Mars Vs Venus

Mars Vs Venus
MARS VS VENUS 047



A month later


Pernikahan Mars dan Venus berjalan lancar. Sejauh ini belum ada pertengkaran atau salah paham sedikit pun.


Mars kini kembali melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda. Sedangkan Venus hanya menjadi ibu rumah tangga. Alasannya simpel. Mars masih sanggup membiayai semua kebutuhan Venus hingga tujuh turunan. Sangat sombong bukan.


Pagi ini Venus sudah berada di dapur memasak sarapan. Seperti biasa ia akan meninggalkan Mars yang susah dibangunkan. Ia akan terus fokus pada masakannya.


"SAYANGGGG" jangan tanya itu teriakan siapa. Sudah jelas itu teriakan mesra dari sang suami.


"AKU DI DAPUR MAS" balas Venus dengan teriakan juga. Etss mereka sudah sepakat untuk menggunakan bahasa-bahasa yang lebih sopan dan romantis tentunya.


Venus tersentak ketika ada sepasang tangan kekar memeluknya dari belakang. Sudah pasti Mars pelakunya.


"Kamu ninggalin Mas di atas sendiri. Kebiasaan!" kesal Mars.


"Aku harus masak sarapan Mas. Kamu juga sih susah bangunin. Lepas ihh" Venus risih dengan Mars yang terus menempeli nya.


"Kiss me" Mars menunjuk bibirnya. Ganjen memang.


"Apa sih Mas? aku lagi masak ini loh" Venus menggoyang-goyangkan badannya agar Mars mau melepaskan diri nya.


"Jangan gitu sayang, nanti ada yang bangun" bisik Mars di telinga Venus.


Venus merinding mendengar ucapan Mars sontak saja langsung terdiam. Seakan mengerti apa yang di ucapkan Mars barusan.


"Ya-ya udah ihh sana masih masak aku nya"


"Nggak mau! harus cium dulu" paksa Mars.


Cup..


Dengan amat sangat terpaksa Venus mencium Mars juga.


"Ihh itu ngga di terima yaa" ujar Mars.


"Loh kok?"


"Aku kan minta di sini" Mars menunjuk bibirnya. "Kok malah cium pipi. Mana cuma sebelah lagi"


"Janji yaa? entar tapi nggak sebentar"


"Itu mah mau nya kamu. Udah sana" lagi-lagi Venus mengusir Mars.


"NGGA PAPA DONG. ITUNG-ITUNG NYICIL BUAT BOCIL HA-HA-HA" teriak setelah sudah keluar dari dapur.


"MARS GILAAAAA"


...***...


"Mas nanti aku main ke rumah Naina ya?" Mars langsung menatap Venus yang sedang memakaikan dasi pada. Tumben-tumbenan istrinya ini main. Ke rumah Naina lagi.


"Ngapain?"


"Ya main aja gitu" Venus menepuk kedua bahu Mars pelan, seolah-olah sedang menghapus debu.


"Main apa sayang" Mars mendekap Venus dengan mesra.


"Jangan peluk ihh kusut nanti baju nya" ujar Venus. "Aku mau main aja. Lagian Naina lagi ngidam ayam madu buatan aku" Naina memang sedang mengandung sekarang. Sudah tujuh Minggu usia kandungan Naina.


"Kamu mah gitu" rutuk Mars.


"Aku kenapa?"


"Masa kamu nurutin ngidam Naina. Aku juga lagi ngidam loh" Mars memajukan bibirnya setelah berbicara.


"Ngidam apaan Mas? kamu hamilin perempuan mana? aku kan ngga lagi hamil" Venus membolakan matanya.


Mars seketika gelagapan. Maksud hati ingin menahan Venus agar tak pergi, malah dia saah bicara. Tidur di luar mah ini ujungnya.


"Mana ada. Nggak lah. Aku becanda doang kok. Ya kali aku hamilin perempuan lain, sedangkan di rumah aku punya bidadari surga" Mars mulai menggombal.


"Becanda kamu ngga lucu" Venus segera melepaskan diri dari dekapan Mars. Memang benar kata Venus. Candaan Mars garing seperti kanebo kering.


'Apaan becanda kek gitu. Di kira lucu kali yaa' omel Venus dalam hati.