Mars Vs Venus

Mars Vs Venus
MARS VS VENUS 04



Kaki Venus sudah sembuh total menurutnya. Setelah tiga hari yang lalu Mars mendatangkan Mbah tukang urut. Ingin rasanya Venus mengucapkan terimakasih namun ego-nya lebih mendominasi. Pagi ini rencananya Venus akan lari pagi di taman dekat kompleks perumahan yang sering dijadikan sebagai tempat olahraga oleh banyak orang.


Venus telah lari berkeliling taman sekitar 3 kali. Namun Venus masih ingin melanjutkan nya. Biasanya Venus akan lari sebanyak lima sampai enam kali putaran. Tapi kali ini mungkin hanya 4 kali putaran saja.


"Huh..huh capek banget gue" ucap Venus yang kecapekan mendudukkan diri di sebuah bangku taman yang kosong. "Pengen lanjut tapi kok kaki gue sakit lagi yaa?" ringis Venus memegang kakinya.


"Aduh.. seriusan ini kaki gue kenapa!" tak terasa air mata Venus sudah mengajak sungai. "Auu.. sakit banget yaa Allah" ucap Venus meringis dan mulai terisak.


Venus terus meringis kesakitan memegangi kaki nya. Tanpa ia sadari ternyata dari tadi sudah ada seseorang yang memperlihatkan pergerakan Venus.


Orang itu pun mulai berjalan mendekati Venus yang sudah menangis kesakitan pada kaki nya.


"Permisi, sepertinya kamu kesakitan" ucap orang itu.


"Auu.. seperti yang anda liat" jawab Venus yang masih meringis.


"Boleh saya periksa?" tawar orang itu.


"Apa anda bisa? kaki saya beneran sakit!" ragu Venus.


"Jangan khawatir" orang itu pun mulai memegangi kaki Venus yang sakit. "Apa kamu baru saja sehat dari terkilir?" tanyanya


"I-iya. Baru sembuh sekitar 3 hari yang lalu" jawab Venus.


"Kaki kamu belum sembuh total!. Sekarang tunjukkan alamat kamu biar saya antarkan pulang" ucap orang itu lagi dengan nada khawatir.


"Terimakasih, tapi apa tidak merepotkan Anda? Nanti saya bisa telpon keluarga saya saja" ucap Venus dengan segan.


"Tapi sepertinya kamu tak membawa ponsel" orang itu terkekeh.


"Ehh iya yaa"


"Ohh iya. Kita belum berkenalan, kenalkan saya Meteor Abimanyu Mawarsam. Panggil saja Meteor" orang yang bernama Meteor itu mengulurkan tangannya.


"Ohh oke. Ayo aku gendong, sebut alamat kamu aku antar kan sampai tujuan" Meteor membungkuk di hadapan Venus pertanda akan menggendong Venus dari belakang.


..._____________...


Meteor mengantarkan Venus sampai ke rumah bahkan menggendong nya sampai masuk kedalam rumah. Bunda yang melihat Venus di gendong oleh seorang pria yang tidak di kenalnya menjadi sangat khawatir.


"Astagfirullah sayang kamu kenapa?" ucap Tari (alias Mentari bunda nya si Venus) dengan nada tersirat ke khawatiran.


Venus yang didudukkan di sofa ruang tamu hanya diam saja. Itu semakin membuat Tari tambah khawatir. Akhirnya Tari memandang ke arah pria yang tak di kenalnya itu seakan meminta penjelasan.


"Sebelumnya perkenalkan nama saya Meteor Abimanyu Mawarsam Tante. Jadi tadi saat saya sedang lari di taman saya melihat Venus duduk di bangku taman sambil memegang kakinya seperti kesakitan Tante. Lalu saya bantu dan saya antarkan pulang" jelas Meteor panjang.


"Aduh.. terimakasih banyak nak Meteor. Ayo silahkan duduk dulu, Tante buatin minuman"


Akhirnya mereka pun melanjutkan perbincangan hangat. Seperti nya Tari menyukainya Meteor yang menurutnya baik dan sopan.


..._____________...


Sementara itu di lain tempat namun di waktu yang sama. Mars sedang melakukan olahraga di rumahnya sendiri tapi dengan sangat-sangat emosi. Karena memang di rumahnya tersedia ruang fitness pribadi dan tak jarang Venus menumpang disana ( ihh si Venus yaa emang dasar. Katanya benci tapi orangnya di manfaatin not have akhlak wkwk )


~


~


~


~


oke dah sampe sini dulu yaa see you next part 😙