Mars Vs Venus

Mars Vs Venus
MARS VS VENUS 022



Pengen banget Ika tu up banyak-banyak. Tapi yaa karena keadaan jadi Ika ngga bisa. Karena PKL Ika jadi makin jarang yaa up nya. Makasih buat yang udah mau baca cerita gaje punya Ika ini. Udah mau meluangkan waktu untuk hal yang kurang bermanfaat karena cerita Ika ngga bagus-bagus amat. Udah lah yaa kita lanjut lagi ngga Perlu banyak bacot lagi kan.


...Happy reading ♥️...


Venus terus menangis di dada Mars. Banyak hal yang di sesalinya. Salah satunya adalah tidak menganggap bahwa Mars ada di sampingnya. Ingin mengulang masa lalu tapi itu tidak mungkin. Kenapa ia baru mengetahui perasaan Mars yang selama ini di pendam. Karena sejujurnya Venus pun memiliki perasaan yang sama. Namun ego-nya terlalu besar untuk mengakui hal tersebut.


Mendengar tangisan Venus yang mendayu-dayu membuat Mars tak tega. Mars memang tidak pernah tega melihat dan mendengar suara tangisan Venus.


Mars pun membuka suaranya. "Jangan nangis Ve. Ngga selama nya omongan lo bakal di dengar orang" ujarnya sangat pelan.


Venus hanya menggeleng cepat dan menutup telinga serta matanya. sangking membenci perkataan Mars tadi.


Bagi Venus kini kata Lo-Gue itu sangat kasar dan sangat menyakiti hati nya.


"Hiks hiks Ve ngga dengar Mars ngomong apa. Jadi lebih baik Mars diem aja yaa. Karna Ve ngga mau dengar" ucap Venus yang masih menutup telinga dan mata nya.


Mars menarik tangan Venus kasar. Itu pertanda Mars benar-benar marah akan kelakuan Venus. Sangking kasarnya Venus tersentak segera melihat tangannya yang memerah akibat tarikan Mars tadi.


"Auh, hiks hiks sakit Mars" rintih Venus. "Mars kasar hiks sa-sakit hiks hiks" Mars segera memeluk Venus kembali.


"Maaf Ve Mars kelewatan" ucap Mars penuh penyesalan. "Pukul Mars, Ve pukul tapi Mars mohon Ve jangan nangis. Pukul aja pukul" Mars memukul-mukul kan tangan Venus di dadanya.


Venus hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. "Ng-ngga Mars" ucap Venus sembari menarik tangan nya yang di pukul-pukul kan Mars ke dada nya.


...------------------...


Pagi ini Mars menjemput Venus untuk berangkat ke sekolah bersama. Sesuai kesepakatan mereka berdua kemaren.


"Pagi princess Venus Arleta Queenzeela" sapa Mars yang sudah menunggu Venus di depan pagar rumah Venus.


"Pagi juga pangeran Mars Putra Bagaskara" sahut Venus menimpali sapaan Mars.


"Langsung ke sekolah atau mampir dulu nih" tanya Mars.


"Langsung aja, emmm tapi aku belum sarapan Mars, gimana?" Venus balik bertanya.


"Kalo gitu kita makan di kantin aja oke. Sekarang ayo naik" Mars mengambil helm dan segera memakaikan nya di kepala Venus.


"Ehh tahan" Mars menggantung tangannya yang hampir mendekati kepala Venus.


"Kenapa?" Venus segera menarik tangan Mars ke atas kepalanya. "Usap dulu" ucap Venus manja.


Mars terkekeh dan mengusap-usap puncak kepala Venus.


"Udah ahh suap-suapan nya. Ntar aja lagi yaa" Mars segera memakai kan helm di kepala Venus.


Sesampainya di sekolah Mars melakukan hal yang sama yaitu membukakan helm Venus lalu mengusap kepalanya cukup lama. Hal tersebut membuat banyak pasang mata yang memperhatikan interaksi mereka berdua.


Bisik-bisik tetangga pun di mulai...


"*Ehh bukannya mereka udah putus yaa?"


"Loh kok barengan lagi padahal kan gue udah seneng mereka putus"


"Hancur harapan gue"


"Bagus deh mereka balikan, mereka kan emang cocok"


"Ahh couple favorit gua mereka mah"


"Ya Tuhan Mars sweet banget*"


Dan masih banyak bisik-bisik tetangga lainnya....


Mereka berdua segera menuju kantin tanpa menaruh tas di kelas terlebih dahulu. Mereka memesan makanan yang sama yaitu nasi goreng dan jus jeruk.


Tak ada yang membuka pembicaraan karena mereka masih mendengar ocehan tetangga sebelah. Sampai Mars berdehem baru lah obrolan terjadi.


"Emm Ve?" Venus segera menatap Mars yang memanggilnya pelan.


"Ya?"


"Itu.. emm gimana yaa" Mars berucap ragu.


"Apa sih? Mars mau nanya apa hmm?"


"Tentang olimpiade sekolah kita" Mars ragu membahas ini karena takut Venus marah padanya.


"Emang nya kenapa. Kan kamu yang mewakili sekolah kita" jawab Venus santai.


Mars mengerutkan keningnya "Apa kamu ngga mau ngewakilin sekolah kita untuk olimpiade kali ini?" tanya Mars lagi.


Venus tersenyum dan menjawab "Pengen sih tapi kan kamu emang lebih pintar dari aku jadi ngapain aku ikutan. Ntar kalah gimana?" Venus mengacak-acak rambut Mars.


Mars hanya tertawa melihat perlakuan Venus terhadapnya. Tawa nya itu membuat banyak siswi terpana pasal nya Mars tak pernah tertawa di sekolah. Baru kali ini lah mereka melihat tawa Mars yang seakan-akan itu adalah hal uang sangat membahagiakan. Sedangkan Venus jangan di tanya. Melihat siswi terpana melihat Mars, Venus hanya memajukan bibirnya dengan penuh kekesalan.


Plak..


"Udah-udah jangan ketawa lagi" Venus memukul pipi kiri Mars lumayan kencang yang menimbulkan rintihan Mars.


"Auu.. sakit Ve. Kok mukul Mars sih" rutuk Mars mengelus pipi kirinya.


Venus memutar mata nya jengah "Tuh liat" Venus menunjuk para siswi yang sedang menatap Mars.


Mars bingung hanya menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal. Ia tak paham maksud Venus. Mars menaikan sebelah alisnya seakan bertanya 'liat apa sih?'


"Liat noh fans kamu pada melongo liat kamu ketawa" ujar Venus kesal. "Tampang jelek gitu juga. Awas yaa kamu kalo sampe ketawa lagi, aku kait tuh bibir" Venus mempraktekkan gaya seakan benar-benar melakukannya.


Mars bergidik ngeri lalu terkekeh "Kamu cemburu yaa" Mars mencolek-colek pipi kanan Venus.


"Hah. Cemburu sejenis apa tuh?" tanya Venus bercanda.


"Sejenis makanan mungkin" Mars menimpali candaan Venus.


"Bisa di makan ngga yaa?"


"Bisa kali yaa"


"Wahh seriusan kita beli yok"


"Ngaa perlu beli cukup liat aku sama cewe lain aja. Habis itu kamu bakal bisa makan yang namanya cemburu haha -"


Plak..


Lagi-lagi pipi kiri Mars menjadi sasaran kekejaman Venus.


"Ihh kamu kdrt ihh" Mars mengeluarkan suara imutnya yang tak pernah Venus dengar.


"Ap-apaan sih suaranya jijik banget" Venus pura-pura geli padahal suka guys.


"Aaa kamu tega sama aku"


'Anjirrr kok Mars bisa se cute ini sihh gemes banget gue' Venus membatin.