Mars Vs Venus

Mars Vs Venus
MARS VS VENUS 030



"Maaf" satu kalimat yang sakral di ucapkan oleh seorang Mars. Kalimat itu hanya akan ia ucapkan bila ia sudah membuat Venus benar-benar marah.


"Ngga ikhlas banget sih minta maaf nya!" cetus Venus. "Ulang!"


"Loh kok ulang sih? kan tadi udah loh" protes Mars.


"Oww berarti ngga mau di maafin ya udah. Pergi Lo sana!" usir Venus.


Mars berdecak kesal, ini yang paling tidak di sukai oleh Mars. Kalau Venus marah maka ia akan terus marah sebelum Mars mengucap kata maaf.


"Diem berarti Lo udah ngga sayang sama gue. Oke kita put--"


"Venus Arleta Queenzeela maafin Mars Putra Bagaskara yaa. Mars tadi cemburu liat dia deket-deket sama Ve. Maafin Mars yaa janji deh ngga bakal ulang lagi. Tapi jangan putus Mars ngga mau" ucap Mars yang sudah seperti seorang anak kecil yang meminta di belikan permen oleh mamanya.


"Belum iklhas. Ulang lagi!" Venus menepis tangan Mars yang memegang tangannya.


"Hiks... Mars minta maaf Vee. Mars tadi kesel liat dia rangkul-rangkul Ve. Mars ngga suka kalo Ve di pegang-pegang cowo lain hiks" yaa ini lah Mars yang sekarang. Ia akan menjadi anak kecil saat Venus marah padanya. Bahkan ia tak akan malu jika harus menangis tersedu-sedu untuk mendapatkan maaf dari Venus.


"Tapi Lo tau kan? gue udah bilang tadi sama lo. Vero itu sepupu gue dia anak Tante Mira. Tante Mira itu adiknya ayah, seharusnya lo itu sadar. Kalau gue masih milik keluarga. Karena kita baru pacaran bukan nikahan paham Lo" ujar Venus yang masih kesal.


"Kamu juga seharusnya sadar dong. Kamu dan Vero di perbolehkan menikah, jadi wajar dong kalau aku cemburu" saut Mars yang tak rela saat Venus mengucapkan kata milik keluarga. "Kalau Ve mau cuma jadi milik Mars sendiri. Ayo kita nikah" ujar Mars mantap.


Venus yang mendengar ucapan Mars barusan Seketika membulatkan matanya.


"Gila yaa Lo! belum tentu kita lulus udah ngajak nikah aja Lo. Emang lo mau ngasih gue makan apa haa? makan cinta? atau makan angin?" kesal Venus.


"Mars kan masih punya warisan dari nenek. Jadi kita aman dong" ujar Mars sedikit menyombongkan diri.


"Ini nih. Ini yang ngga gue suka sama lo!" kata Venus "Kalau Lo mau nikahin gue. Lo harus punya usaha sendiri tanpa bantuan keluarga. Karena harta yang Lo bilang barusan itu masih milik keluarga Lo. Gue ngga mau punya suami manja. Dari pada sama lo lebih baik gue sama Vero. Seperti yang Lo bilang tadi kalau gue sama Vero boleh nikah kan? jadi gue sama Vero aja bye" Venus berjalan ke arah UKS. Dapat


Mars pastikan Venus akan menemui Vero di sana.


Sedangkan Venus terkekeh mendengar teriakkan Mars.


'Haha bisa-bisanya cowo dingin SMA Dermaga mau bunuh diri cuma karena gue' batin Venus.


...***...


Di UKS Vero juga sudah menyelesaikan ujiannya. Ia merasa beruntung sekolahnya bergabung dengan SMA Dermaga ini. Jadi ia bisa ujian serius sekalian modus pada Venus.


"Gue pengen ngungkapin perasaan gue sama Venus. Tapi gue takut dia nolak dan bilang kalau gue brother compleks. Gue harus gimana dong?" Vero bermonolog.


Brak..


"Jadi? Lo beneran suka gue Ro?" tanya Venus yang sudah mendengar semua ucapan Vero tadi.


"Emm Ve gue bisa jelasin" ujar Vero panik saat melihat Venus.


"Jelasin apa lagi Ro? Lo sendiri yang bilang tadi kalau Lo suka sama gue" marah Venus. "Sadar ngga Ro? kita sepupu. Masih ada darah yang sama di dalam tubuh kita. Darah lebih kental dari pada air Ro!"


Vero terdiam mendengar ucapan Venus. Benar adanya, di dalam tubuh mereka ada darah yang sama. Namun perasaan nya tidak pura-pura. Sejak kecil ia memang sudah menyukai Venus. Hatinya sakit saat Venus bermain dengan anak lelaki lain. Ia sangat sadar, darah lebih kental dari air. Namun cinta datang tak terduga.


"Gue sadar Ve. Tapi perasaan itu datang tanpa di duga. Gue udah coba buat ngilangin perasaan ini. Tapi susah Ve"


"Gila lo Ro!"


...***...


Doubleup nih