
Halo semua! Disini author Peroa menyapa! 😉😉
Akhirnya setelah sekian purnama, cerita ini rampung juga. Author ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pembaca setia novel ini, yang sudah mengikuti dinamika Lamia dan kawan-kawan sejak awal cerita hingga akhirnya berhasil mendapatkan kembali keadilan untuk dirinya. 😊😊
Berkat dukungan para pembaca sekalian, author bisa terus semangat menyelesaikan karya ini hingga tuntas. Saran, kritik dan masukan dari kalian semua juga sudah membantu author bertumbuh dan membuat cerita semakin menari dari hari ke hari. 🙏🙏😇😇
Membahas rencana ke depannya, Mars akan berlanjut ke buku kedua dengan tajuk Mars: Ark of Agathadaemon. Tokoh utama tetap akan digambarkan dari sudut pandang Lamia Linkheart. Dalam sekuel kedua ini, babak baru pertempuran melawan gaian akan semakin sengit dan berbahaya. Karena itu nantikan kelanjutannya di novel kedua ya. 😉😉
Meski begitu, author belum bisa menjanjikan secara pasti waktu tayang sekuel keduanya, karena masih membutuhkan waktu untuk penyempurnaan plot dan lain sebagainya. Mungkin akan memakan waktu satu atau dua bulan hingga semua persiapan selesai dan novel tersebut siap disajikan untuk para pembaca sekalian. 🙏🙏😇😇
Sebagai gantinya, para pembaca bisa mampir ke novel author yang lain, yang bisa ditemukan melalui link di bio instagram author di @gendis.candrasmurti.
Silakan follow dan nantikan update-update terbaru author melalui akun instagram tersebut ya. 😉😉
Akhir kata, author kembali mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada semua pembaca yang sudah berkenan meluangkan waktunya untuk mengikuti cerita ini. 🙏🙏
Author juga ingin meminta maaf apabila dalam perjalanannya mungkin author melakukan kesalahan yang kurang berkenan. Misalnya saja karena update yang terlalu lama hehe.. 🙏😁
Berikut ini author berikan secuil cuplikan bab awal cerita dari sekuel kedua Mars sebagai permintaan maaf 😁😁:
Mars, 10 Kumbha 123 Darian
Ping!
*Notifikasi panggilan muncul di layar hologram Lamia. Gadis itu hanya menengok sesaat lalu kembali sibuk menata ruang kerjanya. Semenjak menjadi buronan, ruangan ini ditempati oleh penggantinya, Mai Sumiko. Kini setelah perjuangan setahun penuh dia berhasil mendapatkan kembali jabatannya, dan sekaligus ruangan lamanya ini.
Meski begitu, hari pertama menginjakkan kaki ke kantor benar-benar membuatnya kesal. Mai Sumiko punya selera aneh dalam hal interior. Ruangan berdinding logam yang tadinya hanya berisi sepasang meja kursi dan lemari arsip itu kini penuh barang tidak berguna. Satu set sofa putih gading sudah berhasil dia singkirkan tiga hari yang lalu. Rak buku yang menempel didinding memakan waktu dua hari untuk dibereskan.
Masih ada satu rak tanaman hias dan pot-pot kaktus yangmenunggu dibereskan. Bahkan di sudut ruangan itu terpasang hammock yang membuat Lamia sungguh tak habis pikir. Kenapa perempuan itu perlu hammock saat bekerja*?
Ping!
“Mick, bisa tolong jangan hubungi aku sekarang?” sambar Lamia sebelum Mick mulai bicara.
“Berhari-hari ini kau hanya sibuk mengurus ruangan. Apa salahnya ada tambahan sedikit barang?” tanya Mick sambil menatap Lamia yang sudah bergerak ke ujung ruangan untuk membongkar rak tanaman hias.
“Sedikit? Ruangan ini terlalu penuh. Menyesakkan!” jawab Lamia ketus, sibuk memasukkan pot-pot kecil ke dalam container ekstra besar.
“Ruanganmu jadi tampak lebih manusiawi. Terus terang Mia, kantormu dulu lebih menyerupai ruang interogasi daripada ruangan Komandan Antariksa,” komentar Mick.
Serta merta Lamia menolah ke arah hologram dan mendelik pada lawan bicara virtualnya.
“Jangan ikut campur dengan seleraku, Mick,” ancam Lamia kesal.
“Baik… baik… lakukan yang menurutmu nyaman,” kata Mick mengalah.
Lamia kembali sibuk dengan pot-pot tanaman dan Mick hanya bisa menghela nafas panjang menghadapi suasana hati sahabatnya itu.
“Kalau begitu turunlah ke Asklepius setelah selesai membereskan urusanmu, Mia. Misty baru kembali pagi tadi. Kurasa kau juga harus menemuinya untuk mengetahui apa yang terjadi di Agathadaemon,” kata Mick kemudian.
Yak sudah cukup... hehe 😁😁
Oke sepertinya itu saja salam perpisahan dari author. Sekali lagi terimakasih dan sampai jumpa lagi di karya author lainnya. 😉❤
❤❤❤