Mars Vs Venus

Mars Vs Venus
MARS VS VENUS 03



Bel sekolah telah berbunyi sekitar 15 menit yang lalu. Tetapi Mars, Venus, Naina dan Abrol belum pulang. Pasalnya Naina dan Abrol ingin mengintrogasi Mars dan Venus yang tadi terlambat.


"Kenapa?" tanya Naina membuka pembicaraan mereka.


"Apa sih Na? kok sewot!" kesal Venus karena waktu istirahatnya berkurang. "Gue mau pulang nih, ngga liat kaki gue terkilir gini!" ketus Venus.


"Makanya jawab dulu!" kini giliran Abrol yang bertanya.


"Venus tadi jatuh, terus gue ngeliat dia. Gue bantuin ke UKS terus masuk kelas" balas Mars.


"Udah lah Mars ngga perlu di jelasin! ayo gendong gue mau pulang" ucap Venus sambil merentangkan kedua tangannya, pertanda meminta untuk di gendong.


"Denger? ratu sudah bersabda maka rakyat harus mengikutinya!" decak Mars. "Gue pulang duluan" Mars meninggalkan mereka semua tanpa menghiraukan ucapan Venus yang meminta untuk di gendong.


"MARS! VE IKUT MAU PULANG" teriak Venus pada Mars namun tak di gubris.


Sedangkan teman-temannya hanya bisa menahan tawa karena kelakuan Venus yang menurut mereka kekanak-kanakan.


"Apa kalian? bantu gue!" titah Venus.


"Maaf Ve gue udah di jemput sama mami di depan" ujar Naina pura-pura melihat handphone nya berencana untuk menghindar. Venus pun mengalihkan pandangannya ke arah Abrol.


"Maaf Ve, gue harus jemput adek gue. Ini kan jadwalnya gue" ucap Abrol merasa bersalah.


"Udah sana pergi!" usir Venus.


"Sekali lagi maaf yaa Ve" ucap Abrol lalu pergi dari sana.


Sekarang tinggal lah Venus sendiri di dalam kelasnya. Ingin menangis karena kaki nya sangat sakit dan ingin menangis karena teman-teman nya tak ada yang setia kawan. Dan ingin berteriak karena di tinggalkan oleh Mars pulang.


"Ihhh sebel banget deh sama mereka semua hiks, gue mau pulang tapi di tinggal! hiks hiks" Venus mulai menangis. "Mars lagi, ngga mau nungguin gue hiks gue takut sendiri disini. Ngga ada yang mau bantuin gue gitu? hiks" tangis Venus makin kencang.


"Awas aja yaa Lo Mars gue ngga mau baikan sama lo! mati aja lo sana! jangan hidup lagi! Mars brengsek, laknat, ngga ada otak! hiks" maki Venus sambil terisak.


"Udah maki-maki gue?" tanya Mars lembut dan trus berjalan mendekati Venus


"Mars! elo jahat sama gue hiks hiks" teriak Venus sambil memukul-mukul dada Mars yang sudah berdiri di depannya.


"Iya maaf tadi beli ini dulu" Mars menunjukkan kantong plastik yang di bawanya dari kantin. "Lapar kan?"


Venus merasa terharu tapi sok jual mahal "Nggak! ayo pulang" seraya mengangkat tangannya.


"Ngga makan ngga pulang"


...__________________________...


Di dalam kamarnya Venus sedang berbaring menghilangkan penat tubuhnya. Tak terlalu banyak aktivitas tapi badan terasa pegal-pegal.


"Ve makan dulu yuk sayang" titah bunda membawa nampan berisi makanan kesukaan Venus.


"Badan Ve pegel-pegel Bun"


"Udah yaa sayang, tadi bunda udah minta tolong sama Mars supaya nyariin kamu tukang urut. Jadi kamu kangen ngerengek lagi yaa, udah gede juga"


"Kenapa harus Mars sih Bun? kenapa ngga minta bantuan pak Diman aja!" ricau Venus.


Perkataan yang tak di hiraukan membuat Venus berang. Ingin marah tapi takut dilaknat Tuhan. Sakit memang!


satu jam kemudian Mars datang dengan membawa seorang wanita paruh baya yang di yakini adalah orang yang akan mengurut kaki Venus. Mereka sudah ada di ruang tamu rumah Venus.


"Ayo neng geulis kakinya di angkat" perintah wanita paruh baya tersebut. "Kaki nya sakit sebelah mana yaa?"


"Yang kanan Mbah, kayaknya terkilir" jawab Mars mewakili Venus. Melihat wajah Venus yang ketakutannya membuat Mars gemas dan geram bersamaan. Lalu wanita tersebut mulai mengurut kaki Venus secara perlahan dan membiarkan Venus berbicara dengan Mars.


Venus sudah mengeluarkan air matanya sebelum di urut "Bunda mana Mars? Ve takut tau, katanya sakit kalo di urut itu!" pecah sudah pertahanan air mata Venus. Memang susah kalo sudah cengeng, selalu nangis dan merengek seperti anak kecil. Itu lah Venus walaupun ia sok kuat tapi tetap aja cengeng.


"Bunda lagi pergi beli alat dapur sama Mbak Sari"


"Lama gak aaaaaaaa sakit.... hiks" teriak Venus sambil meremas tangan Mars yang paling mudah di gapainya. Mars hanya meringis ngilu akibat remasan dari Venus.


"Ini udah selesai. Gimana masih sakit?" tanya tukang urut itu.


Venus menggerak-gerakkan kakinya sudah agak sedikit berbeda tidak terlalu sakit. "Makasih ibu! ini kaki saya ngga sakit banget lagi" ucapnya tulus.


~


~


~


~


Oke sip segini dulu👌 see you next part 😙