
...Semangat puasa nya hari ini guysss. Kuat yaa sampai ntar buka puasa....
...Happy reading 💚...
"Permisi Bu, saya mau minta izin untuk siswa dari SMA negeri 35 atas nama Vero Alando Bu" ujar Venus pada salah seorang guru piket.
"Kemana dia? ini kan ujian terakhir kok ngga masuk" tanya guru tersebut.
"Dia ada kok Bu, lagi di UKS. Soalnya tadi dia habis jatuh Bu, jadi sekarang istirahat di UKS. Kalo ibu ngga percaya silahkan ibu ikut saya ke UKS" jelas Venus.
"Oke kita ke UKS sekarang" guru tersebut mengiyakan ajakan Venus karena ia merasa tak percaya.
Sesampainya di UKS Venus segera menunjuk kan seorang siswa yang sedang terbaring di ranjang UKS. Dengan kondisi tubuh yang penuh luka, guru itu pun percaya dan akan mengirim seorang guru pengawas untuk Vero.
"Ver gue ke kelas yaa, udah mau bel soalnya. Lo ngga pa-pa kan gue tinggal?" tanya Venus.
"Iya ngga pa-pa, paling bentar lagi pengawas nya datang" jawab Vero mantap.
Venus pun benar-benar pergi dari UKS. Meninggalkan Vero yang masih duduk sembari menatap punggung Venus yang semakin mengecil.
Vero memang sepupu Venus, namun Vero tak pernah menganggap Venus sebagai adik nya. Tapi ia selalu menganggap Venus sebagai wanita.
"Kapan gue bisa jujur sama perasaan gue sama lo Ve?" lirih Vero yang masih melihat ke arah Venus yang sudah tak ada di sana.
Sedangkan di tempat lain. Tempatnya di kelas Mars, ia sedang mengerjakan ujiannya. Namun pikiran nya tak fokus untuk ujian. Ia masih memikirkan Venus dan Vero.
Sebenarnya ia tak ingin memukuli Vero seperti itu. Namun matanya dapat melihat bahwa Vero menatap Venus dengan penuh damba. Meskipun Venus berkata Vero hanya sepupunya, namun tak ada larangan mereka untuk menikah.
"Mars!"
"Mars!"
"MARS PUTRA BAGASKARA KAMU DENGAR SAYA TIDAK?" teriak pengawas di kelas itu.
"Ya?" jawab Mars bingung.
"Kamu kenapa bengong? apa kamu sudah selesai mengerjakan ujiannya hah!?" bentak pengawas.
"Emm sudah Bu" jawab Mars pelan.
"Kumpulkan, setelah itu kamu boleh keluar" ujar pengawas itu.
Tanpa pikir panjang lagi mars segera mengumpulkan lembar ujian miliknya. Setelah itu ia meninggalkan kelasnya.
"Ini semua gara-gara si Vero nih!" Mars menendang-nendang kerikil yang ada di dekatnya.
Sedangkan Venus sekarang tengah mengerjakan ujiannya. Ia merasa tak ada beban. Sejak masuk kelas tadi ia melepas semua pikiran tadi. Masalah yang di buat oleh Mars dan kondisi Vero. Ia tak peduli untuk sekarang. Yang ia pikirkan adalah segera menyelesaikan ujian ini lalu keluar dan melihat Vero.
Tak perlu banyak waktu. Venus sudah menyelesaikan semua soal yang ada di ujian ini. Dengan senang hati Venus menyerahkan lembar jawabannya dan mengambil tas di depan.
Saat membereskan barang-barang nya ia melihat gantungan kunci couple-lan miliknya dan Mars. Venus tersentak sebentar lalu bergumam kesal.
"Rese ya kamu Mars! Cemburuan sama Vero. Padahal udah jelas-jelas Vero itu saudara aku. Dasar posesif, protektif, pemarah, pedofil ehh? Pedofil apaan yaa? dia kan suka aku bukan anak TK" ucap Venus yang tanpa sadar mengatakan semua dengan suara yang lumayan keras.
"Venus Arleta Queenzeela kalau sudah selesai silahkan keluar jangan mengganggu teman kamu yang lain!" tegur guru pengawas.
"Maaf pak. Kalau begitu saya permisi" Venus segera keluar kelas dengan tergesa-gesa.
"Bisa-bisanya gue ngomong gitu di depan banyak orang. Astagfirullah malu banget gue huhu" Venus membentur-benturkan kepala nya di dinding.
Venus Berhenti saat ada tangan yang menghalangi kepalanya untuk membentur dinding.
"Jangan siksa diri sendiri. Kalau marah sama aku pukul aku jangan lukai diri kamu" tegur Mars yang tiba-tiba ada di samping Venus.
Venus menatap Mars sengit "Apaan lo? ngga usah sok peduli sama gue" ketus Venus.
"Sok-sok'an peduli sama gue padahal kelakuan ngga bedanya sama preman. Dasar breng--"
Cup..
Seketika Venus terdiam saat Mars mencium bibirnya.
'An'jir nih orang main nyosor-nyosor aja' batin Venus.
Sesaat Mars mendiamkan bibir nya di bibir Venus. Ia sengaja tidak menggerakkan bibirnya, agar Venus mau berinisiatif sendiri. Lalu menggerakkan bibirnya dan melu'mat penuh cinta. Namun realita tak semanis ekspetasi, nyatanya Venus malah mengigit bibir Mars keras
"Apa-apaan sih lo nyosor-nyosor aja. Ntar ada yang liat gimana? ini masih di sekolah an'jir" Marah Venus.
"Auu sakit Ve. Masa gitu aja udah kdrt sih" jawab Mars.
"Kdrt pala lu peang" sungut Venus.
"Ya Allah sayang mulutnya kasar banget sih" kesal Mars yang sejak tadi mendengar Venus mengucapkan kalimat 'lo-gue' karena itu berarti Venus masih marah padanya.