Mars Vs Venus

Mars Vs Venus
MARS VS VENUS 045



...*Nggak papa nge-halu dulu. Yang penting sekarang kamu milik aku*...


...~...


...~...


...~...


...Mars Putra Bagaskara...


Venus sudah tampil rapi dengan gaun pengantin impiannya dan make-up natural. Sudah satu jam Venus masih terkurung di kamar bernuansa pengantin itu.


Venus POV.


Handphone ku pun sudah di sita Mars sebelum masuk ke kamar. Satu-satunya cara hanya dengan lewat balkon. Tapi sepertinya itu tidak mungkin. Kamar ini letaknya paling tinggi.


Tadi saat ditarik Mars aku melihat dia menekan nomor 25. Sepertinya ini ruang VVIP. Huh! dasar Mars ngeselin.


Aku mendekat ke arah balkon. Benar saja! ini sangat tinggi. Mana mungkin aku bisa melompati nya. Yang ada aku mati sia-sia.


"ARGHHH MARS STRESS MATI AJA KAMU!" Teriakku frustrasi.


"Mau keluar aaaa Mars setannnnnn" kesal sekali. Apa sih maunya Mars. Mentang-mentang mau nikah aku nggak boleh liat. Emang kenapa kalau aku liat. Takut aku sakit hati, iya sih sakit hati tapi kan aku udah di undang buat kesini gimana sih.


Ceklek


Aku mendengar suara pintu di buka. Tapi aku sengaja tidak masuk lagi kedalam. Biar tau rasa orang yang buka pintu.


"Ve? Kamu dimana? Ve" Mars. Itu suara Mars. Aku pun mengintip di sela-sela gorden yang terbuka sedikit. Tampan sekali Mars pake itu.


"No! Ingat Ve dia laki orang" gumam ku.


"Ve? Kamu dimana sayang?"


Arghhh! Kenapa pake deep voice sih. Kan kegoda iman aku. Masuk aja kali yaa.


"Apa!" aku memutuskan untuk masuk kembali ke dalam.


"Kenapa di luar hmm?" Setann kenapa makin ganteng sih dia gitu.


"Kepo banget sih!" ujar ku gregetan. Kenapa setelah jadi suami orang Mars jadi makin ganteng dan ahh sudah lah.


Mars memperhatikan ku yang masih gregetan. Mars mulai berjalan mendekati ku.


"Aku ganteng ya?" tanya Mars dengan wajah mesum.


Percaya diri sekali anda!


"Ehh jangan di pukul ntar sakit" Mars mengusap bibirku perlahan.


Aku terpaku saat Mars meniup telinga ku. Merinding dan arghh tak bisa di ungkapkan dengan kata-kata.


"Boleh cium?" apa-apaan dia! Sudah beristri malah minta cium dengan mantan. Sungguh lucnut sekali dia.


Aku menepis kasar tangan Mars di pipiku. "Gila kamu! Ingat istri. Udah punya istri malah minta cium mantan. Gini-nih kalo waktu pembagian otak datangnya paling telat. Jadi dapat sisa kan"


"Nggak papa kamu nistain aku, yang penting sekarang dah nikah sama orang yang nistain aku" Mars mencium lembut tanganku.


"Ohh jadi Stela sering nistain kamu? kasian yaa" sengaja aku berbicara dengan nada mengejek agar Mars kesal. Tapi nyatanya dia malah tertawa ngakak. Dan itu berefek pada kinerja jantung ku.


"Bukan Stela, sayang. Tapi kamu. Kamu Venus Arleta Queenzeela binti Vabio David Queenzee" Ini prank kan.


"Halu kamu ya! Bangun deh! jelas-jelas kamu nikah sama Stela. Gila nih emang" Bisa-bisanya dia bilang nikah sama aku? Kayaknya bukan pas pembagian otak ketinggalan deh. Tapi nggak kebagian.


"Nggak papa nge-halu dulu. Yang penting sekarang kamu milik aku" ujarnya sambil menatap lekat kedua mata ku. "Ayo turun ratu" Mars menarik tanganku dengan kelembutan, seolah aku adalah barang yang mudah hancur bila di perlakukan dengan sedikit keras.


Venus POV end.


Venus berjalan di samping Mars yang masih setia merangkul mesra pinggangnya. Entah mengapa Venus merasa bahwa dia lah pengantin perempuannya. Bukan Stela.


Bagaimana tidak. Dari awal ia datang hingga di dandani layaknya pengantin oleh MUA, gaun indah yang sama dengan gaun pernikahan impiannya, dan di jemput oleh Mars.


Sesampainya di ballroom tempat acara berlangsung. Venus membeku melihat sekeliling nya. Sudah ada ayah dan bundanya, Naina dan Abrol, lalu Stela bersama Meteor. Ada apa ini.


"Mars kok Stela sama kak Mete?" Venus meminta penjelasan pada Mars.


"Mereka pacaran sayang"


"Apa?" Venus terkejut mendengar ucapan Mars. Sejak kapan Stela dan Meteor dekat. Bukan kah.


"Sejak kapan mereka dekat? Bukannya kak Mete lanjut studi di Universitas Gajahmada" lanjut Venus.


"Aku sama Stela pindah ke Universitas Gajahmada sayang. Ketemu disana" Jelas Mars singkat.


"Ayo kita ke pelaminan"


...***...


Setelah sekian lamaaaa. Baru lah aku update. Karena ide kagak muncul-muncul.


Nggak perlu banyak bacott.


Sampai ketemu di chapter depan dadah😗