
Setelah menemui Rara di cafe Lintang. Mars terus memikirkan ucapan Rara. Apa yang harus ia lakukan dan apa yang harus ia pilih.
"Kalo gue ikutin kata Rara, belum tentu nanti Venus masih mau sama gue" Mars menatap dirinya di cermin besar yang ada di kamarnya.
"ARGHHH" Mars memukul cermin itu hingga tangannya terluka dan penuh darah.
"Ya Tuhan Mars! kamu kenapa?" Stela terkejut saat mendengar suara gaduh di kamar Mars. Dan tanpa pikir panjang Stela masuk.
Darah tangan Mars menetes mengotori lantai kamarnya. Bahkan di tangannya masih terdapat serpihan kaca yang bersarang di sana. Sakit? bisa jadi, tapi Mars seakan mati rasa.
Stela berlari keluar kamar Mars menuju ruang tamu. Ia segera mengambil kotak p3k dan kembali berlari ke kamar Mars.
"Sini Mars tangannya biar aku obati" ucap Stela lembut.
Mars menatap Stela sebentar, entah mengapa dimatanya Stela berubah menjadi Venus. Dengan perlahan Mars memberikan tangannya pada Stela.
"Kamu kenapa? kok tangannya bisa gini? kamu ada masalah?" Stela terus bertanya pada Mars yang masih menatap lekat wajahnya. Tanpa ia sadari wajahnya sudah memerah malu.
"Aku rindu kamu hiks" Stela terpaku mendengar isakan Mars. 'Rindu? bukannya kita tinggal satu rumah, kok Mars rindu aku?' batin Stela.
"Hiks.. hiks.. kamu tega sama aku Ve hiks.. kamu...kamu lupain perjuangan aku. Aku nggak bisa gini terus Ve. Maaf hiks kalau mama aku hiks buat kamu sedih karena perjodohan aku dengan Stela hiks.. aku nggak mau pisah sama kamu"
Bagai tersambar petir di siang hari. Stela merasa hatinya hancur mendengar ucapan Mars. Ia tak menyangka sebesar itu cinta Mars pada Venus. Apa ia salah menyetujui perjodohan ini. Tapi ia juga menyukai Mars sejak dulu walau Mars tak tau.
"Kamu mutusin aku gitu aja? Kamu nggak tau sakit nya aku gimana? Aku nggak mau putus Venus. Nggak mau hiks.. hiks.. kamu tega sama aku Venusss sakit hati aku Ve" Mars menarik tangan yang masih di pegang Stela. Dengan kondisi tangan berdarah Mars memukulkan tangannya ke arah dada nya.
"Mars, Mars stop oke? stop jangan pukul lagi tangan kamu masih berdarah. Aku obati dulu yaa?" bujuk Stela dan menarik kembali tangan Mars yang sempat di tarik sang pemilik.
"Ngapain Lo di sini" ujar Mars dingin.
"A-aku tadi de-dengar ribut-ribut dari kamar kamu. Terus aku mas..." Mars segera memotong uacapa Stela. "Terus kalau ada keributan Lo di perbolehkan masuk kamar gue hah?! Lo sadar nggak kalau semua keributan ini berasal dari Lo. Lo yang buat keributan disini an'jing" maki Mars.
"M-maaf Mars"
"Lo pikir dengan Lo minta maaf Venus balik sama gue hah? Nggak! dia nggak bakal balik ke gue kalo Lo masih ada di sini bang'sat"
"Kenapa sih kamu masih pertahanin dia? Kamu nggak liat dia udah sama kak Meteor. Kamu liat kan dia aja bisa bahagia masa kamu masih terpaku sama dia" Stela merasa tak terima, meski dalam hatinya ia merasa takut untuk melontarkan kata-kata barusan.
"Nggak ada urusannya sama Lo kalau gue masih terpaku sama Venus" ucap Mars.
"Ada! jelas ada. Karena kamu calon tunangan aku. Aku yang akan jadi istri kamu bukan dia" Stela semakin berani.
"Heh! gue nggak pernah nerima perjodohan ini. Sampai kapanpun gue nggak akan nerima. Kalo Lo nerima perjodohan ini yang udah Lo aja yang nikah sama nyokap gue" Mars segera berdiri dan akan meninggalkan Stela yang masih di sana. Namun pergerakan Mars terhenti saat mendengar ucapan Stela.
"Oke. Kalau kamu nggak terima perjodohan ini. Aku bakal bilang sama mama kamu dan kamu bisa pastiin kalau kamu akan pindah dari sini dan nggak akan ada akses buat bertemu Venus. Oh jangankan bertemu mendengar kabarnya lewat handphone aja nggak bakalan bisa"
"Dan kalau kamu masih menentang mama, aku yang akan bertindak lanjut untuk membasmi Venus. Dengan. Cara. Apapun. Camkan itu!" Stela sengaja menekan kata Dengan cara apapun agar Mars mau menuruti nya.
"Gila Lo!"
...***...
Ya Allah dah lama Ika ngga up yaa. Pasti nggak ada yang nungguin hiks sedih IkaðŸ˜