Mars Vs Venus

Mars Vs Venus
MARS VS VENUS 050



Setelah pulang dari jalan-jalan santai. Mereka bersiap untuk pergi ke rumah bunda. Sesuai perintah sang nyonya. Yaa seperti itu Mars. Ia terlalu memanjakan Venus, dan tentu Venus menyukai itu.


"Sayang udah siap?" tanya Mars yang telah rapi dan tampan tentunya.


Venus menatap Mars sebentar, lalu kembali berbaring di kasur. "Udah. Tapi males jalan ih!" ujar Venus kesal. Iya kesal, kesal dengan dirinya sendiri.


"Kalo males sini deh aku gendong aja nggak papa," tawar Mars.


"Ck. Aku tau diri kali mas. Berat loh aku, masa kamu gendong," Venus merasa tak enak hati pada Mars.


"Nggak papa, ayo. Selagi kamu lagi hamil. Jadinya aku bisa ngerasain gendong kalian berempat. Kalo udah lahir mah mana bisa kan?" jelas Mars.


"Tapi berat hiks. Aku gendutan lho" mood Venus yang naik turun membuat Mars sudah terbiasa. Tak mempermasalahkan nya lagi.


"Sayang. Wajar kalau kamu emm.. sedikit--"


"Bukan sedikit mas! Aku udah naik 15 kg lho. Melar hiks," Venus merengek.


Mars menggaruk kepalanya yang tak gatal. Bingung sudah harus apa. "Emm, sayang. Kamu gini itu karena lagi hamil. Bukan cuma satu, tapi tiga. Kamu wanita hebat sayang. Dengan badan kamu yang lumayan membesar ini, seharusnya kamu bangga. Kamu bisa melahirkan tiga anak aku sayang. Nggak boleh malu yaa," ucap Mars mematahkan pendapat Venus tentang badannya.


Bagi Mars, Venus hamil malah menambah kesan cantik dan seksinya. Dengan wajah yang baby face, jika perut Venus di tutup maka orang beranggapan bahwa Venus masih anak SMA.


"Ubah kata insecure menjadi bersyukur. Bersyukur karena kamu wanita hebat," Mars memciumi seluruh wajah Venus.


"Udah yuk aku gendong. Otw rumah bunda," Mars merentangkan kedua tangannya.


"Ga usah, aku jalan aja. Tapi tuntun yaa ntar jatoh," tolak Venus.


...***...


Selama di perjalanan mood Venus sudah membaik. Seperti ini contohnya, Venus bernyanyi riang mengiringi musik dari radio. Mars pun merasa senang.


"Jangan teriak sayang, nanti tenggorokan kamu sakit, kasian ntar dedek-dedek-nya,"


"Senang lho aku mas. Makanya nyanyi. Moga aja besok anak aku--"


"Anak kita!" bantah Mars.


"Mirip aku?"


"Bukan. tapi mirip sama--"


"Sama siapa? Kamu selingkuh sayang?" lagi-lagi Mars memotong ucapan Venus. Tentunya hal itu membuat Venus meradang.


"Bukan ihh. Kamu mah, aku ngomong di potong terus ih,"


"Yaa kamu. Masa anak kita nggak boleh mirip aku. Itu anak benih dari aku jan lupa," kesal Mars. "Terus kamu maunya anak kita mirip siapa?" sambung Mars.


"Mirip Haruto mas,"


"Apa? Naruto? Sejak kapan kamu jadi wibu Ve?"


"Astaghfirullah. Haruto mas! Haruto. Bukan Naruto. Itu lho member Treasure, ganteng banget mas. Jadi suka deh. Andai dia seusia aku mas pengen aku--"


"Pengen kamu apain ha?" Mars melotot.


"Jadiin selingkuhan hehe. Abisnya ganteng sih," ujar Venus malu-malu.


"Gilaa seganteng apa sih tuh Naruto. Sampe-sampe bini gue kek nya suka banget. Mana pake acara malu-malu lagi," batin Mars.


"Emang umurnya berapa," kepo Mars.


"Emm 17 tahun. Sama kek umurnya Ika,"


"Kemudaan itu buat kamu mah. Udah buat Ika aja kan sama tuh umurnya. Ingat sayang kamu udah 21 tahun, bentar lagi jadi emak-emak"


"Heh! Emak-emak apaan. Masih muda aku tuh. Termasuk ke dalam golongan MahMud (Mamah Muda) dan MaCan (Mama Cantik) bukan emak-emak," bantah Venus.


"Mama Cantik apaan. Yang ada besok mah MahCe (Mama Cerewet)," Gumam Mars.


"Kamu ngatain aku cerewet?" tanya Venus. "Mau berapa hari bobo di depan tv sayang? hmm,"


"Maati gue. Alamat bobo sendiri lagi ini mah" batin Mars.