Mars Vs Venus

Mars Vs Venus
MARS VS VENUS 039



Pagi ini kelas Venus sedang ricuh. Kabarnya dosen tak masuk dan akan di gantikan oleh asisten dosen yang tak lain adalah ketua BEM. Tau lah yaa, ketua BEM-nya siapa. Yap Meteor, hampir semua mahasiswi sibuk mempercantik diri agar terlihat lebih menarik.


Berbeda dengan Venus yang masih setia menaruh kepalanya di atas lipatan tangan. Bosan. Satu kata yang mendeskripsikan mood Venus kali ini. Pasalnya ia mendapat kabar dari Abrol kalau Stela akan ikut kuliah di kampusnya. Itu artinya ia akan semakin sering melihat Stela.


"Pagi semua" Sapa Meteor yang entah sejak kapan sudah berada di depan.


"Pagi kak!" jawab semua minus Venus tentunya.


"Oke guys. Hari ini saya mengganti-kan pak Bima. Beliau sedang ada urusan yang urgent. Jadi mohon kerja samanya" ucap Meteor sembari mengedarkan pandangannya mencari Venus.


Setelah menemukan sosok yang di cari ternyata sedang tak bersemangat. Muncul sebuah ide di otak tampan Meteor. Setelah memberikan tugas yang sudah di siapkan pak Bima, Meteor segera mendekati Venus.


"Ekhem!"


"Ehh kak Mete" Venus segera mengangkat kepalanya.


"Kenapa?"


"Apanya kak?" Venus memang menambah embel-embel 'Kak' dalam kalimatnya. Karena ia sadar diri, Meteor merupakan kakak tingkatnya sekarang.


"Kenapa badmood?"


"Ngga pa-pa hehe"


"Selesai kelas jangan keluar dulu yaa" setelah mengatakan itu, Meteor segera berjalan kembali.


"Heran deh gue, kenapa kak Meteor Deket banget sama Venus" sinis salah satu mahasiswi yang bermake-up kebal.


"Ngga tau juga, gue sering liat mereka bareng" jawab satu nya lagi.


"Mungkin si Venus ngegoda kak Meteor kali. Makanya Deket gitu" balasnya.


"Jijik ihh"


Sebenarnya Venus mendengar semua percakapan mereka. Yaa memang akhir-akhir ini dia sangat dekat dengan Meteor, tapi bukan berarti ia menggoda Meteor.


...***...


"Kantin yuk guys" ajak Rani.


"Gas keun brader!" sahut Dira.


"Kalian duluan aja yaa, gue nunggu itu tuh" ucap Venus menunjuk Meteor yang sedang membereskan barangnya.


"Apaan sih pergi Sono!" usir Venus.


Akhirnya mereka pergi. Tinggal lah Venus bersama Meteor yang masih beberes. Venus pun berinisiatif membantu Meteor yang masih sibuk.


"Sini kak biar aku bantu" Venus langsung membawa buku-buku temannya yang masih tersisa.


"Ehh, maaf yaa. Jadi nunggu, bukunya biar aku aja yang bawa" cegah Meteor.


Venus masih kekeuh ingin membantu. "Enggak kak, lagian itu ada laptop juga kan. Ini biar aku aja yang bawa" ujarnya.


"Nggak boleh, ini tuh banyak. Berat juga, kalau masih mau bantu kamu bawa laptop aja yaa yang lebih ringan" saran Meteor tersenyum manis.


"Ihh kakak kira aku lemah gitu? angkat buku aja ngga kuat" Venus memajukan bibirnya.


Meteor terkekeh, seperti nya mood Venus sudah lumayan membaik. "Ini bibir minta di cium sepatu yaa? maju-maju gini" gurau Meteor mencolek-colek ujung bibir Venus


"Dihh apaan, di cium kok pake sepatu" Venus semakin melengkungkan bibirnya kebawah.


"Ya ampun sensitif banget sih. Pms nih pasti" tebak nya.


"Sok tau! udah ini jadi di bantu ngga sih?" rutuk Venus.


Meteor tertawa lalu mengelus puncak kepala Venus dan mencium nya. Ini sudah menjadi kebiasaan bagi Meteor jika sudah terlampau gemas pada Venus. Venus pun membiarkan saja, toh baginya Meteor merupakan sosok kakak baginya.


Tanpa mereka sadari ada dua pasang mata yang melihat interaksi kedua nya. Yang satu menatap dengan tatapan tajam sedangkan satunya lagi menatap dengan hati riang.


"Mereka cocok yaa Mars?" ucap Stela menggandeng lengan Mars manja.


"Ngapain lo ngikutin gue hah!" Mars menyentak kasar lengannya yang di gandeng Stela.


"Kok kamu kasar sih sama aku" rengek Stela dengan suara yang di buat-buat.


"Murahan banget yaa ternyata!"


...***...


Ya ampun sangking asiknya banyak novel Ika jadi lupa up siang tadi. Malem deh jadinya. Ngga papa lah yaa yang penting update 😂


See you next part guys😗