Mars Vs Venus

Mars Vs Venus
MARS VS VENUS 046



...*Aku pernah berpikir kamu bukanlah jodohku. Tapi ternyata bener yaa lagunya Afgan. Jodoh pasti bertemu*...


...~...


...~...


...~...


...Venus Arleta Queenzeela...


Kemarin, pada tanggal 20 April. Venus menyandang status sebagai istri dari Mars Putra Bagaskara. Cinta pertama nya, pacar pertamanya dan mantan pertamanya. Dan pada hari ini Mars akan menjadi orang pertama yang dilihatnya saat bangun tidur.


Syok. Itu yang di rasakan Venus saat mendengar penuturan dari ayah dan bundanya. Mereka mengatakan bahwa Mars sudah menikahinya. Lebih tepatnya telah mengucapkan janji sehidup semati, dan akan menerima semua kekurangan dan kelebihan yang dimiliki Venus. Mengambil alih tanggung jawab Venus dari pundak ayahnya, sekarang menjadi di pundak Mars.


Pagi ini masih di hotel yang sama. Venus terbangun dari tidurnya. Melihat ke samping ada Mars disana. Di tatapnya Mars yang masih terlelap di sana. Tampan. Satu kata yang terlintas di benak Venus.


"Aku ganteng yaa?" tiba-tiba Mars membuka matanya.


"Aku masih heran kok nama di undangan nya beda?" tanya Venus.


"Pasti kamu nggak baca undangannya kan? Sejak awal undangan itu adalah nama kita" Mars mencolek-colek hidung Venus.


"Masa sihhhh"


"Iyaa bentar" Mars bangkit dan berjalan menuju meja kecil di dekat meja makan. "Nih liat" Mars memberikan undangan yang sama dengan yang di berikan oleh Stela kemarin lusa.


Venus membacanya. Dan benar saja tak ada nama Stela disana. Melainkan namanya sendiri.


"Gimana masih nggak percaya juga?"


"Kok bisa sih?"


"Mau denger cerita?" tawar Mars


"Mauuuu" ujar Venus dengan nada manja.


"Setelah aku liat kamu sama Meteor waktu itu. Aku langsung pulang dan nemui Rara. Ingat Rara kan?" tanya Mars.


"Ingat! cewe pintar yang aku kira dia pacar kamu dulu. Soalnya kalian Deket banget" balas Venus sedikit kesal.


"Haha mana mungkin aku sama dia. Dianya aja cinta sama Lintang" Mars terkekeh kecil. "Oke lanjut yaa. Aku cerita semua ke dia. Dia bilang aku harus nurutin kata hati aku. Dan ini kata hati aku. Mau terus hidup sama kamu. Tapii..." Mars menggantung ucapan nya.


"Tapiii?"


"Tapi aku harus menerima syarat dari Mama. Mama bilang kalau aku nikah sama kamu, aku harus siap bukan hanya siap materi, tapi juga siap batin. Kamu degil soalnya" Mars menggoda Venus.


"Ekhemm kode yaa?" tanya Mars dengan wajah yang dibuat se-tengil mungkin.


"Kode apaan?"


"Mau minta aku cium yaaa? Kan malam tadi kita nggak jadi malam pertama" saut Mars dengan gamblang.


"Ihh apaan. Nggak ada tuh!"


"Aku nggak akan maksa kamu. Selagi kamu belum siap, aku nggak akan minta hak aku. Yaa walau nanti aku harus sering-sering ke kamar mandi hehe" Venus membulatkan matanya mendengar ucapan Mars yang sedikit mesum.


"Jalan-jalan yuk" Venus mengalihkan pembicaraan mereka.


"Ayo"


...***...


Sekarang Mars dan Venus sedang berada di taman yang dulu sering mereka datangi berdua. Mereka ingin mengulang kisah yang dulu sempat terputus tiba-tiba.


Menatap air danau yang tenang.Duduk di sebuah bangku kosong hanya berdua. Pastinya sekarang nggak ada setannya. Udah halal soalnya.


"Kamu nggak mau nanya soal undangan yang di kasi Stela gitu?" Mars memulai pembicaraan.


"Iya ya. Kok dia tau aku wisuda waktu itu? Lagian juga kenapa dia bilang kalau dia yang nikah" tanya Venus.


"Dia emang mau nikah sama Meteor. Tapi dua bulan setelah kita nikah" hening sesaat.


"Mars"


"Ya?"


"Aku dulu pernah berpikir kamu bukanlah jodohku. Tapi ternyata bener yaa lagunya Afgan. Jodoh pasti bertemu" Venus menggenggam erat tangan Mars. "Jangan tinggalin aku kayak dulu lagi yaa. Udah cukup dulu aja, sekarang dan seterusnya jangan" pinta Venus.


"Seharusnya aku yang ngomong gitu ke kamu. Jangan putuskan suatu masalah terlalu cepat. Aku juga nggak mau kalo harus pisah sama kamu lagi. Dulu sewaktu aku pisah sama kamu, kerjaan ku cuma belajar, bisnis, belajar, bisnis. Nggak ada yang lain, karna kalau aku berhenti sebentar maka aku akan ingat kamu. Sakit"


Mars menarik tangan Venus menuju dada sebelah kiri. "Jantung aku lemah kalau jauh dari kamu"


...***...


Nggak bisa buat adegan uwu😭


udah lah see you next chapter 😗