Mars Vs Venus

Mars Vs Venus
MARS VS VENUS 042



Tiga tahun telah berlalu. Hari-hari dilewati Venus sangat monoton. Bangun pagi, mandi, sarapan, ke kampus, pulang. Hanya itu yang di lakukan ya 'sejak tiga tahun belakangan ini.


Mars tak ada kabar lagi. Terakhir Venus melihat Mars yaitu saat ia membantu Meteor. Setelah itu Mars tak lagi menampakkan batang hidungnya. Bukan hanya Mars Stela pun tak muncul. Entah apa yang terjadi di antara mereka berdua.


Hari ini merupakan hari wisuda Venus. Ia sudah menyandang gelar sarjananya di usia 21 tahun. Bersama Naina dan juga Abrol yang menemaninya. Untuk Naina dan Abrol mereka sudah bertunangan bahkan sebulan sesudah wisuda nanti mereka akan naik ke jenjang pernikahan.


Venus sudah tampil cantik dengan setelan kebaya dengan brokat berwarna navy blue. Setelan yang dipilihkan bunda nya. Tak lupa Naina pun menggunakan kebaya dengan model yang sama namun warna berbeda.


"Cantik banget kamu Ve!" seru Naina. Jangan kaget dengan kata 'kamu' yang di gunakan Naina. Karena mereka sudah sepakat untuk menggunakan itu untuk kedepannya.


"Kamu juga cantik Nai. Cantik banget malah" saut Venus.


"Gini yaa kalo cewe muji temen ceweknya cantik. Pasti ntar temennya juga bilang dia cantik. Wajar aja gitu dengernya" kata Abrol.


Naina mengkerut kan keningnya bingung. "Maksudnya gimana Ay?"


"Yaa kalo sesama cewe bilang gitu kek wajar aja Ay. Coba kalo cowok yang bilang gitu. 'Ihh lo ganteng banget bro. Ahh Lo juga ganteng banget bro' rasanya gimana gitu ya Ay. Geli-geli gimana gitu" jelas Abrol.


"Lah iya juga yaa Brol. Pasti orang yang dengernya ngira kalo mereka homo haha" ujar Venus.


"Emang yaa cowok jarang benernya" Naina menatap prihatin wajah tunangannya.


Merekapun berangkat ke kampus bersama. Para orang tua akan menyusul nanti.


...***...


Venus mendapatkan gelar cumlaude di kampus. Dengan IPK 4. Sungguh itu nilai yang sangat memuaskan.


"Wah selamat Ve IPK kamu paling tinggi"


"Kamu juga tinggi loh Nai, kita cuma beda dikit doang" jawab Venus.


"Dikit apaan coba? IPK aku cuma 3,60 jauh tau" kesal Naina.


"Si Venus merendah untuk dihujat. Nilai segitu jarang didapati mahasiswa dan Lo bilang beda dikit sama Ayang gue? Gimana dengan IPK gue" sungut Abrol kesal.


"Selamat Ve" tiba-tiba ada suara seseorang yang memotong pembicaraan mereka bertiga.


"Kamu?" Wajah senang Venus langsung berubah secara drastis.


"Ini buat kamu" orang itu memberikan buket bunga mawar pada Venus.


"Ngapain Lo kesini hah!" bentak Abrol.


"Eee aku... itu ee.. anu"


"Setelah pergi jadi gagu Lo hah! Gaya-gayaan dulu jadi pelakor!" lagi-lagi Abrol membentak keras orang itu.


"Maaf" ucapnya dengan kepala yang menunduk dalam. "Aku kesini cuma mau ngasih dan juga ini" setelah memberikan buket bunga mawar orang itupun memberikan sebuah kartu undangan.


"Pernikahan?" Venus syok menatap nanar undangan pernikahan itu.


"Iya, aku harap kamu datang ya Ve. Soalnya aku udah anggap kamu temen aku, dan maaf dulu aku sempat jahat sama kamu" tutur orang itu tulus.


"Bagus deh kalo Lo nikah sama tu bang'sat" sentak Naina yang sedari tadi diam. Ia sengaja menggunakan kata 'Lo' jika sedang kesal atau terlampau marah.


"Ehh bu-bukan"


"Bisa nggak sih lo nggak gagu! Lo pikir dengan lo sok merasa bersalah kita bakal percaya hah!" wajah Naina memerah marah, ia sangat marah jika sahabatnya harus tersakiti lagi. Wajah bahagia Venus tadi langsung hilang sejak kedatangan Dia! Dia Stela Natasya. Dia yang sudah merebut Mars dari Venus dan sekarang dengan sengaja datang hanya untuk memberikan undangan yang tak di harapkan kan.


"Aku mohon, datang ya Ve" mohon Stela.


"Iya"


...***...


Kehabisan ide tu gimana yaa, ini draft udah lama banget Ika buat. Udah nulis hapus lagi, nulis lagi hapus lagi. Jadi tolong lah hargai😭


Dan maaf juga yaa kalo tentang nilainya nggak cocok. Ika kurang tau soalnya. Mohon di mengerti Ika masih SMK hehe