
Sesuai dengan ucapannya kemarin sore. Hari ini Venus sudah menyiapkan banyak makanan dan semua adalah hasil dari jerih payah Venus sendiri. Ia merasa bersyukur akhirnya setelah sekian lama hanya di suruh bunda untuk masak, sekarang ia bisa sedikit berbangga diri.
"Hah! selesai juga" Venus menatap kagum masakannya. Harum semerbak bau masakan sangat menggoda. "Pasti Mars suka yey!" Venus bersorak kegirangan sambil bertepuk tangan.
"Udah selesai sayang" tanya bunda Mentari pada Venus. Dengan antusias Venus menganggukkan kepalanya.
"Udah dong, bundaaa, Ve minta tolong" rengek Venus.
"Apa sayang"
"Bunda bantuin Ve masukin rantang yaa. Ve mau siap-siap dulu"
"Iya sayang. Sana siap-siap yang cantik yaa"
"Siap bunda"
Venus segera berlari menuju kamar. Dengan bersenandung kecil ia bersiap-siap, berharap Mars dan mama-nya akan suka dengan masakan yang sudah di siapkan diri-nya tadi.
"BUNDAAAA VE UDAH SIAP" teriak Venus sambil berlari menuju dapur.
"Aduh sayang jangan teriak-teriak ini bukan hutan" celetuk Mentari.
"Hehe mangap Bun" cengir Venus
"Mangap-mangap, mingkem coba" kesal Mentari
"Ihh bunda malah ngelawak, dikit lagi sih pasti lucu ha-ha" Venus menggoda sang Bunda.
...***...
Venus sudah berada di depan gerbang rumah Mars. Tinggal membuka gerbang saja ia sudah bisa berada di dalam kawasan rumah itu. Tapi langkah nya terhenti saat melihat Mars yang sedang bersenda gurau bersama Stela.
"Apaan begitu, sok romantis, jijik deh" gumam Venus saat melihat Mars yang sedang meniup pelan mata Stela yang mungkin kemasukan sesuatu atau hanya modus saja.
"Ekhemm" tak ada jawaban.
'Budek yaa ternyata' batin Venus.
"Ekhemm" masih tak ada jawaban.
"Romantis banget yaa guys, sampe ngga ngeliat gue ad disini" celetuk Venus keras.
BRUK...
ARGHHH...
Tau itu suara apa?
Hayo tebak.
"Kamu ngga kenapa-kenapa Stel?" panik Mars. Udah tau kan tadi tang bunyi apaan? Yeyy tempat sekali, selamat 100 buat kamu.
Stela terjatuh dengan posisi yang sangat tidak cantik.
"Au sakit kak kaki-nya" rintih Stela mengusap kaki-nya pelan.
"Ayo sini gue gendong" Mars segera mengangkat tubuh Stela ala bridal style.
'Ohh jadi gini rasanya di cuek'in sama pacar sendiri' Venus memegang dadanya. Berasa seperti ada pisau tak kasat mata telah tertanam di dalamnya.
Akhirnya Venus kembali pulang kerumahnya. Merasa tak ada gunanya dia ada di rumah ini. See baru dua hari dengan hari ini Stela berada di rumah Mars, dan Mars sudah melupakannya begitu saja. Bagaimana jika Stela berada di sini sebulan, seperti yang di ucapkan oleh Mama Mars kemarin.
...***...
Hari ini adalah hari pertama Ospek para Maru (Mahasiswa Baru) universitas Dermaga. Semua Maru di kumpulkan di lapangan kampus. Lengkap dengan peralatan yang sudah di siapkan oleh mereka.
Penampilan Venus sangat lucu. Rambut yang di ikat dua dengan tali rafia yang sesuai dengan tanggal lahir nya. Dengan sebuah tas dari karung, nametag yang dibuat dari kardus dan kaos kaki yang berbeda satu sama lain. Tapi Venus tetap cantik. Yaa karena udah kodratnya, mau gimanapun kalau dia udah cantik mah tetap cantik aja. Venus sekelas KABBY HUI guys yaa cantik dong.
"Heran gue sama lo Ve, udah dandan kek badut masih cakep aja sih" ucap Rani salah satu Maru yang sudah berkenalan dengan Venus.
"Apaan dah jelek gini di bilang cakep"
"Kalo bentukan Lo gini di bilang jelek, apa kabar sama kita yang udah bener-bener jelek dari Sono nya?" sungut Dira.
"Kita semua cantik kok, ngga ada sejarahnya cewe ganteng Diraa" bahas Naina yang jengah dengan teman barunya. Pasalnya sejak tadi yang dilakukan mereka adalah mengagumi Venus.
Diberitahukan kepada seluruh mahasiswa baru untuk berbaris di lapangan, sesuai dengan gugus masing-masing. Sekali lagi diberitahukan kepada seluruh mahasiswa baru untuk berbaris di lapangan, sesuai dengan gugus masing-masing.