
Dua Bulan Kemudian...
Kandungan Venus sudah memasuki bulan ke sembilan. Itu artinya sebentar lagi ia akan melahirkan. Menurut dokter yang menangani Venus. HPL nya sekitar seminggu lagi. Dan itu membuat Mars semakin resah dan semakin overprotektif.
Bukan hanya Mars yang overprotektif. Tapi Ayah Bunda Venus dan Mama Papa Mars juga. Selain itu, Naina yang juga sedang mengandung malah menginap di rumah Venus dengan alasan, kalau nanti Venus lahiran ia tak akan mendapat kabar terakhir.
Venus yang merasa di kekang hanya bisa pasrah. Pernah tempo hari. Tepatnya saat kandungan Venus delapan bulan. Saat itu Venus sedang mengidam minum es tebu di malam hari. Namun sayang, ia tak berani membangunkan Mars yang memang sudah lelah karena banyak pekerjaan.
Jadi lah ia keluar sendirian, mencari pedagang es tebu yang pastinya tidak akan ada. Sedangkan Mars yang masih tertidur ingin memeluk Venus dan mengelus perut nya. Namun tak mendapati orang yang dicari. Seketika panik dan langsung berlari mencari.
Setelah berkeliling rumah mencari Venus, tetap tak bertemu. Mars yang khawatir tingkat tinggi langsung menelpon polisi atas kehilangan istrinya.
Hal itulah sebabnya Venus tak lagi nekat keluar rumah sendiri.
"Sayanggg," Mars datang dengan banyak paper bag di tangannya.
"Waalaikumsalam mas," sindir halus Venus.
"Ehh lupa sayang. Assalamualaikum wahai bidadari surga ku," gombal Mars.
"Waalaikumsalam imam ku," jawab Venus. "Ngomong-ngomong kamu bawa apa mas?" tanya Venus.
"Ohh ini," Mars mengangkat paper bag nya. "Ini baju bayi. Tadi aku ada meeting di mall Plaza. Pas banget ngelewatin toko perlengkapan bayi. Ehh aku jadi tertarik untuk beli disana, niatnya sih cuma mau beli tiga sampai lima pasang aja ehh kebablasan beli segini hehe. Maaf yaa,"
"Lain kali jangan gitu lagi ya mas. Baju bayi kita kan udah banyak ini. Takutnya nggak ke pake," ujar Venus. "Bukannya aku ngelarang kamu perhatian sama anak kita. Tapi kan kebutuhan kita yang lain masih ada," lanjut Venus.
"Tenang sayang uang aku nggak akan habis sampai tujuh turunan," sombong Mars.
"Sombong kamu sttt," Venus meringis pelan.
"Kenapa?" panik Mars.
"Ngga papa ihh, cuma kontraksi sedikit doang,"
"Bener?"
"Ke rumah sakit yaa? aku takut kamu kontraksi lagi,"
"Nggak mas, ssttt," Venus merasa kontraksi nya semakin sering. Jujur saja memang sejak setelah selesai solat subuh tadi Venus sudah kontraksi kecil yang hanya sebentar.
Tapi ini semakin sering. Dan itu menandakan ia akan segera melahirkan.
"Mas kayak nya bener deh. Aku ahh mau lahiran," ucap Venus.
"Ohh oke-oke tahan yaa," tawar Mars.
"Cepetan mas ahh sa-sakit," rintih Venus.
"Iya-iya,"
Mars langsung menggendong Venus, dan berteriak memanggil seluruh isi rumah.
Dalam pikiran Mars hanya ada Venus sekarang. Sangking paniknya ia lupa masuk ke dalam mobilnya. Ia malah menggendong Venus sambil berlari menuju luar pagar rumah nya.
"Mass kamu lupa kita punya mobil? kalo kamu lari sepuluh menit kita belum keluar pagar masss," ujar Venus greget.
"Oh iya lupa maap,"
Mars kembali memutar badannya menuju mobil terdekat. Dengan kecepatan penuh ia menuju rumah sakitnya.
"Dokter-dokter istri saya mau lahiran tolong," Mars lagi-lagi seperti orang gila yang berteriak-teriak tak tentu arah. Bahkan ia membawa Venus menuju IGD bukan ruang bersalin. Sungguh ajaib sekali kamu Mars.
"Baik tuan muda. Sebaiknya nyonya muda kita bawa ke ruang bersalin bukan ke IGD," sahut salah satu dokter.
"Kenapa tidak kamu bilang dari tadi,"
...***...
Setelah lebih dari 28 hari Ika nggak update. Akhirnya update jugaaaaaa. Selain karena bingung dengan masalah persalinan Ika juga pusing dengan tugas sekolah yang semakin banyak. Huh! mungkin efek samping karena Ika bakal UKK gaesss.