lama sekali.


Rasanya dirinya tidak pernah tidur nyenyak begini.


Tok... Tok..Tok...


Pintu rumah di ketuk, saat dirinya baru saja keluar dari kamar mandi, Kanaya sudah memakai dress tanpa tangan, dan sebuah handuk melilit di kepalnya.


"Sebentar!" Kanaya berseru saat ketukan pintu tidak mau berhenti, dan biasanya jika seperti itu adalah Susi.


"Ada apa Su-" Suara Kanaya menghilang di udara saat yang dia lihat bukanlah Susi yang dia kira.


Kanaya mengerjapkan kedua matanya beberapa kali, apalagi melihat Arfin yang sedang memegang sesuatu.


"Untuk wanita yang sudah mengandung calon anak ku." Ucap Arfin sambil menyodorkan buket bunga yang lumayan besar.


"Eh, ini-"


"Biar aku saja yang bawa, nanti kamu kesusahan." Kata Arfin tanpa tahu malu.


Pria itu langsung masuk tanpa disuruh, membuat Kanaya merapat di pintu agar tidak bertabrakan.


Arfin menaruh buket bunga yang dia bawa diatas meja makan, dan pria tanpa sopan santun itu langsung duduk di sana.


"Kenapa duduk disini?" Ucap Kanaya ketus.


Dirinya merasa kesal karena Arfin datang seenaknya.


"Mau minta makan. Aku lapar baru pulang cari nafkah anak dan calon istri." Katanya dengan bibir tertarik memperlihatkan senyum menyebalkan bagi Kanaya.


"Restoran di luar banyak, kenapa malah ke sini." Kanaya berlaku pergi melewati Arfin duduk, tapi belum sempat menjauh tangannya sudah ditarik Arfin membuat tubuhnya terhuyung dan duduk dipangkuan Arfin.


"Karena aku pengen pulang kesini, menemui anakku dan ibu dari anak ku." Arfin mendekatkan wajahnya pada Kanaya, menghirup aroma wangi yang berasal dari tubuh Kanaya setelah mandi.


Kanaya menelan ludah saat tatapan keduanya bertemu, wajah Arfin begitu dekat dengan wajahnya, dan bahkan hembusan napas hangat Arfin terasa dipermukaan wajahnya.


"Aku harap kamu mengerti." Bisik Arfin di samping telinga Kanaya yang tampak diam dengan tubuh yang tiba-tiba terasa kaku.


...MARHABAN YA RAMADHAN 🙏🙏 ...


...SELAMAT MENJALANKAN IBADAH PUASA PEMBACA ONLINE MAK OTOR 😘😘 ...


...SEMOGA DIBERIKAN KELANCARAN UNTUK MENJALANKAN IBADAH..🙏🙏...