
Malam ini jam enam tiga puluh Mars sudah nangkring di depan rumah Venus. Sesuai perjanjian mereka akan dinner malam ini. (Avv romantis nya)
Mars yang mulai jenuh menunggu Venus yang tak kunjung keluar hanya bisa bersabar dan memainkan handphone nya.
Tiga puluh menit kemudian.......
Venus sudah turun dari lantai atas rumahnya. Ia melihat Mars yang sudah duduk di ruang tamu dengan ponsel miring andalannya, itu pertanda Mars sedang bermain game online. Merasa tak kehadirannya tak di hiraukan. Akhirnya Venus berdehem untuk mendapatkan perhatian
"Ekhemm"
Seperti yang tadi dipikirkan nya, Venus langsung mendapat tatapan dari Mars yang sudah melepaskan handphone nya.
"Jadi pergi" Venus bertanya dengan nada sedikit malu. Malu? iya malu karena sebelumnya Venus tak pernah berdandan. Sedangkan malam ini ia rela duduk di depan cermin sejak satu jam yang lalu hanya untuk hasil yang maksimal di depan seorang Mars Putra Bagaskara yang sudah diklaim sebagai musuh bebuyutan nya sejak dulu.
"Emm, iya iya jadi" Mars gugup saat melihat Venus yang hari ini sangat cantik menurutnya.
"Udah lama ya?" tanya Venus.
"Ha?" Mars yang masih cengo akibat melihat kecantikan Venus hanya bisa menjawab asal pertanyaan Venus.
"Kamu udah lama nunggu akunya?" ulang Venus.
"Ohh itu ngga kok ngga. Baru sekitar empat puluh lima menitan lah hehe" jawab Mars setelah menghitung menit pada jam tangannya.
"Itu lama ogeb" maki Venus yang jengah melihat kegobl*kan Mars.
"Ya udah ayo" ajak Venus.
......------------------......
Lima belas menit perjalanan sampailah mereka di sebuah restoran yang cukup sepi pengunjung. Bukan, bukan sepi pengunjung tapi memang tidak ada pengunjung saat ini. Entah kalau nanti.
"Eee Mars ini kita ngga salah masuk restoran kan?" Venus bertanya.
"Enggaklah emang kenapa" Mars balik bertanya.
"Kok restonya sepi gini, udah tutup kali yaa" ucap Venus dengan ekspresi polosnya.
Mars terkekeh mendengar jawaban Venus. "Nggaklah, ini emang sepi. Ehh bukan sepi emang udah di tutup buat pengunjung lain" jawab Mars santai.
"Loh kok gitu sih?" Venus masih belum paham.
"Iya lah sayang. Restoran ini udah aku booking buat kita dinner" jelas Mars.
'WHAT! gila ini mah..... resto Segede ini dia booking cuma buat dinner bareng gue? gila, gila, gila' batin Venus.
"Apa? kamu booking restoran ini cuma buat dinner? itu pemborosan Mars. Kita cuma makan disini bentar, sayang tau uangnya lebih baik uangnya kamu kasihin ke panti asuhan atau panti jompo itu lebihan bermanfaat Mars" Mars hanya tersenyum mendengar ocehan Venus tentang uang.
Bagi Mars membooking restoran ini bukanlah hal sulit. Apalagi ini untuk Venusnya, gadisnya, kekasihnya.
"Ngga papa sekali-kali" jawab Mars singkat.
(Ika nyolong di google yaa guys)
"Mars... ini bangus banget hiks hiks" ucap Venus terharu Melihat pemandangan itu.
"Loh kok nangis sih?" tanya Mars yang melihat Venus menangis.
"A-aku te-terharu" Isak Venus.
Mars tersenyum melihat hal itu lalu memeluk dan mengelus puncak kepala Venus dengan penuh kasih sayang. lima belas menit dalam posisi yang saling memeluk akhirnya mars mengurai pelukan mereka.
"Ini ngga mau lepas yaa?" gurau Mars.
Venus yang mendengar gurau Mars langsung mendorong pelan dada Mars yang tepat di depannya tadi. Lalu Venus membalikkan badannya melihat ke arah pemandangan malam yang indah dari atas sana, mengabaikan Mars yang masih menatapnya dengan penuh damba.
Mars yang masih tak dihiraukan langsung menggapai buket bunga yang memang sudah di siapkan di sana. Lalu berjalan mendekati Venus yang masih tersenyum menatap kelap-kelip lampu ibukota dari atas.
"Ve" Mars memanggil Venus dengan lirih.
Venus yang mendengarnya membalikkan badan dan melihat ke arah Mars.
"Aku tau kamu benci sama aku. Tapi jujur Ve aku ngga pernah membalas kebencian kamu terhadap aku. Aku tau kadang sikap aku membuat kamu kesal, marah, bahkan bisa di bilang kamu benci dengan sikap aku sama kamu. Tapi percayalah Ve, semua sikap yang aku lakukan sama kamu itu adalah bentuk kepedulian aku ke kamu. Aku sadar kalo semua yang aku lakukan itu semua nya salah. Tapi itu semua aku lakukan karena benar-benar ingin mendapatkan perhatian khusus dari kamu. Dari sejak kecil aku selalu memperhatikan kamu dari jauh sampai pada akhirnya aku baru berani mengganggu kamu agar kamu melihat ke arah aku Ve." jelas Mars panjang lebar.
Venus hanya berdiam diri di posisi yang sama. Ia tak bisa berkata-kata melihat Mars yang sedang berdiri dengan sebuket bunga mawar putih kesukaan Venus.
"Aku selalu ngikutin kamu, selalu cari tau semua tentangku, selalu membuat seolah-olah aku itu saingan kamu" lanjut Mars. Namun hanya di balas dengan tatapan datar oleh Venus.
"Kenapa?" tanya Venus.
"Because i love you" jawab Mars mantap.
Deg....
Jantung Mars dan Venus sama-sama berdetak dengan kencang. Venus yang terkejut segera menetralkan ekspresi nya.
"Berarti kamu kalah" ucap Venus menampilkan senyum manis nya.
"Ya aku kalah" Mars baru ingat perjanjian mereka. Ini belum lima bulan, baru satu bulan tapi Mars sudah kalah.
~
~
~
gimana gimana? ngegantung yaaa hehe