Mars Vs Venus

Mars Vs Venus
MARS VS VENUS 07



PARKIRAN SMA DERMAGA


Entah kenapa hati Venus mendidih saat melihat Mars mengusap sayang kepala Rara. Iyaa Rara gadis yang tadi di lapangan bersama mars.


"Mereka beneran pacaran yaa?" gumam Venus. "Apaan dah kok gue kesel gini sih? Masa gue cemburu? kagak mungkinlah!" gerutu Venus.


Venus sangat ingin melabrak mereka dan menjambak rambut Rara. Tapi dengan alasan apa? pacar bukan, saudara enggak, temen juga jijik. Tapi rasanya kesel aja gitu.


(Makanya kalo ko cinta dia itu ko jaga, sekarang su terjadi baru ko ganas, ko bawa dia sudah biar ko puas!🤣 ngapain aku jadi nyanyi yak maap yee Venus)


~


~


~


Oke skip lanjut!


Saat sedang asyik-asyiknya mengintip Mars dan Rara di parkiran SMA Venus dikejutkan oleh kedatangan seseorang yang ia kenal. Tau dong siapa? yaaa Naina dong.


"Woi! lo ngapain disini? kek mata-mata aja lo" ujar Naina.


"Emang lagi mata-matai Mars kok ups" Venus langsung menutup mulutnya sendiri karena merasa keceplosan ngomong sama Naina.


Naina pun langsung bertepuk tangan "Wow bravo! Lo cemburu yaa Ve? udah jujur aja lah cemburu kan Lo" goda Naina sambil mencolek dagu Venus gemas.


"Ha-ha-ha gue? cemburu? sama Mars? oh no, oh no, oh no, no nooo itu ngga mungkin kaleee" elak Venus sambil terus tertawa ngga jelas.


"Lo gila yaa Ve?" Naina merasa merinding mendengar tawa Venus.


"An*ir jahat lo! gue waras gini dikata gila? lalu apa kabar dengan anda yang memang ngga waras dari dulunya?" sungut Venus berapi-api.


"Udahlah jujur aja kalo lo cemburu susah amat sih jujur" balas Naina.


"Dua tiga makan bolu, empat lima minum miras. Buat apa gue cemburu, Mars nya aja kagak jelas"


"Berarti kalo Mars udah jelas mau dong Lo sama diaaaa" lagi-lagi Naina menggoda Venus.


"Satu dua Lala Lulu, dua tiga suapin papa. Kalo gue emang cemburu, TERUS LO MAU APA?!" Venus menekan kalimat akhirnya.


"Nah kan Lo keceplosan lagi, perasaan tadi gue ngga ngomong gitu deh"


"Dah lah gue pulang aja, kesel gue sama lo" ujar Venus sebelum berlalu dari hadapan Naina.


SKIP...


RUMAH VENUS.


Sesampainya di rumah Venus langsung berlari masuk ke dalam kamarnya dan membaringkan tubuhnya di atas kasur king size miliknya.


"Kesel banget gue sama Mars.. Mars gilaa... stresss.. nggak guna... ngga berakhlak gue benci sama lo Mars" Venus berteriak dan memukul-mukul kasurnya.


Venus berdiri dan menghadap ke dinding kamarnya yang sudah tertempel foto Mars yang sudah banyak bolong-bolong nya, akibat Venus yang terus melempar panah kecil ke foto Mars.


"Gue benci sama lo Mars... benci banget....." Venus terus melempar panah ke arah foto Mars.


"Lo kenapa ngga ngerti perasaan gue sih Mars? gue tu benci sama loooo" ucap Venus lalu tertidur pulas di ranjangnya.


...-----------------...


Keesokkan harinya di sekolah hal yang sama terulang kembali. Mars lagi-lagi berada di parkiran SMA bersama Rara. Dan itu membuat Venus makin geram. Apalagi banyak siswa-siswi SMA yang meng-klaim kalo mereka pacaran semakin memanaskan hati Venus.


"Jalan, nggak, jalan, nggak, jalan!" Venus bergumam sambil menghitung jarinya sendiri. "Ahh a"jir kok jalan sih, malas ahhh" Venus mulai menghentakkan kakinya lagi.


Setelah mengambil keputusan yang sangat menyusahkan akhirnya Venus memutuskan untuk tetap jalan didepan Mars dan Rara. Venus sangat tak ingin di kira iri dengan hubungan mereka karena ia terlihat tidak bersemangat untuk belajar hari ini. Padahal ia sedang sakit perut plus sakit hati. Yaa sakit perut karena kedatangan tamu bulanannya dan sakit hati karena Mars yang sekarang mengacuhkannya. Lengkap sudah penderitaan mu wahai Venus.


SKIP


Tring...Tring...🔔🔔


Bel tanda masuk kelas sudah berbunyi namun guru belum masuk begitu pula dengan Mars yang belum menampakkan wajah nya yang sangat jelek menurut Venus.


Setelah lima belas menit kemudian barulah Mars muncul dengan ekspresi wajah datar andalannya saat di kelas. Lalu mendudukkan dirinya di bangku sebelah Venus.


"Dari mana Lo?" Venus bertanya dengan nada ketusnya.


"Serah gue lah!" jawab Mars dengan datarnya.


"Lo pacaran yaa?" Venus mulai kepo.


"Kalo iya?"


"Sama anak Ipa satu?"


"Kok kepo?"


"Yaa kan gue sebagai teman yang baik makanya gue nanya"


Lalu Mars menghadapkan tubuhnya ke samping agar bisa melihat jelas wajah Venus. Dan menampilkan senyum mengejek.


"Sejak kapan kita temenan?" tanya Mars dengan nada mengejek Venus.


Skamat! Venus langsung terbungkam dengan apa yang di ucapkan Mars. Karena memang selama ini Venus tak pernah mau menganggap Mars sebagai temannya.


"Kenapa diem?" tanya Mars lagi. "Yang gue bilang benerkan Ve?" sambung Mars.


"Whatever!" Venus berdiri dan berjalan keluar kelas.


"Aneh" itu satu kata yang terlintas di pikiran Mars. Aneh saat melihat Venus yang sepertinya sedang badmood tanpa ada alasan yang jelas.


Seakan teringat satu hal, Mars langsung membuka hp nya dan melihat tanggal berapa sekarang. Yapp tebakan Mars benar! Venus sedang kedatangan tamu bulanan. Seperti ada yang membisikan sesuatu padanya Mars langsung berdiri dan berlari kekantin. Untungnya hari ini sekolah Mars sedang ada rapat rutin jadi tak ada guru yang masuk kelas.


SKIP...


ROOF TOP SEKOLAH.


"Nih" Mars menyerahkan sebotol minuman dingin kesukaan Venus setiap sedang halangan.


Venus hanya menatap tangan Mars yang terulur tanpa berniat mengambil nya.


"Lo kenapa sih Ve? badmood banget yaa?" tanya Mars lagi dan masih tanpa jawaban dari Venus.


"Ya udah Queen mau apa hmm?" Mars melembutkan suaranya.


"Nggak ada!" jawab Venus dengan ketus.


"Beneran? Babas pergi yaa?" ucap Mars lalu berdiri.


"Sini minumannya!" pinta Venus mengadahkan tangannya.


"Jangan marah-marah lagi yaa" Mars tersenyum sambil menatap mata Venus .


~


~


~


Jadi *Queen* itu panggilan khusus dari Mars untuk Venus dan *Babas* panggilan khusus dari Venus untuk Mars. Panggilan itu di buat sebelum Venus membenci Mars.


Alhamdulillah part ini selese juga. Makasih yang udah baca😙😙