Mars Vs Venus

Mars Vs Venus
MARS VS VENUS 017



Safana makan Tutut.


Tututnya habis tiga.


Sudah ayo kita lanjut.


Lanjut untuk bercerita.


Cielah Ika bikin pantun bersajak Ab-Ab pintar yaaa hehe. Ngga tau mo basa-basi apa kali ini. Tapi kali ini Ika akan nulis quotes disini.


...Cintaku padamu bagaikan kuku. Yang akan terus-menerus tumbuh meski kau memotongnya....


Ngebucin bentar sebelum Mars yang bucin, oke dahh ayo lanjut baca.


...Happy reading ♥️...


Sepulangnya dari cafe milik Tara, Mars berniat mengantarkan Venus pulang.


"Ayo Ve. Pulang sama aku" ajak Mars.


Venus mendengar tapi tak melihat Mars karena sibuk mencari sesuatu di dalam tas sandang miliknya.


"Cari apa" tanya Mars.


"Kunci rumah aku. Hari ini bi Sari pulang kampung, bunda juga ada acara di luar sama ayah. Jadi aku bawa kunci rumah, tapi ngga ada" ucap Venus risau.


"Coba ingat-ingat lagi. Mungkin kamu lupa" suruh Mars.


Venus pun mencari-cari kuncinya namun tetap tak ketemu. Venus menghentikan pencariannya dan memijat keningnya berfikir.


"Ahh aku ingat" teriak Venus mengagetkan Mars.


"Dimana?"


"Kayaknya ketinggalan di loker" jawab Venus lesu. "Kamu pulang duluan aja aku mau balik ke sekolah lagi" imbuh Venus.


"Ngga. Ngga ada cerita pulang sendiri, aku antar kamu ke sekolah abis itu kita pulang bareng" tegas Mars.


Venus pun tersenyum dan mengangguk setuju.


...-----------...


Di sekolah ternyata acara sudah selesai tetapi siswa SMA Dermaga dan mahasiswa Dermaga masih banyak berkeliaran disekitar sekolah.


"Aku antar ke loker?" tanya Mars setelah memberhentikan mobilnya di parkiran SMA.


"Ngga usah aku sendiri aja. Tapi kamu tunggu disini jangan tinggalin aku" ingat Venus.


"Tenang aja aku ngga bakal ninggalin kamu kok. Aku selalu ada buat kamu kok, kan aku cinta kamu" ucap Mars menggoda Venus.


Venus yang di goda hanya bisa terkekeh geli dan segera turun dari mobil berlari ke lokernya.


Di loker Venus langsung mencari dan akhirnya ketemu. Venus segera berbalik akan tetapi Venus di kejutkan dengan kehadiran seseorang yang ia kenal.


"Hai" sapa orang itu.


"Emm hai" jawab Venus ragu. "Kamu kok ada disini?" tanyanya.


"Iya kan lagi acara tahunan" jawab orang itu.


"Loh kamu kuliah di.." sebelum selesai bicara Venus sudah di potong oleh orang itu.


"Iya aku kuliah di universitas Dermaga" ucapnya sambil tersenyum.


"Ihh Mete aku belum selesai ngomong malah di potong" ragu Venus pada orang itu. yang tak lain adalah Meteor Abimanyu Mawarsam.


Meteor terkekeh dan mengacak rambut Venus lembut.


"Biasa aja haha" ucap Venus tersipu.


"Beneran loh aku liatin kamu tadi keren deh, jadi suka" ucap Meteor mengecilkan suaranya di akhir kata.


Venus yang mendengar samar hanya terbengong. "Ngomong apa tadi?" tanya Venus memastikan.


"Ahh ngga ngomong apa-apa kok" jawabnya "Ayo kita ke kantin aku traktir" ajak Meteor.


Venus sudah melupakan Mars yang sedang menunggu nya di parkiran sekolah pun meng-iya-kan ajakan Meteor.


'Kapan lagi kan gue makan bareng cogan kampus' batin Venus.


Merekapun menuju kantin berdua. Banyak yang menatap mereka dengan berbagai tatapan. Ada tatapan yang tidak suka, ada yang merasa mereka cocok dan ada yang itu melihat mereka berdua.


Namun kebanyakan anak SMA Dermaga melihat dengan tatapn yang tidak suka. Karena mereka semua tau bahwa Venus adalah pacar dari Mars. Dan mereka pun ada yang melihat Mars yang sedang menunggu Venus di parkiran.


"Ihh liat tuh si Venus, bukannya Mars udah nungguin dia di parkiran yaa? kok malah makan sama anak kampus sih, dasar ganjen" ucap salah satu siswa SMA yang melihat Venus dan Meteor berdua.


"Iya-ya gue tadi juga liat kalo ada mobil Mars di parkiran. Tadi kan mereka bareng anak Padu band yang lain makan bareng" imbuh siswa lainnya.


Meteor yang mendengarnya hanya diam saja.


'Jadi bener cowo yang tadi itu pacar nya Venus. Tanya ngga yaa? Ehh tapi kalo gue tanya pasti dia bakalan ingat kalo cowo itu udah nungguin dia. Ahh diam'in aja lah' gumam Meteor dalam hatinya.


"Mau mesen apa Ve?" tawar Meteor.


"Emm aku batagor aja kak sama teh hijau" jawab Venus.


"Yaudah aku pesen dulu yaa" Venus pun mengangguk setuju.


Venus yang merasa di tatap aneh teman-teman nya hanya diam karena merasa ia tak ada salah.


"Mereka ngapain sih liatin gue gitu banget? iri kali yaa" Venus bermonolog "Ehh tapi kayaknya ada yang tinggal deh., tapi apaan yaa?" lanjutnya.


Tak mau berpikir panjang Venus tak menghiraukan pikirannya tadi. Tak lama kemudian Meteor datang dengan pesanan mereka. .ereka pun makan dengan sedikit bercanda dan tertawa berdua membuat siswa Dermaga kesal melihatnya.


Sedangkan di parkiran Mars yang masih menunggu Venus pun sudah kesal sebab sejak tiga puluh menit yang lalu Venus tak kunjung kembali. Menurutnya kalau hanya menggambil kunci di loker tidak akan memakan waktu lebih dari sepuluh menit. Merasa kesal Mars memutuskan untuk mencari Venus ke dalam sekolah.


"Mana sih Venus lama banget ke loker doang juga" gerutu Mars yang terus berjalan menuju loker.


Tapi saat di loker Venus tak ada dan itu membuat Mars khawatir. Pasalnya disini masih banyak mahasiswa Dermaga yang masih berkeliaran. Mars segera mencari Venus keliling sekolah hingga ke atap sekolah. Tapi Venus tak kunjung ketemu. Akhirnya karena haus Mars pun menuju kantin.


Sesampainya di kantin Mars langsung disuguhkan dengan pemandangan yang membuat hatinya sakit. Mars terus menatap Venus yang sedang bersenda gurau dengan seorang pria yang pernah ia temui nya di taman saat itu. Tak terasa Mars mengepalkan tangannya rahangnya mengeras pertanda ia marah.


Venus yang sedang tertawa bersama Meteor tanpa sengaja menatap ke arah pintu masuk kantin. Seketika tawa Venus meredam karena meliaht Mars yang menatapnya penuh amarah.


Meteor yang menyadari itu langsung merangkul mesra Venus. Seakan-akan sengaja membuat panas Mars yang menatapnya tajam penuh kebencian.


"Kak lepasin ngga enak di liat orang" Venus merasa risih di rangkul Meteor.


"Ngga papa lah kan mereka dari tadi udah liat kita sama-sama" sanggah Meteor yang menatap Mars menantang.


'Apa sebegitu ngga berartinya aku buat kamu Ve. Sampe kamu tega biar'in cowo lain ngerangkul kamu tepat di depan mata aku. Sepertinya memang kamu ngga bakal bisa menerima aku. Mungkin hanya sebatas ini perjuangan aku buat kamu' batin Mars.


Mars segera berlalu dari kantin. Sakit. Itu satu kata yang dapat menggambarkan kondisi hati Mars saat ini. Sakit melihat orang yang kita cinta tampak bahagia namun bukan bersama kita.


~


~


~


Yesss hancur hati Mars. Ehh btw ini lebih seribu kata juga yaa kalo ngga percaya hitung sendiri👌🤣