Mars Vs Venus

Mars Vs Venus
MARS VS VENUS 09



Keesokkan harinya, bertempatan pada hari Minggu di jam 08.55 wib. Mars mendatangi sebuah panti asuhan. Panti asuhan itu adalah panti tempat tinggal Kejora atau biasa di panggil Rara.


Mars menjemput Rara dan mengajak nya kesebuah cafe milik sepupunya.


"Mars"panggil Rara.


"Iya Ra?"


"Apa Mars yakin Rara bakal di terima di sana?" tanya Rara.


"Yakin seratus persen Ra!" jawab Mars mantap.


"Mudah-mudahan aja yaa" Rara meremas ujung dres nya karena gugup.


Sesampainya di cafe Mars langsung mengajak Rara duduk untuk menunggu sepupunya. Sepupu Mars bernama Lintang Utara Bagaskara. Biasa di panggil Tara. Tara adalah anak dari kakak kandung ayah Mars.


Dan beruntung'nya Rara di terima di cafe itu walau hanya sebagai pelayan biasa dan bisa memulai kerja besok sehabis sekolah.


...------------...


Sedangkan di tempat berbeda waktu yang sama Venus berencana akan pergi jalan-jalan, dan akan makan di cafe langganan nya. Tak lupa juga Venus mengajak Naina sebagai best friend forever nya.


"Ve lo ngga lari?" tanya Naina


"Ngga mood, gue lagi pengen jalan-jalan aja sama lo" balas Venus.


"Mo kemana nih kita?" tanya Naina yang masih fokus menyetir.


"Makan dulu yok! di cafe biasa" ajak Venus.


"Ayo atuh.. gue mah manut aja ma inces" ledek Naina.


Sesampainya di cafe yang di maksud Venus dan Naina langsung duduk dan memanggil pelayan. Sesaat kemudian pelayan membawa pesanan mereka.


"Nai! gue toilet dulu yaa" pamit Venus.


"Iyaa jan lama-lama Lo!" Naina mengingatkan.


Setelah berpamitan Venus langsung ngacir ke toilet wanita.


"Uhh lega nyaa" ucap Venus setelah mmbuang air kecil lalu keluar bilik.


Venus bercermin dan tersenyum melihat dirinya sendiri "Ehh ternyata gue cantik yaa, ahh jadi malu gue" Venus ngomong sendiri seperti orang gila tapi cantik.


"Sudah lah gila gue kalo muji diri sendiri gini" Venus keluar dari toilet.


Namun sesaat setelah keluar toilet mata Venus langsung tertuju pada pemandangan yang menyakitkan hatinya.


Di sebelah sana, Mars duduk berdua bersama Rara sambil tertawa bahagia. Seakan-akan menunjukkan bahwa mereka sedang sangat berbahagia.


Tak terasa air mata Venus mengalir tanpa aba-aba.


"Ha-ha-ha pantesan ngga datang tadi, pacaran di sini ternyata!" Venus mentertawakan diri nya sendiri.


"Dahlah ngga guna! nih lagi mata ngapain nangis sih rese banget" ucap Venus menghapus kasar air matanya.


Tanpa di duga saat sedang sibuk menghapus air matanya, ada sebuah tangan yang terulur sambil memegang sebuah sapu tangan.


"Jangan nunduk princess nanti mahkota mu terjatuh" ucap orang itu.


Venus menaikan kepalanya.


"Kamu?"


"Nih ambil"


"Ngaa usah makasih"


"Nangisin apaan?"


"Kelilipan tadi"


"Dia ngga pantas kamu tangisin"


"Apaan sih! aku ngga nangisin dia Meteor!"


Iyaa orang itu Meteor Abimanyu Mawarsam. Yang kemarin nolongin Venus di taman.


"Lama amat sih Ve!" marah Naina.


"Ini tadi ketemu sama temen" Venus menunjuk Meteor. "Kenal'in Nai dia Meteor Abimanyu Mawarsam yang pernah gue ceritain sama lo waktu itu"


"Hai.. Meteor nice to meet you" sapa Meteor mengulurkan tangannya.


Naina menjabat tangan Meteor "Naina nice to meet you too Meteor"


...-------------...


Siang ini di sekolah Mars dan Venus di panggil ke ruang kepala sekolah.


"Ekhem" pak Danang berdehem untuk memulai pembicaraan. "Saya rasa kalian paham kenapa saya memanggil kalian kesini kan?" tanya pak Danang.


"Jadi keputusan'nya apa pak?"tanya Venus mulai penasaran.


"Sebelumnya saya ingin berterima kasih pada kalian berdua, terutama kamu Venus. Terimakasih karena kalian sudah mau mendaftar untuk lomba itu. Tapi sayang sekali, salah satu dari kalian harus tereliminasi dan hanya satu yang akan masuk. Huh... dengan berat hati saya ucapkan maaf pada kamu Venus. Kamu gagal!" jelas Pak Danang panjang lebar.


"Loh pak kok bisa? saya sudah berusaha semaksimal mungkin pak. Jadi kenapa saya gagal? Apa ada yang kurang dari persiapan saya pak?" Venus mencerca pak Danang dengan banyak pertanyaan.


Pak Danang menaikkan kedua tangannya pertanda meminta Venus berhenti.


"Saya juga kurang paham Venus. Saya sudah mempertahankan kamu di sana agar bisa mewakili sekolah kita. Namun kamu kalah cepat dengan Mars, dia yang duluan mendaftar dan langsung di setujui oleh seluruh panitia.


"Ngga bisa gitu dong pak! Saya yang duluan mendaftar pak. Kenapa jadi dia yang terdaftar? ini namanya ngga adil pak!" Venus emosi.


"Saya sudah berusaha Venus. Sekali lagi maaf kamu tak terpilih" ucap Pak Danang tenang. "Dan untuk kamu Mars Persiapan kan diri sebaik mungkin. Karena sekolah berharap banyak sama kamu paham?!" tegas Pak Danang.


Venus yang kecewa langsung berdiri dan meninggalkan tempat itu.


"Kalau gitu saya permisi pak" pamit Venus sopan yang hanya di balas anggukan kepala Pak Danang.


"Saya sangat berterima kasih pada bapak. Inshaallah saya akan berjuang semaksimal mungkin agar sekolah kita menang pak!" ucap Mars semangat.


"Baik kalau begitu kamu boleh keluar. Dan selamat untuk kamu" Pak Danang mempersilahkan Mars keluar ruangan nya.


...------------...


Mars keluar dari ruang kepala sekolah langsung mencari Venus. Ia tau bagaimana perjuangan Venus agar bisa lulus seleksi ini. Tapi mau bagaimana lagi kalau takdir tak memihak Venus (Cielah berat banget omongan Ika ha-ha-ha)


Mars berjalan perlahan mendekati Venus yang sedang menangis.


Venus yang sudah merasa kalau ada orang yang mendekatinya dan sudah mengetahui siapa orang nya langsung emosi.


"Puas Lo?" marah Venus. "Puas kan Lo! bisa ngga si Mars Lo tu ngalah sekaliiii aja sama gue?"


Mars sangat kesal saat mendengar perkataan Venus.


Apa? sekali katanya? sekali apaan lagi Ve! gue udah sering banget ngalah sama lo' batin Mars.


"Sorry Ve!" singkat Mars.


"Sekarang lo mau apa?" tanya Venus yang mengingat pertaruhan mereka.


"Apa masih berlaku?"


"Hmm" Mars tersenyum mendengar Jawaban Venus.


"Lo. Jadi. Pacar. Gue" ucap Mars


"APA?"


~


~


~


Alhamdulillah guyss part ini selese juga. Ika pusing banget mikir ceritanya. Udah berulang-ulang ngetik terus hapus lagi. ngetik hapus lagi karena ngeliat viewers nya ngga nambah. ehhh pas buka naskah lagi tau-tau nya viewers nambah dan langsung membangkitkan semangat Ika buat ngetik lagi guys.


Makasih banget yaa guys udah baca cerita gajenya Ika)


Lanjut............