Mars Vs Venus

Mars Vs Venus
MARS VS VENUS 028



"Kamu ngapain sih kesini? pake acara ngamuk-ngamuk ngga jelas lagi. Mau di anggap jagoan hah? ke kelas orang tu yang sopan, ini malah nyari perkara" marah Venus.


"Ya kan aku kangen gitu sama kamu. Hampir dua Minggu loh ngga ketemuan, ehh ketemu sih, tapi kamu sok-sok ngga kenal aku" jelas Mars.


"Yaa kangen sih kangen, jangan gini juga dong. Kamu marah-marah sama kakak aku. Minta maaf sana!" sentak Venus.


"Iya" jawab Mars lesu.


Mars segera menatap Vero yang masih duduk di kursinya. Dengan sigap Mars merangkul bahu Vero SKSD (Sok Kenal Sok Dekat!) tau kan yaa.


"Kak maap yaa" ucap Mars dengan wajah yang memelas. "Tadi beneran deh gue ngga tau kalo lo saudara nya Venus" lanjut Mars.


Vero menatap Venus sebentar, seolah mencari persetujuan, memaafkan Mars atau tidak.


"Walau pun gue bukan saudara Venus, Lo ngga boleh juga tiba-tiba marah-marah ngga jelas gitu. Siapa tau kan mereka memang lagi selingkuh hehe" Vero menggoda Mars.


"Jadi ini yang bener yang mana. Lo saudara Venus atau bukan?" Mars berubah bodoh kalau menyangkut persoalan Venus.


"Emm gimana yaa? Ve ini kasi tau ngga?" ucap Vero pura-pura bingung.


"Ve dia saudara kamu atau bukan sih. Kok tatapannya kayak gitu" Mars berteriak karena mulai kesal.


"Ve kasih tau aja yaa yang sebenarnya. Kasian juga dia" lagi-lagi Vero menggoda Mars dengan bersuara manja saat berbicara pada Venus.


Bola mata Mars membesar, ia jijik mendengar suara Vero yang seolah-olah di buat manja-manja. Ia bergidik ngeri.


"Mars, sebenarnya gue itu udah lama pengen bilang ini sama lo. Tapi Venus ngelarang, gue juga sebenarnya kasian ngeliat lo. Apalagi hubungan kalian setiap ujian pasti ngga berjalan mulus" Vero berucap asal. Ia sendiri tak paham apa yang ia bicarakan, entah mengapa melihat wajah merah karena marah milik Mars membuat nya terhibur.


Bugh...


Saking kesalnya mendengar ucapan Vero, Mars tak lagi dapat menahan amarahnya. Dengan cepat dia melepas rangkulan nya pada Vero lalu memukulnya.


"Bacot Lo bang'sat" teriak Mars. Lalu memukul Vero membabi-buta.


Venus segera berdiri dan berteriak histeris. Bagaimana tidak histeris, saudara sepupunya di pukul habis-habisan oleh pacarnya.


"WOI MARSSSSS GILA LO HAA. NTAR ANAK ORANG MATI!" Abrol segera memisahkan Mars yang tak henti-hentinya memukul Vero.


Akhirnya Mars melepaskan Vero saat Abrol membanting tubuhnya. "Ngapain Lo mukul anak hah? mau jadi jagoan heh!" Venus menatap Nyalang Mars. Ia tak habis pikir Mars memukul Vero yang notabene sepupu kesayangan nya.


"Lo tau siapa yang Lo pukul habis-habisan ini? Dia sepupu kesayangan gue anj'ing. Kalo sampai dia kenapa-kenapa kita putus!" ancam Venus, lalu meminta bantuan pada Abrol untuk mengangkat Vero yang tak berdaya.


Melihat Venus dan Abrol meninggalkan nya. Membuat amarah Mars semakin menjadi. Apalagi di lihat oleh banyak orang, semakin membuat nya geram.


"Apa lo liat-liat gue" ucap Mars lalu menendang meja yang ada di dekatnya.


...***...


Venus membawa Vero ke UKS. Di sana sudah ada dokter Vana yang menjaga UKS beserta seorang anak PMR yang sepertinya sedang piket.


"Ya Tuhan Venus ini kenapa?" dokter Vana segera mengambil alat untuk memeriksa Vero.


"Bantuin Bu. Ini gara-gara Mars gila!" ketus Venus.


"Loh kok Mars? bukannya kalian pacaran yaa" kepo dokter Vana.


"Ya ampun Bu, kepo banget sih. Ini saya sakit loh, bukannya di obati malah ngepo'in dia" ketus Vero kesal karena tak kunjung di obati.


"Astagfirullah maaf saya lupa"


Setelah selesai membersihkan luka Vero dan mengobati nya, dokter Vana hanya menyuruhnya untuk istirahat. Beruntung nya ujian kelas Vero hari ini siang. Yaa memang begitu peraturan Ujian Nasional di SMA Dermaga. Mereka membagi nya menjadi dua shift, dengan soal yang berbeda-beda.


"Gue belom belajar Vee" rengek Vero.


"Bentar yaa, gue ambil buku dulu di kelas. Jangan kemana-mana, kalo perlu ntar gue minta sama pengawasan supaya Lo ujian di sini aja" ujar Venus.


"Iya serah" Kenapa Vero ngga nolak, karena ujian ini menggunakan paket A,B,C dan D jadi percuma Vero nolak, toh dia ngga akan bisa nyontek.


Venus kembali ke kelasnya, ternyata di sana masih banyak teman-teman nya yang sedang membahas soal bareng. Lalu Venus mengambil tas nya dan juga tak Vero, dan berniat untuk pergi ke ruang guru.