Mars Vs Venus

Mars Vs Venus
MARS VS VENUS 034



Adakah di sini yang merindukan Mars dan Venus? Ngga ada yaa? nggapapa lah yang penting nulis yekann


...Lanjut!...


...Happy reading ๐Ÿ’š...


...~...


...~...


...~...


"Ohh jadi kakak ketua BEM-nya?" tanya Naina pada Meteor setelah mereka tiba di ruang ketua BEM.


Meteor mengangguk kan kepalanya. "Iya, sebenarnya udah lama di suruh rektor supaya gue jadi ketua BEM. Tapi yaa minatnya baru sekarang" ujar Meteor.


Venus menatap sekeliling ruangan itu. Ia merasa kagum, karena jarang sekali seorang lelaki mempunyai ruangan Serapi ini. Bahkan Mars yang notabenenya adalah orang yang bersih, tapi kalau masalah kamar maka jawabannya tidak. Bayangkan saja pernah suatu hari Venus menemukan barang pribadi Mars yang seharusnya di simpan dengan baik dan benar di tempatnya, namun Mars malah menaruhnya di sofa kamar-nya sungguh lucknut diaa.


"Kamu ngeliatin ruangan ini gitu banget sih Ve, emang kenapa?" tanya Meteor yang sejak tadi memang memperhatikan Venus.


"Ehhh ngga pa-pa sih kak. Aku kagum aja, jarang-jarang ada cowo yang mau rapi gini"sahut Venus.


"Ohh ini, aku malas aja gitu rasanya kalau berantakan. Susah nemui barang yang aku mau. Jadi yaa harus rajin beberesnya" timpal Meteor.


"Formulir nya mana kak?" Naina bertanya karena sejak tadi ia hanya melihat interaksi kedua makhluk hidup beda jenis ini.


Meteor memukul pelan dahinya. "Astaga sorry gue lupa kalau ada Lo di sini emm?"


"Naina!" cetus nya. An'jir bisa-bisanya dia lupa nama gue. batin Naina.


"Ahh iya Naina" Meteor segera mengambil lembaran formulir yang ada di atas mejanya dan memberikan dua lembar pada Venus. Jangan tanya bagaimana ekspresi wajah Naina. Pastinya dia sangat kesal, karena sejak tadi seperti tak di anggap oleh Meteor. Emang Dajjal nih orang. Naina.


"Boleh minta dua lembar lagi kak?" Meteor langsung menyambar kembali lembaran formulir dan kembali memberikan pada Venus.


"Buat siapa?"


"Ohh ini buat Mars sama Abrol, mereka juga masuk sini. Mereka lagi di---- Astagfirullah Nai! kita udah ninggalin mereka lama!" Venus menarik kasar tangan Naina.


Mereka berdua terengah-engah saat sampai di tempat yang tadi sudah di janjikan. Namun apa daya nafas sudah hampir habis tapi orang yang di cari hilang di telan bumi. Ehh canda deng:v


"Mana mereka Ve?" tanya Naina setelah nafasnya kembali seperti semula.


"Duhh mamposs kita, marah nih mereka pasti. Kita kelamaan" sungguh Naina yang eror, dia yang bertanya dan dia juga yang menjawab. "Ya kan Ve?"


Venus menganggukkan kepalanya "Cari mereka kemana yaa?" gumam Venus.


"Coba kita ke kak Meteor lagi, siapa tau ketemu pas di jalan" ujar Naina genit.


"Itu mah mau nya Lo kam'pret" Venus mendorong pelan dahi Naina yang sekarang sedang terkekeh geli dengan sikapnya sendiri.


...***...


"Mereka mana sih Mars lama amat sumpah" kesal Abrol. Ya jelas kesal dong, sudah hampir dua jam mereka duduk di kantin ini. Di tambah lagi dengan banyak perempuan yang menggoda mereka.


"Coba Lo telpon" suruh Mars.


"****** sih Lo Mars nape kagak bilang dari tadi setannn"


"Lupa"


Tanpa perlu menunggu lama lagi Abrol segera menelpon Naina.


Telpon on๐Ÿ“ฑ


"Halo"


"Gue sama Mars udah karatan nunggu kalian lama amat"


"Ihh beneran? ntar kalo ketemu jangan deket-deket gue yaa ntar nular"


"Lo kira gue kena tetanus ngga mau deket-deket gue"


"Tadi kan sendiri yang bilang karatan, gimana sih"


"Ya itu kan perumpamaan nya ogeb. Dahlah kalian di mana ntar kita susul"


"Ngga usah, kalian dimana biar kita aja yang nyusul. Itung-itung sebagai permintaan maaf"


"Di kantin"


Telpon off ๐Ÿ“ฑ


Brakk


Abrol menggebrak meja saking kesalnya dengan Naina. Sungguh Naina sangat hebat dalam mengundang dosa bagi Abrol.


"Kesel gue Mars sumpah dah" sungutnya.


"Kenapa?"


"Bunuh orang dosa ngga sih Mars?" tanya Abrol dengan nafas yang memburu akibat terlalu kesal.


"Dosa"


"Nyantet orang dosa nggak?" tanya nya lagi.


"Dosa lah"


"Kok dosa semua sih, gue pengen banget bunuh si Naina" kesal Abrol lagi.


"Yakin Lo mau bunuh Naina?"


"Yakin lah"


"Ngga cinta lagi?"


"Dikit sih" kekeh Abrol pelan.


Mars hanya bisa menggelengkan kepalanya heran. Kenapa ia bisa punya sahabat se-gila orang yang sedang di hadapannya ini.


Tak lama kemudian datanglah Venus dan Naina. Namun mereka tak hanya berdua. Ada satu orang lagi yang membuat wajah Mars memerah marah. Siapa lagi kalau bukan Meteor Abimanyu Mawarsam. You know lah, masalah apa ye kan.


"Maaf Mars kita tadi---"


"Kita paham kok, santai" singkat Mars.


"Ngga gitu Mars" ucap Venus pelan.


"Yok Brol, kita pulang duluan" ajak Mars. "Lo bisa pulang sama dia kan? kita duluan" pamit Mars dan segera pergi dari sana.


Venus hanya bisa menatap sendu ke arah punggung Mars yang sudah menghilang. Ia menyesal kenapa ia bisa larut dalam perbincangan antara Naina dan Meteor.


"Maaf Ve, ini gara-gara gue" Naina merasa bersalah.


"Ngga papa" jawab Venus "Emm Meteor aku pulang juga yaa, assalamualaikum" pamit Venus dan menarik tangan Naina.


...***...


Maaf guys Ika jarang up. Ngga ada paketan soalnya haha๐Ÿ˜