
Di waktu yang sama tempat berbeda. Venus sedang di rumah berada di rumah Mars. Ia berencana membuat kejutan atas kemenangan Mars. Venus sudah sangat yakin bahwa nanti Mars pasti akan memenangkan olimpiade kali ini.
Venus sudah merencanakan semua dengan sangat matang. Sebenarnya ia marah karena Mars tak ingin menemui nya dengan alasan ingin fokus. Bahkan Mars tak berbicara langsung padanya. Tapi melalui Abrol. Dengan penuh kesabaran Venus ikhlas lahir dan batin tidak bertemu Mars selama seminggu ini.
Saat ini Venus sedang istirahat di ruang tamu rumah Mars. Ia kepikiran apakah Naina sudah menjalankan tugas dengan baik atau malah menghancurkan semua rencana nya?
"Gimana yaa Naina berhasil buat Mars merasa bersalah sama gue atau ngga yaa. Pengen nelpon, tapi takutnya lagi ada Mars di dekat dia. Udah lah tunggu aja" gumam Venus.
Tak lama kemudian, handphone nya berbunyi dan tertera lah nama Naina lope💚
"Hallo"
"Gimana-gimana berhasil ngga?"
"Deg degan gue waktu marah-marah'in dia. Serem tau"
"Hehehe terus-terus?"
"Dia kek mikir gitu, lo ngga liat wajah nya haha lucu bat sumpah. Gue kasian sebenarnya, tapi demi Lo gue rela dah marah-marah ngga jelas sama dia"
"Hmm jadi rencana pertama berhasil ngga nih?"
"Berhasil, sekarang tinggal nunggu kabar Abrol aja"
"Sip dah. Gue mau istirahat dulu cape. Assalamualaikum"
"Wa'alaikumsalam "
Tut..Tut..Tut..
"Ahhh pasti Mars kesel banget sama Naina tuh haha" Venus tertawa dengan kerasnya. Ia dapat membayangkan seperti apa ekspresi wajah Naina yang sedang mencoba untuk memarahi Mars. Ahh sayang nya Venus tak melihat wajah lucu sahabatnya itu.
...--------------...
Venus membanting dirinya sendiri di atas ranjang rumah Mars. Yaa, Venus telah menyelesaikan semua rencananya. Dari mulai dekorasi ruang tamu hingga dekorasi kamar. Entah apa yang ada di dalam otak cantik Venus, hingga ia menghias kamar Mars layaknya kamar pengantin.
Jam sudah menunjukkan pukul 15.15 itu artinya jam pulang tinggal 15 menit lagi. Selagi menunggu Mars pulang Venus berlari pulang kerumahnya untuk mandi dan berganti pakaian.
***
Venus telah selesai mandi dan berdandan. Ia melihat ke arah jam di atas nakas kamar nya.
"What! udah telat 5 menit" Venus langsung berjalan cepat ke arah rumah Mars. Venus sangat bersyukur kali ini karena jarak rumahnya dan rumah Mars sangat dekat bahkan hanya tinggal menyebrang saja. Baru kali ini Venus bersyukur rumah nya dekat dengan rumah Mars. Karena biasanya, Venus akan mengumpat apabila melihat Mars berdiri di depan rumah atau bahkan saat Mars berdiri di balkon kamarnya.
"Ahh gue kira kalo gue jalan cepat ngga bakal berkeringat huh!" rutuk Venus seraya menge-lap keringat yang menetes di dahinya. "Huu.. untung gue bawa parfum tadi. Kalo ngga bisa-bisa bau gue. Bukannya mempesona malah memperbau haha" Venus terkekeh sambil menyemprotkan parfum ke tubuhnya.
"Ahh wangi Ha-ha-ha" Venus tertawa geli sembari menduduki diri di sofa ruang tamu rumah Mars.
Tak lama menunggu akhirnya terdengar suara motor berhenti di depan rumah. Bisa di pastikan kalau itu adalah motor Mars. Venus telah hapal mendengar suara motor itu.
Dengan gerakan secepat kilat, Venus segera mematikan lampu ruangan dan menyusup ke dalam kamar Mars. Sedangkan Mars yang merasa aneh dengan rumah, hanya berpikir mungkin ia lupa. Kenapa Mars merasa aneh? Yaa karena lampu rumah Mars merupakan lampu otomatis. Yang akan hidup saat malam tiba, dan akan mati saat pagi datang. Hanya lampu kamarlah yang tidak memiliki lampu otomatis itu.
Mars berjalan menuju saklar lampu ruang utama dan menghidupkan nya. Awal nya tak ada yang aneh, dan Mars tak menghiraukan nya.
"Rumah gue aneh yaa hari ini" lirih Mars pada diri sendiri. "Udah lahh mo mandi gue" Mars segera menaiki tangga untuk menuju kamarnya.
Mars tak merasa aneh saat lampu kamarnya mati. Karena memang selalu mati, kalau bukan Mars yang menghidupkan nya. Sedangkan Venus yang mendengar derap langkah kaki Mars segera berdiri dengan kue di tangannya.
"Ahh bentar lagi Mars masuk nih, semoga berhasil hi-hi-hi'" Venus cekikikan.
Mars yang merasa hawa panas di kamarnya, segera membuka bajunya lalu membuka pintu kamar. Dan betapa terkejutnya Mars saat lampu kamar sudah di hidupkan nya. Ada seorang gadis yang memakai dress selutut dan memegang sesuatu di tangannya, sedang membelakangi Mars.
Mars berdehem menetralkan ekspresi terkejutnya. "Ekhemm... maaf siapa" tanya Mars sopan.
Venus tertawa lirih mendengarnya, namun tak membalas ucapan Mars.
"Maaf, dek? mbak? kak? buk? duhh saya ngga tau mau manggil gimana ini. Tapi ini kamar saya dek, mbak, kak, buk" Mars berkata sembari menggaruk-garuk kepalanya.
Venus yang sudah tak tahan pun langsung berbalik dan berteriak "KEJUTAN"
Venus segera menghampiri Mars yang terpatung didepannya.
"Loh? kok kamu diem aja sih? ngga suka yaa sama kejutan yang udah aku siapin buat kamu?" tanya Venus menundukkan kepalanya.
"Haa.. ngga kok. Aku suka tapi aku kaget. Naina bilang kamu ngga bahagi-" ucapan Mars terpotong dengan pelukan hangat sang kekasih.
"Aku bahagia kok, tadi itu aku cuma nyuruh Naina buat nge-prank kamu. Aku aja ngga tau apa yang bakal dia lakuin ke kamu" tegas Venus menjelaskan. "Ayo turun aku udah masak loh tadi, ehh tapi tunggu dulu. Ini aku ada hadiah buat kamu, kamu simpen dulu ntar kalo aku pulang baru buka okeee?" ucap Venus lagi yang hanya di balas anggukan kepala Mars pertanda setuju.