Mars Vs Venus

Mars Vs Venus
MARS VS VENUS 049



Tujuh bulan setelah kejadian Venus pingsan di depan wastafel. Kini Mars semakin posesif, overprotektif dan mengekang Venus.


Mars yang awalnya tak menerima kandungan Venus, kini menjadi orang yang paling bersemangat menyambut kelahiran sang janin.


Flashback on


"Jadi istri gue hamil?" tanya Mars pada Faldo.


"Iya. Lo kenapa kayak nggak seneng gitu? Seharusnya Lo seneng" ujar Faldo yang heran dengan perubahan wajah Mars. Yang wajahnya panik seketika berubah menjadi wajah kecewa.


"Huh! Sebenarnya gue masih pengen ngehabisin waktu berdua sama Venus. Dengan adanya bayi ini pasti Venus nggak akan selalu memprioritaskan gue. Pasti hatinya jadi kebagi," jawab Mars.


"Gila Lo! Banyak di luar sana orang yang menghabisi uang jutaan bahkan sampai ratusan juta. Cuma untuk program bayi tabung, yang hasilnya nggak selalu berhasil. Lah elo udah di kasih kepercayaan sama Allah malah nggak bersyukur. Sarap Lo yaa" semprot Faldo.


Mars memutar mata jengah. "Udah pulang Lo Sono, ntar gue transfer," usir Mars.


"Oke. Tapi sekali lagi gue ingatin sama Lo. itu anak Lo, mau nggak mau Lo harus terima kehadiran dia. Gue pamit, makasih udah ganggu waktu bobo ganteng gue,"


Setelah kepergian Faldo Mars duduk di samping Venus yang masih berbaring di kasur.


"Bukannya aku nggak bersyukur ini cebong udah tumbuh. Tapi aku kaget aja, kok bisa cepet banget, padahal aku pake kon''m deh. Apa kon''m nya bocor yaa?"


Tanpa Mars sadari Venus mendengar semua perkataan nya tadi, termasuk saat berbincang dengan Faldo.


Flashback end


"Sayanggg aku pulang," teriak Mars yang terdengar sampai lantai atas rumah.


"Apaan sih dia, pake teriak-teriak segala," kesal Venus. Pasalnya ini bukan pertama kalinya Mars seperti ini. Namun sudah yang ke sekian kalinya.


"Sayang liat nih aku beliin baju yang lucu buat cebong," Venus melirik sekitar 8 paper bag yang sudah terletak menggenaskan di lantai.


"Kamu beli apa lagi coba? Itu udah banyak banget loh Mas. Sampe-sampe itu kamar anak kita udah penuh. Mubazir ntar jadinya Mas," marah Venus.


"Nggak bakal mubazir, noh liat perut kamu udah kek drum. Lupa kalo tuh cebong ada tiga," Yap! Venus mengandung triple baby.


"Yaa nggak sebanyak itu juga MARS PUTRA BAGASKARA" teriak Venus di akhir kalimatnya.


"Udah jangan teriak-teriak, kasih cebong aku kram nanti di dalam," Mars mengelus sayang perut Venus yang sudah besar.


...***...


"Bangun sayang! Katanya tadi mau jalan pagi ayo," menggoyang pelan bahu Venus.


"Eghh ngantuk mas,"


"Ayo jalan, keburu panas banget loh. Udah gini aja pergi nya ya," Mars menuntun jalan Venus.


"Ck, iya-iya,"


Setelah tiga kali berkeliling kompleks. Mereka berhenti di salah satu pedang nasi soto.


"Pak sotonya dua yaa, yang bening aja,"


"Ehh kok bening, aku mau yang pedes mas," rengek Venus.


"Nggak ada yaa, ntar anak aku mulutnya jadi pedes ke cabe-cabean lagi," tolak Mars.


"Hisss mau pakek nasi, sotonya juga tampah satu porsi lagi," pinta Venus.


Memang semenjak mengandung, porsi makan Venus menaik drastis. Dan Mars pun tak mempermasalahkan, selagi anak dan istrinya sehat. apapun akan ia perbuat.


"Alhamdulillah kenyang," gumam Mars sembari menepuk pelan perutnya.


"Aku belum mas," cicit Venus. Ia malu mengatakan kalau dia belum kenyang. Pasalnya dia sudah makan dua porsi soto dan nasi.


"Nggak papa, kamu mau makan apa lagi? Disana ada batagor loh," Mars menunjuk salah satu pedagang yang ada di sembrang.


"Nggak mau. Aku mau nya makan Seblak buatan Bunda," pinta Venus.


"Yaudah kita pulang dulu. Mandi habis itu ke rumah bunda,"


...***...


Double up bro'