
Putusnya hubungan Mars dan Venus menjadi berita yang menggemparkan bagi Naina dan Abrol. Bagi mereka bagaimana bisa hubungan yang tampak baik-baik saja bisa putus tanpa sebab.
Bukan tanpa sebab, tapi memang baik Mars maupun Venus tak ada yang mau buka suara setiap di tanyakan.
"Lo sampai kapan mau diem-diem terus Mars?" Abrol merasa sudah lelah dengan diamnya Mars. Hampir seminggu ini Mars banyak diam dan tampil lebih dingin lagi.
"Jodoh ngga akan kemana. Jangan bebani diri lo kayak gini. Kasian orang-orang di sekitar Lo" ucap Abrol.
Mars tetap diam, matanya memandang lurus ke depan. Wajahnya sudah memucat dengan kelopak mata yang menghitam, efek dari Mars yang jarang makan dan sering begadang.
"Kalau misalnya lo, di jodohin gimana?" Mars membuka suara.
Abrol mengerutkan keningnya, bingung dengan arah bicara Mars yang berbeda alur.
"Gimana perasaan lo saat cewek yang lo sayang nge-rela-in lo yang bakal di jodohin. Mutusin lo, padahal Lo sayang banget sama dia. Saat lo udah memohon, tapi dia ngga mau berjuang bersama-sama. Gimana? Sakit kan?"
Kini Abrol sudah paham alur-nya. Pasti Venus yang di ceritakan. Abrol tau itu pasti sakit, tapi Alhamdulillah dia belum pernah ngerasain itu.
"Sakit itu pasti. Tapi apa lo yakin dia nge-rela-in lo gitu aja. Kalau menurut gue sih ngga mungkin. Karena dia cinta sama lo but dia harus ngelepas lo" tutur Abrol. "Gue yakin dia ada alasan yang tepat" sambung Abrol.
"Ngga ada alasan yang tepat buat nyerah gitu aja Brol" keluh Mars.
"Semuanya pasti ada alas--"
"Alasan karena dia udah bahagia sama Meteor?" Mars memotong ucapan Abrol.
"Meteor?" Abrol menggaruk tengkuknya bingung.
"Meteor Abimanyu Mawarsam. Cowok yang kemarin lusa ada di rumah Venus" ucap Mars yang langsung menangkap wajah bingung Abrol.
"Jadi?" lagi-lagi Abrol Lola (Loading Lama)
"Dia juga cowok yang sering bareng Venus saat gue ngga ada di dekat dia. Bahkan waktu kita mau daftar, mereka telat karena dia"
"Bukannya dia ketua BEM kampus kita?"
"Iya"
"Wah! kalah pamor dong lo" ejek Abrol. "Pantas sih Venus lepas lo" memang kurang ajar si Abrol. Sahabatnya lagi galau malah sengaja bikin tambah galau.
"Sahabat gue bukan sih?"
"Pergi lo sono" usir Mars yang sudah kesal dengan sikap Abrol yang semakin menjadi-jadi.
...***...
"Lo masih belum mau cerita ke gue Ve?" tanya Naina.
"Tanya apa lagi sih?" jawab Venus yang masih setia mencari buku untuk tugasnya.
"Mars"
"Malas ihh gue, bahas dia mulu. Udah tau gue sama dia putus" Venus melempar pelan buku yang sudah di ambilnya.
"Alasannya apa Venus Arleta Queenzeela? Lo belum pernah cerita alasan apa yang buat kalian putus. Kalian udah ngga cocok atau orang ketiga?" cerocos Naina.
"Orang ketiga" singkat Venus
"Apa?!"
Sttt....
Naina menutup mulutnya dengan tangan. Ia lupa kalau sekarang sedang berada di perpustakaan, artinya tak boleh berisik.
Naina masih berpikir orang ketiga yang di maksud Venus itu siapa. Apa orang itu Meteor yang notabene nya sedang dekat dengan Venus atau orang ketiga dari Mars.
'Awas aja Lo yaa Mars kalau emang lo khianati sahabat gue. Mati lo' batin Naina sambil memukul tangannya, seolah sedang memukul seseorang
Venus yang melihat Naina memukul-mukul pelan tangannya terheran.
"Kenapa?"
"Haa?"
"Dah ahh malas, lo be'go"
...***...
Rajin kan Ika up sekarang. Iya dong, kan lagi liburan hehe. Selamat beraktifitas untuk kalian semua, see you next part 😗