Mars Vs Venus

Mars Vs Venus
MARS VS VENUS 035



Venus sudah berada di rumahnya. Sepulang dari universitas Dermaga Venus langsung mengurung diri di dalam kamarnya.


"Hiks Mars marah sama gue hiks hiks" Venus menangis sambil membenamkan wajahnya di bantalnya. "Gue kan ngga salah hiks" Venus memukul-mukul kasurnya.


Kalian tau rasanya saat kita terus menghubungi seseorang tapi malah diacuhkan. Sakit bukan? itu yang di rasakan Venus sekarang.


Sebab setelah di tinggal oleh Mars yang marah padanya, Venus terus mencoba menghubungi Mars. Mulai dari chat hingga video call. Semua sosial media Mars telah ia hubungi, tapi hasilnya nihil. Mars sama sekali tak mau merespon.


"Huaa Mars jahat!" Venus berteriak histeris di depan pintu kamarnya. Hal itu membuat Mentari dan bi Sari datang tergesa-gesa.


"Ya Allah nak kamu kenapa?" tanya Mentari saat telah sampai di depan pintu kamar putrinya. Ia merasa aneh dengan tampilan Venus saat ini. Kondisinya dengan mata yang sembab, hidung dan wajah memerah dan jangan lupakan rambut yang acak-acakan seperti baru selesai jambak-jambakan.


"Ya Allah non Venus kenapa nya?" kaget bi sari saat melihat Venus.


"Bundaaa" Venus berdiri dan memeluk sang bunda. "Mars marah sama Ve" adu Venus pada Mentari.


Mentari mengusap lembut puncak kepala Venus. "Kamu yang buat dia marah?" tanya Mentari yang di balas dengan anggukan kepala dari Venus.


"Udah minta maaf?" Venus menggeleng-gelengkan kepalanya. "Kenapa hmm? kan Venus salah kenapa ngga minta maaf sayang?"


"Mars marah tiba-tiba bunda. Ve juga ngga tau apa saah Ve. Ehh dia malah ninggalin Venus di universitas Dermaga sama Naina berdua" jelas Venus yang masih belum sadar akan kesalahannya (maklum guys si Venus belum ngeh kenapa dia nangisin Mars)


"Yakin kamu ngga ada buat dia marah?"


Deg...


"Venus ingat bunda!"


"Apa?"


"Tadi Venus ninggalin Mars sama Abrol di kampus"


"Alasannya?"


"Ve sama Naina cara formulir pendaftaran mahasiswa baru. Tapi malah ketemu sama Meteor yang ternyata ketua BEM di sana, ehh kebablasan satu jam lebih kalo ngga salah" ujar Venus pelan dan menundukkan kepalanya merasa bersalah. (Kenapa baru ingat neng? tadi kenapa nangis kalo ngga tau masalahnya apa duhh)


"Sekarang minta maaf sama Mars, tadi bunda dengar kalo mama Mars bakal pulang. Sana kamu temui dia, bunda yakin Mars ngga akan keluar rumah sekarang" ucap Mentari.


Venus membulatkan matanya. "Beneran bunda? mama pulang kok ngga ngasih tau" tanya Venus antusias.


"Surprise dong kan kalian baru lulus"


"Bunda tolong siapin yang seharusnya menantu bawa buat camer-nya. Ve mau mandi dulu dahh"


Venus langsung meninggalkan sang bunda, karena ia akan mandi sekarang.


Satu jam kemudian...


Venus telah siap dengan rantang yang telah di siapkan Mentari tadi. Sebenarnya ia sedikit gugup dengan kedatangan mama Mars yang tiba-tiba tapi yaa mau bagaimana lagi.


Sesampainya di depan rumah Mars, Venus mengintip sedikit untuk memastikan apa ada orang atau tidak disana.


Ting tong (anggap aja itu bunyi bel yekan)


Ting tong


Ting tong


Tiga kali Venus memencet bel tapi tak juga ada yang membukakan gerbang untuknya.


Tak lama menunggu akhirnya gerbang itu terbuka juga.


"Ngapain?" tanya Mars dingin saat melihat Venus berdiri di depan gerbangnya.


"Emm aku ngga di suruh masuk Mars?" Mars langsung menggeser posisi nya agar Venus dapat masuk. Tanpa di suruh Venus segera masuk dengan senang hati. Baginya Mars sudah tak marah lagi.


...***...


Di dalam rumah Mars tepatnya di ruang tamu, sudah ada dua orang wanita beda generasi. Wanita paruh baya yang pastinya adalah mama Mars dan satu lagi wanita yang masih muda dan imut.


"Mamaaa" Venus langsung memeluk wanita paruh baya yang di panggilnya mama.


Wanita itu terkekeh geli melihat Venus yang tiba-tiba memeluknya. "Salam dulu Ve"


"Oh iyaa assalamualaikum mama"


"Wa'alaikumsalam"


"Mama pulang kok ngga ngabarin Ve sih! kan harusnya Ve yang jemput mama di bandara" Rajuk Venus.


"Kalo ngabarin ngga jadi kejutan dong, oh iya kenalin ini Stela" Mely memperkenalkan gadis di sampingnya.


"Hai Stela aku Venus, nice to meet you" ujar Venus girang.


"Nice to meet you too Venus"


"Ohh iya ma ini Ve bawain makanan dari rumah" Venus menunjuk rantang yang di bawanya.


Mely membuka dan mencium aromanya "Siapa yang masak sayang?"


"Bunda ma" kata Venus menampilkan senyum manis nya.


"Kamu ngga bisa masak? masa kalah sama Stela sih, dia ini hebat masak loh" ucap Mely. Sedangkan yang di puji hanya bisa tersenyum malu.


"Bukan cuma masakan Indonesia, Stela juga hebat masak masakan luar loh. Rajin juga dia-nya, pokoknya Stela menantu idaman mah ya kan Stela sayang?" ujar Mely membanggakan Stela.


Pembicaraan mereka tetap berlangsung, meski Venus merasa di sudut kan dengan setiap pujian Mely pada Stela. Sedangkan Mars yang sudah jengah mendengar nya akhirnya buka suara.


"Mama kenapa dari tadi bangga-banggain dia sih?" kesal Mars.


"Loh? mama kan bicara fakta. Memang nyatanya masakan Stela itu enak" saut mama Mely.


"Venus juga bisa masak ma! Mama aja yang jarang pulang sampe ngga tau kondisi sekarang" ujar Mars.


Venus memegang tangan Mars yang terkepal "Mars udah"


"Dari tadi kamu itu di sudut-sudutin, masih aja ngebelain"


"Ngga pa-pa" kata Venus. "Ma besok Ve masakin yah? iya sih masakan Ve ngga enak-enak tapi besok mama cicip yaa" ucap Venus menampilkan puppy eyes nya.


"Iyaa sayang"


...***...


Wow ada pendatang baru nih! apa dia berniat menjadi pelakor? entah lah yaa, kita liat aja nanti okey.


Sorry yaa Ika jarang bat update 😭 tugas numpuk habis PKL kita langsung ujian jadi yaa gitu banyak materi yang harus di kejar, jangan cuma ngejar doi yaa pelajaran juga ehh:v