
Entah apa yang ada di pikiran Mars hari ini. Karena sejak bangun tidur tadi ia hanya memikirkan apa Venus baik-baik saja atau sedang dalam masalah.
Akhirnya ia langsung bersiap-siap untuk pergi ke rumah Venus tanpa sarapan. Sesampainya di rumah Venus Mars langsung masuk ke rumah tersebut dan hanya menemukan Tari yang sedang sarapan bersama pembantunya.
"Loh Bun? Venus nya kok ngga ada?" tanya Mars tanpa mengucapkan salam.
"Astagfirullah Mars! salam dulu kalo masuk rumah itu!" kesal Tari.
"Oh iya lupa" Mars pun keluar dari rumah itu dan masuk kembali dengan tak lupa mengucapkan salam.
"Jadi Venus nya kemana Bun?"
"Tumben-tumbenan kamu nyari Venus pagi-pagi?" ucap Tari curiga.
"Ya Allah Bun! kan Mars nanya" cemberut Mars.
"Ha-ha-ha iya iya Mars. Si Venus katanya tadi mau lari pagi di taman" jelas Tari.
"Apa Bun? beneran Venus lari? kok nggak ajak-ajak aku yaaa?" bingung Mars sebab apa pun yang di lakukan Venus pasti dia akan berbasa-basi untuk mengajak Mars walaupun mereka tak pernah akur.
"Ya udah deh Bun, Bi, Mars nyusul Venus dulu yaa assalamualaikum" pamit Mars.
...______________...
Mars terus mencari keberadaan Venus di taman itu namun hasilnya nihil!. Kesal? so pasti. Tapi ia tetap mencari Venus karena ingin sesuatu yang buruk terulang kembali pada Venus seperti kejadian 8 tahun lalu.
"Ahhh Lo kemana sih Ve?" gumam Mars sendiri yang membuat orang-orang yang mendengarnya merasa aneh ( ganteng-ganteng kok gila....)
Terus mencari sampai matanya bertemu pada seseorang yang sedang ia cari saat ini, namun tak seorang diri. Melihat Venus yang sepertinya nyaman dan dapat tertawa lepas dengan orang yang tak di kenalnya itu membuat sakit hati Mars.
"Sial! siapa tuh cowo! bisa-bisanya dia deket sama Venus mana keliatannya akrab banget lagi!" hati makin panas saat melihat Venus di mau-mau saja di gendong oleh orang itu.
"Ahh whatever! yang penting dia ngga papa" ucap Mars yang masih melihat ke arah Venus dan orang yang tak di kenal.
..._____________...
Tanggal merah adalah hari kesenangan bagi sebagian siswa. Karena dapat libur tanpa harus di hukum. Ya iyalah ngga di hukum ini kan hari libur nasional.
Seperti hari ini, saat Mars ingin main ke rumah Venus yang ada hanya bundanya saja. Orang yang ingin di lihat telah hilang bersama sahabatnya.
"Apaan dah! gue ngga pernah bisa Deket sama Venus! Gue ngga paham lagi mau gimana" kesal Mars yang selalu di abaikan oleh Venus. "Mana kemaren gue liat dia di gendong cowo lain lagi ahh bang*at"
"Lo itu kurang usaha bro! Lo pikir Venus yang dari dulu udah benci sama lo bisa dengan mudah nya bakal baik sama lo? yaa kagak lah oon!" cerocos Abrol. "Nah apalagi sekarang kek yang Lo bilang tadi, dia udah Deket sama cowo lainkan? udah lah banyak uang mau sama lo itu Mars kenapa harus terpaku cuma sama dia doang? cewe banyak bro" nasehat Abrol.
"Iya cewe di dunia bukan dia doang! Lo enak ngomong gitu bro. Hati gue yang milih dia bukan gue. Lo pikir gue mau gini terus? ya kagak lah"
"Dihh bahasa Lo berat juga ternyata" ledek Abrol. "Oh iye sebenarnya si Venus punya masalah apasih sama lo? kok bisa gini banget?" tanya Abrol lagi.
"Entahlah. Kadang gue juga bingung kenapa Venus bisa sebenci ini sama gue" Mars mulai mengacak-acak rambutnya. "Sorry bro, gue belum bisa cerita masalah ini sama lo" ucap Mars bersalah.
"Santai aja gapapa kok. Ehh by the way kira-kira mereka kemana yaa? gue mau ganggu Naina" ucap Abrol sambil cengengesan.
"Kalo gue tau udah dari tadi gue ke sono gob*ok" kesal Mars.
"Lah? kok ngamok?"
"Elu ngeselin ******" hujat Mars. "Dahlah gue pulang dulu BYE!"
"WOI KALO MAU PULANG ITU SALAM DULU ******!" teriak Abrol pada Mars yang telah berlalu.
~
~
~
Lanjut? oke dahh tapi tunggu lulus review yaaa. Walau yang banyak ngga baca tapi aku tetap mau bilang makasih buat kalian yang udah mau luangin waktu cuma buat baca cerita gak jelas kek gini. TERIMAKASIH 🙏💙
SEKIAN DULU ASSALAMUALAIKUM DAN TERIMAKASIH
BYE...
BYE...