
Seminggu kemudian.
Mars dan Venus sudah baikan. Nilai mereka pun memuaskan, hanya tinggal menunggu hari perpisahan saja. Mars, Venus, Naina dan Abrol sudah janjian untuk masuk ke universitas yang sama.
Untuk masalah Vero. Ia sudah menyerah akan perasaan nya pada Venus. Bahkan sekarang Vero benar-benar menepati janjinya untuk mau menerima Syifa sang kekasih.
Kembali lagi ke Mars Dkk. Mereka sekarang sedang berdiskusi tentang universitas mana yang akan mereka datangi.
"Emm gimana kalau kita liat universitas Dermaga aja" kata Venus yang langsung di hadiahi dengan tatapan tajam dari Mars.
"Harus banget yaa di sana? kangen sama Meteor garden itu hah?!" ketus Mars.
Venus berdecak kesal "Ck, terus mau kemana lagi haa? lagian cuma universitas itu yang paling dekat plus yang belum kita datangi"
"Tapi ngga harus di sana kan?" kekeh Mars.
"Yang Venus bilang itu bener Mars, cuma disana yang belum kita liat. Udah lah kurangi ego Lo, lagian universitas Dermaga itu gede, ya ngga Nai? Ve?" saut Abrol yang ikut kesal dengan sikap posesif Mars.
"Gue sih nurut aja yaa, cape gue" pasrah Naina.
Dapat di dengar kalau Mars mendesah panjang "Oke kita kesana sekarang" putus Mars yang juga sudah lelah.
Sebab dalam hari ini mereka sudah mendatangi 5 universitas terdekat namun tak ada yang sesuai dengan mereka. Alasannya jurusan yang kurang lengkap dan luas universitas yang kurang besar. Ada-ada saja alasan mereka.
Sesampainya di universitas Dermaga mereka segera mengelilingi universitas dan ternyata universitas ini masuk dalam kriteria mereka berempat.
"Gimana? gue sih oke disini" ucap Venus dan Naina serempak.
"Gue juga!" sentak Abrol tiba-tiba.
"Fine demi kalian gue nurut" ketus Mars yang sebenarnya sangat gak ingin masuk ke universitas ini.
Sontak saja mereka bertiga langsung bersorak gembira. Karena tak perlu lagi berkeliling mencari universitas.
"Kuy kita ngambil formulir pendaftaran nya" ujar Naina girang.
"Kuy sama gue aja. Kalian berdua anteng-anteng aja di sini jangan kemana-mana awas kalian yaa" ancam Venus.
Venus dan Naina segera bertanya pada salah satu mahasiswa yang ada di sana. Ternyata formulir pendaftaran itu ada di ketua BEM universitas Dermaga ini.
"Ehh tapi kita lupa tadi nanya ruang ketua BEM dimana" celetuk Naina
"Ohh iya yaa"
"Ehh bentar, tu orang kek nya pernah gue liat deh" ucap Naina menunjukkan salah satu mahasiswa.
Venus mengerutkan keningnya "Kek nya itu Mete deh" jawabnya.
"Mete? kacang Mete?" gurau Naina.
"Bagus tu, ayo kita tanya sama dia" Naina menarik Venus untuk mendekati Meteor. Sepertinya Naina lupa kalau Mars juga sensi kalau melihat Meteor.
"Meteor" teriak Naina memanggil Meteor.
Sedangkan Meteor mendengar ada yang memanggilnya segera melihat ke arah suara. Ternyata di sana ada dua orang perempuan, dan salah satunya adalah orang yang masih ada di dalam hatinya hingga kini.
"Ehh hai" sapa Meteor sedikit canggung.
"Hai kak! kita mau nanya ketua BEM universitas ini siapa yaa? soalnya kita mau daftar disini" cerocos Naina tanpa di minta.
"Ohh kalian nyari ketua BEM?" tanya Meteor.
"Iya kak"
"Ini ketua BEM" santai Meteor.
"Hah?" Venus bingung sebab di dekat nya hanya ada Meteor dan Naina.
...***...
Mars dan Abrol masih setia di tempat mereka. Naina sudah mengancam mereka untuk tidak beranjak dari tempat mereka tadi. Akibatnya Mars dan Abrol masih berdiri mematung di tempat tadi. Bo'doh sekali bukan, apa gunanya hp bagus mereka jika mereka tidak bertemu kan masih bisa menelvon. Sungguh membagongkan.
"Brol kita bakal diri disini sampai mereka datang?" tanya Mars yang sudah cape berdiri sejak tadi. Rasanya betis miliknya sudah seperti betis pemain bola, Keras!
"Emang lo mau Venus marah sama lo haa?" ejek Abrol yang tau Mars takut pada Venus. "Masih pacaran udah gini, gimana ntar kalian nikah yaa? pasti yang jadi kepala keluarga nya Venus ha-ha" Abrol tertawa garing yang hanya di balas tatapan malas dari Mars.
"Mau mati Lo"
"Canda bro"
"Ayo kita ke kantin aja, capek gue di sini udah sejam lebih loh. Emang kemana sih mereka" kesal Mars.
Akhirnya mereka pun pergi meninggalkan tempat yang sudah sejam yang lalu mereka berada. Saat tiba di kantin, banyak tatapan mata yang menatap kagum ke arah mereka. Tau lah yaa cogan lewat so pasti mata cewe langsung terpaku. Canda terpaku.
"Ntar yaa gue ke sana beli minum dulu" Abrol segera berjalan ke arah penjualan makanan.
"Brol gue jus jeruk yaa satu" teriak Mars yang di balas dengan sebuah hari jempol dari Abrol.
...***...
Hai-hai kalian semuaaaa apa kabar guys? selamat hari raya idul Fitri untuk semua umat muslim. Maapin Ika yaa kalo punya salah, mau itu salah kata dalam tulisan ini atau ada hal yang menyingung kalian Ika mohon maaf sebesar-besarnya.
Maap juga Ika jarang up yaa you know lah yaa Ika masih dalam masa PKL 😠lama kan guys? iya lama 5 bulan soalnya ehee:)
Oke see you next part😗