
Lanjut lagi yukkkk. kali ini ngga ada quotes yaa lagi males nih nyarinya haha canda deng ✌️ tapi kali ini memang ngga ada yaa. Udah langsung aja ngga usah lama-lama.
...Happy reading ♥️...
Venus naik ke lantai atas rumah Mars sembari celingak-celinguk mencari kamar Mars. Sebenarnya Venus ingin cepat dengan cara membuka semua pintu satu-satu tapi ia masih punya sopan santun.
Dan saat bertemu pintu yang terbuka sedikit Venus segera berinisiatif untuk mendekati pintu itu dan membukanya. Namun betapa terkejutnya Venus saat melihat isi dari ruangan tersebut.
"Oh tuhan apa ini" ucap Venus terkejut.
Venus pun masuk ke dalam kamar itu. Betapa terkejutnya ia saat terdapat begitu banyak fotonya di dalam kamar itu.
"Ini kamar siapa yaaa?" tanya nya pada diri sendiri. "Ngga mungkin ini kamar Mars. Ahh tapi aku kan ngga tau kamar Mars dimana" sambungannya.
Saat sedang sibuk melihat-lihat isi kamar itu. Venus di kejutkan dengan pintu yang tiba-tiba terbuka. Dan Venus segera menyembunyikan diri.
"Ahhh apa tadi aku lupa mengunci pintunya?" ucap orang tersebut. "Sudah lah biarkan saja" lanjutnya. Orang itu segera memasuki ruangan itu.
"Ve, kenapa kamu tega khianati aku Ve? apa salah aku? aku sakit Ve ngeliat kamu bisa tertawa lepas dengan lelaki lain di depan mata aku Ve" ujar orang itu. "Andai kamu tau Ve. Aku sengaja membuat kamu kesal agar dapat perhatian dari kau Ve. Aku ingin kamu kembali memperhatikan aku, seperti dulu Ve. Kamu tenang aja Ve, sekarang aku masih kecewa sama kamu. Tunggu sampai hati ini terima dengan ikhlas kalo kamu memang bukan untuk aku Ve." lanjut Mars. Yaa orang itu adalah Mars yang sedang menatap salah satu foto Venus kecil yang sedang bermain.
Hati Venus teriris mendengar pengakuan Mars yang tak sengaja di dengar nya barusan.
'Jadi selama ini Mars sengaja membuat aku kelas agar dapat perhatian dari ku? haha lucu sekali dia' gumam Venus dalam hati nya.
"Mars" lirih Venus pelan.
"Haaa Ve... kamu buat aku gila. Kamu ngga ada di dekat aku tapi aku sering mendengar suara kamu memanggil nama aku" ucap Mars tersenyum kecut.
Sekali lagi Venus memanggil Mars. "Mars"
"Ya Allah. Hilangkan lah bayang-bayang Venus dari giliran hamba. Hamba ingin segera melupakan Venus ya Allah hamba tak ingin terluka terlalu lama" lirih Mars menutup matanya.
"Jangan lupakan aku Mars. Aku ngga mau kamu melupakan aku" ujar Venus segera memeluk Mars dari belakang yang membuat Mars membeku di tempat. "Maafin aku Mars, aku ngga bermaksud untuk nyakitin kamu. Jadi ini alasan kamu jauhi aku? Aku rindu kamu Mars" lirih Venus membalikan badan Mars agar menghadap ke arah nya.
"Maafin aku Mars. Maaf, maaf maaf jangan jauhi aku lagi. Aku ngga lengkap tanpa kamu Mars. Maaf Mars jangan gini lagi hiks aku ngga bisa Mars hiks aku rindu kamu Mars hiks hiks hiks" Venus membenamkan kepalanya di dada bidang Mars sambil terus menangis.
Mars yang merasakan air mata Venus yang mengenai baju yang di kenakan langsung melepaskan pelukannya.
"Hei.. jangan nangis gini dong. Aku ngga jauhi kamu kok. Aku cuma capek aja Ve" ujar Mars memegang kedua bahu Venus dan menepuknya pelan.
"Enggak.. jangan cape" Venus menggeleng-gelengkan kepalanya dan kembali membenamkan wajahnya di dada bidang Mars. "Ngga bole cape.. pokoknya ngga bole Ve ngga mau Mars cape deketi Ve. Pokoknya ngga bole titik" marah Venus.
Mars tersenyum mendengarnya. "Ngga boleh gitu Ve. Semua orang punya batas kecapekan nya Ve. Sama seperti aku" jelas Mars. "Aku nyerah Ve, tapi bukan sekarang" sambung Mars.
"Hiks hiks Mars ngga sayang Ve lagi yaa?" Venus menangis terisak-isak di depan Mars.