
"Denger tuh di suruh baris, ayo. Kita se-gugus kan?" tanya Venus.
"Iya kita se-gugus seneng banget deh gue" Rani memeluk Venus dengan erat.
"Peluk aja Venus ngga pa-pa, anggap aja kita patung iya patung" sindir Dira.
Seketika Rani melepaskan pelukannya dan menatap Dira dengan tatapan mengejek. "Bukannya lo ngga suka di peluk sesama cewe yaa? mau nya di peluk cowo mulu tuh" balas Rani.
Mereka masih sibuk saling mengejek satu sama lain, hingga melupakan Venus dan Naina yang sudah berbaris terlebih dahulu.
"Hei kalian yang di sana! Maju kalian kesini" ucap seorang Kating (Kakak Tingkat)
Rani menatap Dira tajam seakan mengatakan Ini semua salah Lo!
"Kalian dengar ngga? gue suruh ke sini cepat!"
"I-iya kak" jawab mereka serentak.
...***...
Waktu istirahat telah sampai. Sekarang Venus dkk sedang duduk di kantin. Masih dengan permasalahan Rani dan Dira yang di hukum Kating tadi.
"Gila yaa tu di kak Gita ngga kira-kira ngasih hukuman, telat semenit doang juga" kesal Dira.
Venus berdecak sebal "Ck. Semenit apaan, kalian diem disana udal lebih lima menit"
"Siapa suruh ribut dulu sama Rani?" tanya Naina.
"Bodo ahh gue mau makan"
Semua terdiam memakan makanan yang telah di pesankan oleh Rani tadi. Tak ada yang membuka suara. Entah itu karena menikmati makanannya atau masih kesal dengan kejadian tadi.
Keheningan yang tercipta terhenti saat ada suara yang memecahkan nya.
"Ve aku mau ngomong!" ucap seseorang dan langsung menarik Venus yang sedang duduk.
Di taman kampus.
Orang itu menghempas pelan tangan Venus yang sedari tadi di tariknya.
"Apa?" tanya Venus.
"Oke" singkat Venus
"Oke aja?"
"Terus gue harus nangis kejer gitu? atau perlu guling-guling hah?" kesal Venus.
"Kamu ngga nanya alasannya?" lirih Mars
"Stela kan?" jawab Venus menatap kedepan
"Bu-bukan kok" gugup Mars
"Udah lah ngga perlu bohong! gue tau lo di jodohin mam-- eh Tante Melly sama Stela kan?"
Duarr
Bagai tersambar petir di siang bolong, badan Mars melemah mendengar penuturan Venus barusan. Ia sudah berusaha menutupi semua, tapi Venus sudah tau semuanya.
"Kamu tau?"
Venus tidak menjawab, hanya keheningan yang tercipta saat Mars tidak lagi bertanya.
"Turutin kehendak orang tua lo. Ngga ada orang tua yang bakal nge-jerumus-in anaknya ke jurang. Mungkin ini emang jalan takdir kita. Berhenti sampai di sini, kita putus baik-baik" Venus berdiri hendak pergi namun masih menyempatkan diri untuk menepuk pelan bahu Mars yang telah menurun.
"Ngga ada yang namanya putus baik-baik Ve. Kalo baik-baik kita ngga akan pernah putus" langkah kaki Venus terhenti saat tiba-tiba Mars membuka suara.
Venus berbalik badan menatap Mars yang matanya sudah memerah.
"Kalo emang jodoh ngga akan kemana. Sejauh apapun Lo pergi, tapi kalau lo emang jodoh gue. Lo bakal balik lagi ke gue" ucap Venus menampilkan senyum manis nya.
"Aku ngga mau putus"
"Lo sayang Tante Melly kan?" tanya Venus dan di jawab anggukan kepala Mars.
"Turuti aja mama lo. Meskipun Mama Lo udah jodohin lo sama dia tapi kalo nama gue yang ada di Lauhul Mahfudz lo, ngga akan ada yang bisa ngerubah itu" ucap Venus sebelum benar-benar meninggalkan Mars di sana.
...***...
Ahhh putus dong mereka huaaağŸ˜