
SMA DERMAGA
Pagi ini sesaat setelah sampai di sekolah Mars langsung di hadang oleh seorang gadis manis kebanggaan SMA Dermaga. Sebenarnya Mars sangat malas untuk meladeni gadis itu, tapi mau gimana lagi ia sudah terlanjur dihadang.
"Katanya besok kita ada acara sekolah ya Mars?" tanya gadis manis itu pada Mars.
"Tu udah tau" singkat Mars.
"Yaa kan mau mastiin aja" gugup gadis itu. "Ehh Mars tunggu dulu" panggil gadis itu saat melihat Mars yang akan pergi dari hadapannya.
"Apa lagi sih Ra?" gadis itu bernama Kejora Amelsya Gianda biasa di panggil Rara. Gadis yang memang sejak dulu sangat mengagumi Mars, bukan karena Mars kaya atau tampan. Tapi memang ada alasan lain yang tak akan ia ceritakan pada orang lain.
"Mars... eeee itu.. anu.." gugup Rara.
"Apasih Ra? kamu jangan buang-buang waktu aku deh Ra" kesal Mars yang tak dapat pergi dari Rara.
"I-iya Mars, Rara cuma mau nanya ini ee..." ucap Rara masih dengan kegugupannya.
"Apa Ra?" tanya Mars sambil memegang kedua pundak Rara.
Dan sontak perlakuan Mars itu mengundang perhatian siswa-siswi yang lewat didekat mereka.
"Itu Mars, Rara mau minta bantuan sama Mars boleh?" tanya Rara lagi dengan menundukkan kepalanya.
Mars pun memegang dagu Rara agar gadis itu melihat matanya.
"Bantuan apa hem?" tanya Mars lembut. Karena Mars memang begitu, jika orang itu lembut maka dia akan lebih lembut terhadap orang tersebut.
Tanpa Mars sadari bahwa setiap perlakuan lembutnya kepada kejora mengundang banyak tatapan mata dari siswa-siswi SMA Dermaga. Ada yang menatap kagum dan ada yang menatap iri karena ingin menggantikan posisi Rara saat ini. Dan yang paling kentara adalah tatapan membunuh dari seorang Venus Aletta Queenzeela.
"Ihhh apaan sih Mars megang-megang anak orang di sekolah. Cewenya lagi kenapa ngga di lawan coba atau memang itu cewe murahan makanya mau-mau aja di pegang sama Mars. Kalo gue sih jijik yaa. Lagian yaa si Mars emang ngga ada tempat lain apa sampe dia mau megang-megang cewe di lapangan gitu. Menjijikkan!" ucap Venus panjang.
"Kok Lo yang emosi sih Ve?" tanya Naina. "Atau Lo cemburu yaa Mars deket-deket sama yu cewe?" goda Naina.
"Gue? cemburu sama Mars? yaa ngga lah yaa Allah kek ngga ada cowo lain aja yang mau gue cemburuin!" elak Venus.
"Gue tu cuma ngga nyangka aja gitu sama tu cewe plus Mars bisa-bisanya mereka sok so sweet di lapangan gitu? atau jangan-jangan mereka udah jadian yaaa? makanya mereka Kamerun kemesraan di depan umum kek gini pengen di liatin gitu? diperhatiin orang banyak" cerocos Venus panjang lebar.
"Ve Lo sadar ngga?"
"Apaan?" tanya Venus.
Venus langsung menatap sekeliling nya dan mulai emosi.
"Apa lihat-lihat mau gue congkel mata kalian satu-satu haa?" bentak Venus.
'Ihh serem banget sih si Venus'
'Pantesan Mars ngga mau dia gila'
'Cantik sih tapi galak banget jadi ilfeel'
'Gilaa sangar banget tu cewe'
Begitu lah bisik-bisik siswa-siswi SMA Dermaga pada sikap Venus yang arogan.
"Kalian semua denger yaa, mau gue galak kek,sangat kek dan buat kalian ilfeel itu ngga ada urusannya sama Mars yaa" marah Venus lalu beranjak dari lapangan tersebut.
...--------------------------------...
Sepulang sekolah Mars tak langsung pulang seperti biasa dan itu membuat Venus curiga. Entah kenapa rasanya Venus sangat ingin tau urusan yang akan Mars lakukan hari ini.
Venus mengikuti Mars yang sedang berjalan menuju taman dekat parkiran sekolah, Mars masih belum menyadari bahwa dari kelas tadi Venus sudah mengikuti nya.
"Mars mau kemana yaaa?" gumam Venus sambil terus mengikuti Mars.
"Ngapain ni anak ke taman yaa?" Venus bergumam lagi.
Namun saat melihat siapa yang di datangi oleh Mars membuat hati Venus langsung panas. Ingin rasanya Venus menjambak rambut Mars dan rambut orang itu, tapi iaasih bingung alasan apa yang akan ia berikan nanti.
~
~
~
Ayooo siapa yang di temui Mars di taman tersebut? Mau tau ngga? kalo mau tau baca kelanjutannya tapi kalo ngga mau tau yaa udah ngga papa🙃
Huaa Alhamdulillah part ini selese juga udah doubleup tapi yang baca masih dikit tapi ngga papa(
Sip see you next part 😙💚