
Yahh si Mars udah sakit hati nih. Gimana nanti yaa, Mars bakal nyerah atau tetap perjuangin Venus supaya jatuh cinta sama Mars? Ngga tau lah yaa, cuma Ika dan Allah yang tau haha (Senyum jahat😈)
Oke sebelum lanjut Ika kasih satu quotes buat kalian. Jan lupa baca yaa !
...Mengharapkan cinta darimu bagaikan mencari label halal di minuman keras)...
Nah, cocok ngga tuh buat Mars yang lagi ngeharapin cinta si Venus. Cocok-cocok'in aja lah yaa udah capek nih Ika ngetik. (Ngga deng canda doang)
Ya udah lanjut.
...Happy reading ♥️...
Sebagian orang mungkin akan mundur saat melihat orang yang kita cinta bahagia dengan orang lain. Tapi tidak dengan Mars, dia memang kecewa tapi dia tak akan mundur begitu saja. Karena baginya Venus adalah segalanya. Ia akan berjuang walau bukan untuk sekarang.
Mars yang kecewa pada Venus hanya bisa menjauh untuk sementara. Seperti sekarang, Mars tak lagi menjemput Venus, mengajak Venus jalan dan lain-lain. Mars ingin tau apakah Venus akan mencari nya atau tidak.
Seminggu telah berlalu sejak kejadian Mars yang melihat Venus dengan prian lain. Tapi tak ada sekalipun Venus menanyakan hal itu pada Mars, dan itu membuat Mars makin kecewa pada Venus dan semakin yakin kalau Venus tak akan membuka pintu hatinya untuk Mars.
Di kelas sebelas Ipa dua
Sekarang adalah jadwal pelajaran olahraga. Semua tampak bersemangat untuk belajar. Ahh bukan belajar yang mereka inginkan tapi keluar kelas dan main di lapangan itu yang mereka inginkan.
Semua memang tampak bersemangat namun tidak bagi Mars. Mars memang tidak lagi bersemangat sejak kejadian seminggu yang lalu. Kondisi Mars saat ini adalah seperti mayat hidup. Mayat hidup? iya. Karena wajah Mars sekarang sangat memprihatikan mulai dari kantung mata yang menghitam, bibir dan wajah yang pucat.
Bisa kalian prediksi kan gambaran wajah Mars? Itu semua terjadi karena Mars yang tak mengurus dirinya.
Abrol pun tak mengerti apa yang terjadi pada Mars. Karena setiap di tanya pasti Mars hanya menjawab "Gue ngga papa" hanya tiga kata satu kalimat yang di ucap Mars.
Dan saat Venus di tanya maka jawabannya adalah "Mana gue tau"
"Mars Lo tu sebenarnya kenapa sih" sergah Abrol yang sudah jengah dengan Mars yang sekarang.
"Ngga papa" singakat yang kembali menaruh kepalanya di atas meja.
"Kalo ada masalah itu cerita Mars! bukan cuma diem doang" emosi Abrol.
Mars hanya menatap Abrol dengan tatapan sendu.
"Gue sahabat Lo bukan sih?" tanya Abrol lagi.
"Datang ke apartemen gue ntar sore" jawab Mars.
...---------------...
Sementara itu Venus dan Naina lebih memilih makan di kantin. Yaaa memang di sana kalau sedang olahraga tidak apa jika mereka ingin ke kantin. Jadi menurut Venus dan Naina lebih baik makan dari pada panas-panasan di lapangan.
"Ve" panggil Naina.
"Ya?"
"Lo masih pacaran sama Mars?" tanya Naina kepo.
"Loh? jadi kalian putus" Naina bertanya dengan keponya.
Venus menatap ke depan dengan tatapan kosong. "Gue juga bingung" jawab Venus. "Gue masih pacaran atau ngga sih sama dia" lesu Venus. "Gue sendiri aja juga bingung kenapa dia berubah. Padahal sebelumnya dia udah kayak serius banget sama gue" jelas Venus.
"Lo ngga bikin salah kan sama dia?" tanya Naina lagi.
"Perasaan gue ngga sih. Gue ngga tau kenapa bisa gini, atau memang dia sengaja bikin gue baper terus ninggalin gue gitu aja" jawab Venus lirih.
Naina yang mendengar penjelasan Venus segera menyangkalnya. "Ngga mungkin! kalo dia emang sengaja cuma buat Lo baper ngga mungkin dia kek sekarang" ucap Naina.
"Maksud lo?" Venus bingung.
"Iyaa, karena gue udah merhatiin dia dari sejak seminggu yang lalu. Sejak kalian aneh ngga tegur sapa gitu. Gue liat matanya udah ada kantung terus dia juga kek ngga terawat gitu" jelas Naina.
"Gue masih ngga paham"
"Maksud gue dia kurusan gitu. Makanya mata lo itu di pake" sergah Naina.
"Dah lah ngga paham gue" Venus segera meninggalkan Naina yang sepertinya akan melayangkan banyak pertanyaan lagi.
...----------...
Hari-hari berlalu begitu cepat. Hubunga Mars dan Venus pun tak ada perkembangan. Walaupun Mars sudah mendapat pencerahan dari dokter cinta tapi tetap saja ia masih kecewa untuk memulainya. Begitu pun Venus yang tak ingin di anggap seperti wanita murahan karena mengejar-ngejar Mars yang jelas-jelas sudah tak respect padanya.
VENUS POV ON🌻
Aku ngga tau ada apa dengan Mars. Sejak hari dimana dia menyanyikan lagu yang katanya spesial untukku di hari tahunan Dermaga. Dia langsung berubah. Tepat pada hari ini sudah dua Minggu Mars tak menyapaku. Kalau bertemu pun dia sedikit pun tak menoleh kepadaku. Apa salah ku?
Pagi ini seperti biasa aku sarapan bersama bunda. Untuk kesekian kalinya bunda menanyakan Mars yang tak lagi datang ke rumah ku.
"Ve sayang" panggil Bunda.
"Apa Bun" aku menjawab singkat karena aku tau bunda ingin bertanya hal yang sama lagi.
"Kamu putus beneran yaa sama Mars?" nah benerkan pikirku. Bunda pasti akan menanyakan hal ini lagi 'huh!'
"Ve ngga mau bahas ini lagi Bun. Ve kan udah jelasin sama bunda kalo Mars sedang fokus untuk olimpiade matematika nya. Ve ngga mau ganggu dia" Venus terpaksa berbohong pada bundanya.
"Yaa tapi kan-"
Venus segera memotong ucapan bunda. "Besok Ve bilang sama dia Bun. kalo bunda rindu sama dia, biar dia luangin waktu buat kesini yaa" bujuk Venus.
~
~
~
udah segini aja dulu. ngga nyampe seribu kata😭 tapi ngga papa deh. Yaudah lah (