
Kita persingkat aja yaa guys, takutnya Ika lupa lagi. Mumpung lagi libur PKL, oke dah lanjut.
...Happy reading 💚...
...~...
...~...
...~...
Kelulusan sudah di depan mata. Hubungan Mars dan Venus semakin membaik, meski ada pertengkaran kecil yang mewarnai hubungan mereka. Anggap saja itu bumbu pemanis dalam hubungan itu.
Tentang Meteor, lelaki itu sudah merelakan Venus bersama Mars. Setelah kejadian Mars dan Venus yang hampir putus karena, Venus pergi tanpa izin bersamanya.
"Kalo sampe Lo nyakitin Venus suatu hari nanti, jangan salahin, kalo gue rebut Venus dari lo. Paham Lo!" ancam Meteor pada Mars.
"Tenang aja, gue ngga bakal nyakitin orang yang dari dulu udah gue sayang" tegas Mars mengecup tangan Venus, bermaksud memamerkan kemesraan nya bersama Venus.
"Gue pegang ucapan Lo" Meteor pergi dari hadapan mereka. Sebenarnya Meteor tak ingin merelakan Venus begitu saja, sebab Venus cinta pertamanya. Sesuai janjinya, jika Venus tersakiti maka dia yang akan menyembuhkan.
...***...
Hari ini merupakan hari terakhir SMA Dermaga Ujian Nasional. Persaingan ketat kembali di lakukan Mars dan Venus. Mereka tak akan saling sayang dalam hal satu ini. Mereka ingin namanya lah yang menjadi lulusan terbaik angkatan mereka.
Flashback On
Mars dan Venus sedang belajar bersama di rumah Venus. Pastinya disana ada sahabat Dajjal ehh salah, sahabat karib mereka yaitu Abrol dan Naina. Mereka sepakat akan terus belajar bersama di rumah yang berbeda.
"Ve lo ngga bosan apa belajar Mulu?" tanya Naina yang sudah mengantuk. Pasalnya mereka sudah memulai pembelajaran sepulangnya mereka dari sekolah. Yaitu dari jam 11.00 WIB, hari ini sekolah mereka pulang cepat karena guru rapat mengenai UN SMA Dermaga.
"Ngga gue mau ngalahin tu orang!" sahut Venus.
"Orang mana Ve?" Abrol yang paham langsung menjadi provokator.
"Itu tuh, cowo paling pinter sekolah kita" sindir Venus.
"Ohh gue tau! ihh kalo gue sih yaa Ve, mau mati-matian belajar asal bisa ngalahin tu orang" Abrol kembali memanas-manaskan suasana. "Sombong pasti tu orang ya kan Ve? mentang-mentang juara terus, ngga mau ngajarin yang ngga paham" lanjut Abrol.
"Iya! pokoknya gue harus menang kali ini!" ucap Venus yang sudah termakan pancingan Abrol.
Mars yang sudah tau maksud dari 'Tu Orang' hanya menghela nafas panjang. Emang dasar Abrol bang'sat, bisa-bisanya dia memprovokasi Venus.
"Kalo mau nyindir tuh sebut nama! bukan malah bilang 'tu orang, tu orang mulu'" kesal Mars yang lelah di sindir.
Yess masuk!' girang Abrol dalam hatinya, karena dapat membuat suasana belajar menjadi panas.
Sedangkan Mars dan Venus tatap-tatapan. Seolah ada api yang keluar dari bola mata mereka.
"Gue yakin gue yang menang!" ujar mereka serempak. Dengan tangan yang mengepal dan buku yang sudah lecek akibat di remas.
"Oke! deal! kamu juga jangan ke rumah aku selama kita ujian!" balas Mars.
Lalu mereka berdua kembali mencoba mengerjakan contoh soal yang ada di buku. Sangking seriusnya mereka hingga tak menyadari bahwa Abrol dan Naina sudah kabur dari tempat belajar.
Flashback end
"Gila, gila, gila. Lo beneran kagak nge-hubungin Venus dua Minggu ini? parah sih, kalo sampai Venus Deket sama anak sekolah lain gimane bro? kagak lupa Lo SMA negeri 35 itu numpang di sini?" Abrol tak habis pikir dengan kelakuan dia temannya ini. Mereka benar-benar melakukannya, seolah mereka berdua tak saling kenal. Banyak yang meng-klaim kalo hubungan mereka sudah berakhir.
"Ya gitu deh, kan semua bermula dari Lo juga bang'sat"
"Mana gue tau kalo berakhir gini. Lo tau kagak? ada satu anak SMA negeri 35 yang sekelas sama si Venus. Dia ngedeketin Venus, mereka sering pulang bareng" lagi-lagi Abrol menjadi setan pemanas hati Mars.
"Lo jangan ngadi-ngadi yaa!" wajah Mars memerah kesal. Ia segera berdiri dan berjalan cepat, entah kemana.
Di sisi lain, Venus sedang mengajari saah satu teman barunya yang tidak paham contoh soal yang sudah di berikan sekolahnya.
"Ini gimana Ve? dari tadi gue ngerjain salah Mulu deh kayaknya" ucap Vero (anak SMA negeri 35)
"Ohh ini tuh pake rumus yang ini" jawab Venus menunjuk rumus yang harus di gunakan oleh Vero.
Tanpa mereka sadari Mars sudah berdiri di depan pintu kelas, dengan wajah yang merah padam. Seperti akan membunuh orang di sekitar nya.
Brakk..
Venus dan Vero terkejut tiba-tiba meja yang ada tepat di depan mereka terjatuh.
"Ooww gini yaa kelakuan kamu! Pantes yaa minta jangan hubungi selama ujian. Ternyata ada yang lain disini" sindir Mars.
"Apa-apaan sih Mars! kita lagi belajar juga. Maksud kamu apa haa? nendang-nendang meja gini" sahut Venus marah.
"Kamu selingkuh?!" tuduh Mars.
"Kalo ngomong jangan ngaco! kita lagi belajar bukan selingkuh" sanggah Venus.
"Belajar apaan duduk dempet-dempetan, kenapa ngga sekalian aja pangku-pangkuan" kesal Mars.
Vero yang tak paham situasi tanpa malu malah ikut bersuara membela Venus.
"Emang lo siapa marah-marah'in adek gue!"
"Adek? sejak kapan kamu punya saudara Ve?" tanya Mars heran.
"MAKANYA KALO BELUM TAU TU JANGAN MAIN ASAL TUDIH AJA! INI TUH SEPUPU AKU, ANAK TANTE MIRA" teriak Venus kesal.
"Ya maap, aku kan ngga pernah liat anaknya Tante Mira" jawab Mars lirih.