
......................
"Kak......!!! kak Dion " panggil Dara
Dion mengehentikan langkahnya,ia berbalik menoleh kepada Dara . " Ada apa Dara?? " tanya nya menyelidik
Dara mengulurkan tangan bermaksud untuk salim kepada suaminya itu . Namun seperti nya Dion salah paham dan mengira Dara ingin meminta uang kepada nya.
"ckkkk baru sehari jadi nyonya dah mulai berani kamu ya !! " sinis nya kepada Dara . Namun tetap merogoh dompet bermaksud untuk menyerahkan kartu sakti milik nya dan menyerahkan kepada Dara.
"Bukan itu kak !! aku cuma mau salim doang kok..." Dara meraih lengan dion
"sok berbakti " segera melepas tangan nya. Dion kembali berjalan menuju motor sport milik nya.lalu meninggalkan pekarangan mansion mereka !! ya Dion tidak mengajukan cuti kuliah meski baru menikah kemarin .
sedangkan Dara memang tidak mempunyai biaya untuk melanjutkan pendidikan nya, ditambah kejadian tidak terduga tersebut. tidak atau belum nanti Dara pikirkan. mungkin setelah ia memiliki uang sendiri dan setelah melahirkan anak nya nanti saja . itupun jika memang rejeki nya .
Dara kembali kedalam dan melihat mertua perempuan nya selesai makan .
"Dara !! ada yang ingin saya sampaikan padamu " cegah nyonya Diana kepada Dara yang akan membersihkan meja makan
Dara menoleh lalu menghadap ibu mertua nya itu. memangnya apa yang ingin beliau sampaikan . mengapa tatapannya seperti mengintimidasi nya... " ada apa Mom " tanya Dara
"Dengar ....!! Jangan berharap lebih pada pernikahan sial ini, anak saya mencintai kekasihnya Mirra . maka jangan jadikan dirimu penghalang hubungan mereka.....
kamu mesti sadar posisi yang kamu dapat sekarang tidak akan selama nya, kamu memasuki rumah ini dengan memaksa dan tetang anak yang kamu kandung saya sungguh ragu !! apa benar itu milik putra ku. Dion menikahimu hanya sebatas tanggung jawab saja" ucap nyonya Diana lalu berbalik menuju kamar nya. ia puas karena sudah mengeluarkan semua unek unek yang ia rasakan dari kemarin.
tinggal Dara seorang diri. ia belum sempat memberi pembelaan untuk diri nya . mertuanya pergi sebelum dia menjawab !!!! tak terasa air mata yang sedari tadi ia tahan akhirnya tumpah membasahi pipi mulus nya..." aku korban disini..lalu mengapa dianggap seperti pelaku kejahatan. Ya tuhan apa salahku..? mengapa dimana pun aku berada tidak pernah diharapkan siapapun .. " keluh dara pada yang maha kuasa sambil menggosok pipi nya.
Dara segera membersihkan meja makan . ia ingin mencuci piring nya . Bibi yang tidak sengaja mendengar hanya memandang iba kepada wanita berbadan dua itu !!!! " Biar bibi saja non, tadi kan non yang masak . jadi gantian sekarang bibi yang cuci" ucap bibi
"Ya udah dehh bi . Kalo gitu Dara masuk dulu ya....." jawab Dara segera meninggalkan dapur. rencananya ia akan pergi keluar hari ini, bermaksud untuk mencari pekerjaan. ia hanya memiliki pegangan uang dua ratus lima puluh ribu, jika uang nya habis bagaimana ia mencukupi kebutuhan anaknya didalam perut.
usia kandungan Dara baru menginjak dua bulan, jadi masih belum terlihat apalagi dengan tubuh mungilnya.
ia lalu mengganti bajunya dengan pakaian sedikit longgar. T-shirt putih ia padukan dengan rok jeans hitam, rambut nya hanya diikat kuda. untuk wajah Dara tidak menggunakan apa apa hanya sekedar pelembab bibir saja karena memang ia tidak punya. tidak lupa sepasang sepatu kets sneakers putih mengiasi kaki jenjangnya. outfit yang Dara gunakan hanya barang murah. Dara memandang penampilannya di cermin...."Emmm perfect' memuji dirinya sendiri dengan melenggak lenggok .
"Mau ijin ke kak Dion tapikan aku gak punya no hp nya..!! Apa minta ijin sama mommy aja kali ya" gumam dara . "ya udah dehh lebih baik bilang ke mommy daripada pergi gak bilang bilang ..."' putus Dara setelahnya lalu mengambil handphone beserta dompet nya dan menuju kamar sang mertua
.....
"tok..tokk !!!" tidak ada jawaban
"tokk... tookkkk" sekali lagi sedikit keras
Nyonya Diana yang sedang fokus memoles lipstik kebibir nya sontak terkejut mendengar suara pintu diketuk. ia tidak menyadari bahwa saat ini bibirnya plepotan oleh lipstik yang keluar jalur aman... "aduh siapa sih ??" gerutunya segera beranjak menuju pintu
"klekk..."
Nyonya Diana membuang mata malas melihat siapa yang berdiri didepan kamarnya... "Ada apa?? tanya sang mertua dengan mata memicing
"Emm Dara mau ijin keluar bolehkan mmy..??" tanya dara setelah selesai menguasai keterkejutannya.
"Mau kemana kau..? keluyuran gak jelas " hardik nyonya Diana
Dara hanya mampu mengelus dada dalam hati mendengar ucapan sarkas mertua nya.
" Dara cuma mau cari kerjaan kok mmy. kayanya bosen gak ada yang aku lakuin" jawabnya senormal mungkin
"Cihh sadar diri juga ternyata....!!! dahhh hush hush sana pergi .." usir nyonya Diana lalu menutup pintu. Namun tidak berapa lama membukanya kembali .. " ingat pulang nya jangan telat !! Brakkk.." suara pintu ditutup
Dara geleng geleng kepala antara jengkel dan lucu dengan mertuanya itu.ia segera melangkahkan kaki keluar rumah . Namun saat akan membuka gerbang pak supir memanggilnya
"Mau kemana non??" tanya pak supir yang melihat Dara ingin keluar sambil menenteng berkas ditangannya.
Dara menoleh "Keluar bentar pak. mau cari kerja." jawab Dara sopan.
"Loh memangnya non diijini kerja...?" tanya pak supir lagi. Beliau heran bukankah nyonya muda nya itu sedang hamil lalu mengapa harus bekerja. dan untuk apa?sedangkan tuan muda nya kan sangat kaya
* ahh beliau tidak tahu saja *
Dara bingung dengan pertanyaan supir itu.
"iy..iya pak !!" jawab Dara yakin
" Biar bapak saja ya yang antar ?" tawar pak supir
"ohh ngga usah pak ! Dara bisa berangkat sendiri. nanti bapak repot" tolak Dara secara halus
"kan dari sini ke jalan raya jauh non, taxi atau ojek juga gak ada !! ayo biar bapak antar" paksa pak supir .
Benar juga ucapan pak supir . perumahan disini kawasan elit yang hanya dilalui kendaraan pribadi. jika bermodalkan jalan kaki saja sudah pasti harus melewati beberapa blok dan memakan lebih banyak waktu.
mau tidak mau Dara menyetujui,hitung hitung hemat tenaga
"Aduh gimana buka pintunya...? gerutu Dara sambil menggaruk kepala
Dan itu disaksikan pak supir. beliau hanya geli namun tetap maju dan membukakan pintu mobil untuk sang nyonya muda.
"terima kasih pak " Ucap Dara menahan malu. .. " iisshhh malu maluin " gerutu Dara lagi.
kendaraan besi roda empat itu melaju meninggalkan halaman dan membawa sang nyonya muda. sepanjang jalan kepala Dara celingak celinguk, mulutnya komat kamit menghitung bangunan mewah yang berjejer rapi di pinggiran . Namun tidak ada yang mampu menandingi mansion kediaman MORGANA.
......................... ❤️❤️❤️❤️❤️ ............................
..................................❤️❤️..................................