
Ruang penobatan telah dipenuhi ratusan orang yang duduk di tribun berundak mengelilingi aula di tengahnya. Penobatan ini memang merupakan momentum yang langka karena Raja yang akan dilantik bukanlah keturuan keluarga Wade seperti sebelumnya. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung ke seluruh penjuru Martian.
Para tetua yang baru, duduk di meja panjang di ujung ruangan oval tersebut. Sementara itu Cassabella Wade dan Kovf Bakumin berlutut di hadapan mereka. Lao Fen yang diangkat sebagai pimpinan Sembilan Tetua membacakan naskah Sumpah Penobatan.
“… dengan ini kami, Sembilan Tetua Kerajaan Martian, secara resmi mencabut gelar Ratu Martian dari Cassabella Wade dan mengangkat Kovf Bakumin sebagai Raja Martian ke lima. Hal-hal yang menyangkut pemindahan kekuasaan dan pembentukan sistem pemerintahan sepenuhnya diserahkan kepada Raja Kovf Bakumin dengan persetujuan Sembilan Tetua Kerajaan.”
Sontak sorak sorai membahana di seluruh ruangan yang sebagian besar diisi oleh orang-orang dari Cydonia. Kovf berdiri lalu menerima tongkat kerajaan yang diserahkan langsung oleh Cassabella. Begitu menerima tongkat kerajaan, Kovf berjalan menuju podium dan memberikan sedikit kata sambutan.
“Yang terhormat, Sembilan Tetua Kerajaan, serta seluruh rakyat Martian. Atas jerih payah dan perjuangan kita bersama, masa krisis yang kita alami telah berlalu. Kita akan memulai lembaran baru dalam sejarah peradaban kita dengan semangat dan kerja sama yang lebih baik. Perjuangan belum berakhir. Kita bersama-sama harus tetap bersatu demi menjaga keutuhan negeri yang kita cintai ini. Karena itu, untuk menunjang kedamaian dan perkembangan peradaban Martian, saya sebagai Raja yang baru, akan memilih beberapa orang untuk menduduki beberapa posisi yang dibutuhkan,” kata Raja Kovf memulai pidatonya.
“Pertama, aku mengangkat Mick Klorin sebagai Ketua Alkemis Martian,” lanjut Raja Kovf.
Mick maju ke depan podium dan berlutut menerima emblem berbentuk ular yang melingkari hururf ‘M’ besar berwarna merah sebagai symbol Lembaga Alkemis Martian.
“Kedua, aku mengangkat Misty Dahani sebagai Komandan Prajurit Pelindung Martian,” kata Raja Kovf.
Misty maju dan berlutut di samping Mick. Raja Kovf menyerahkan emblem berbentuk pedang yang menyilang di belakang huruf ‘M’ besar berwarna merah yang merupakan symbol Prajurit Pelindung Martian.
“Ketiga, aku mengangkat Aeron Kato sebagai Komandan Pertama Pasukan Antariksa Martian.”
Aeron maju ke depan dan berlutut sambil menerima emblem berbentuk bintang dengan hurug ‘M’ besar berwarna merah di tengahnya.
“Keempat, aku mengangkat Lamia Linkheart sebagai Komandan Kedua Pasukan Antariksa Martian.”
Lamia menarik nafas panjang lalu tersenyum tipis. Hatinya dipenuhi rasa haru. Dengan langkah mantap ia berjalan ke depan dan berlutut di samping Aeron. Raja Kovf menyerahkan emblem yang sama seperti milik Aeron. Lamia menerimanya penuh rasa syukur lalu menyematkan emblem tersebut di dadanya.
“Untuk terakhir kalinya, saya ingin menawarkan satu posisi lagi kepada satu-satunya keturuan keluarga yang telah berjasa memimpin Martian selama lebih dari lima ratus tahun. Bagaimanapun, seperti sudah menjadi tradisi bahwa keluarga Wade telah turun temurun menjalankan tugas memimpin peradaban kita menjadi begitu besar seperti saat ini. Sebagai Raja yang baru, saya tidak ingin begitu saja melupakan jasa-jasa dan perjuangan para Raja serta Ratu terdahulu. Karena itu, saya, Kovf Bakumin, menawarkan kepada Cassabella Wade, untuk menjadi Ratu Martian mendampingi saya,” kata Raja Kovf sambil memandang Cassabella. Gadis itu tampak sangat terkejut dan tak sanggup berkata-kata. Ia hanya bisa mematung dan menatap Raja Kovf dengan pandangan tak percaya.
Serta merta keheningan di ruangan itu terusik. Orang-orang saling berbisik dan bertanya satu kepada yang lain.
“Apa maksud…” Lamia hendak memprotes tapi Aeron segera mencengkeram tangannya. Lamia menoleh menatap Aeron yang menggeleng pelan.
“Tapi ini tak masuk akal, Aeron. Itu artinya Bella harus menikhai Kovf,” bisik Lamia marah.
“Ini yang terbaik intuk Ratu,” kata Aeron yang tampak menahan kegetiran.
“Tapi…”
“Tolong. Biarkan Ratu yang memilih,” potong Aeron menatap Lamia lekat.
Tatapan Aeron yang begitu menyedihkan – campuran antara rasa marah dan kecewa – membuat Lamia pun akhirnya mengalah dan tak mengatakan apa-apa lagi.
“Apakah anda bersedia?” lanjut Raja Kovf bertanya.
“Aku bersedia,” jawab Cassabella diikuti suara dengung yang semakin keras di tribun penonton.
Baik Lamia dan Aeron tak mengatakan apapun. Namun tak lama kemudian Aeron memutuskan meninggalkan ruang penobatan begitu saja.
...*** ...