Love Us My Husband

Love Us My Husband
Apa arti mimpi itu



........


Dion beserta kedua Orang tuanya pulang dalam perasaan bersalah.


Setelah sampai di kediaman Morgana, mereka langsung turun dan Dion segera masuk demi untuk secepatnya Bertemu dengan istri yg ia tinggalkan dari siang hari hingga malam tiba.


"Dara.. sayang." panggil Dion mencari keberadaan istrinya seraya melepaskan baju yg kotor akibat mutahan Darah Mirra.


Dion memindai seluruh ruangan dan pilihannya jatuh pada kamar mandi yg terdengar memercikan air.


tokk..tokk


"Sayang! apa kamu didalam?" seru Dion lagi,karena ia begitu khawatir dengan keadaan Dara akibat terlalu lama mengurusi Mirra.


suara gemercik air itu berhenti.


tidak lama setelahnya pintu itu terbuka


ceklek.


Dara muncul dari balik pintu, wajahnya tertutup oleh rambut basah yang ia gerai. sebenarnya ia menangis hampir 2 jam lamanya.oleh sebab itu ia menyembunyikan mata sembabnya


"Eh mas sudah pulang, Mau mandi biar aku siapkan airnya." Ucap Dara lalu ingin berbalik kekamar mandi.


Dion mendekap Dara,ia memutar tubuhnya lalu menyingkap rambut yg menutupi wajahnya.


Dion tertegun melihat mata istrinya yang bengkak.


"Maafkan Mas."


"Maaf untuk apa? apa Mas punya kesalahan?" sahut Dara parau.lalu membuang pandangan kearah lain


"Maaf mas mengabaikanmu hari ini, bahkan pergi tanpa mengabari sayang dulu. Pliss maafkan Mas, Mas janji gk akan mengulanginya lagi."


"Iya gak papa, aku ngerti kok. Ya sudah mas mandi dulu gihh, badan Mas bau anyir kepala ku jadi pusing menciumnya."


"Ia, tunggu Mas ya sayang." timpal Dion


"Iya."


Dion berlalu kekamar mandi.ia menyiram bahkan menggosok Noda yg menempel ditubuhnya dengan beringas. tidak ingin terlalu lama dikamar mandi, ia Membersihkan diri dengan asal bahkan hampir lupa menggosok gigi.


Sedangkan Dara lebih dulu menyiapkan pakaian ganti untuk suaminya, baru ia mencari baju untuk di pakainya.


Tidak berapa lama Dion sudah selesai dengan Mandinya. ia mendatangai Dara lalu memeluknya dari belakang.


Dara terkejut karena merasakan sebuah tangan yg melingkari pinggangnya.


"Loh cepat sekali mandi nya, emang gak sabunan dulu?"


"Sudah, cium aja udah wangi kok." sahut Dion.


Dara mencoba melepaskan belitan suaminya.


"Lepas dulu mas, aku mau pakai baju."


"Biar gini aja. enak soalnya."


"Lepas Mas, aku kedinginan ini."Elak Dara sebab ia sedang tidak ingin dipeluk. bahkan hidungnya saja mampet karena terlalu banyak menangis.


"Makanya Mas peluk biar hangat ! .udah sayang jangan gerak-gerak nanti ada yang bangun."


Dara langsung Diam, ia tidak ingin memancing sang singa itu. Mood nya sedang anjlok,bahkan sekedar menatap suaminya ia malas.


"Jangan aneh-aneh ya Mas, aku capek loh ." ketus Dara.


"Aneh-aneh apa? emangnya Mas ngapain kamu?." ucap Dion pura-pura bodoh.


Dara memilih tdk menjawab,dan membiarkan Dion dengan aktivitasnya.


"Apa ayah sama ibu sudah pulang?" tanya Dion seraya melepaskan pelukannya. karena ia juga tidak melihat tanda-tanda mertuanya dirumah itu.


"Dari tadi siang, tidak lama setelah kalian berangkat. bagaimana keadaan wanita itu?"


Tanpa disadari Dion, Dara memperhatikan raut wajahnya murungnya dari samping." Apa dia parah, sehingga kamu sampai berantakan seperti tadi Mas?"


Dion menoleh dan mengangguk ." Sangat. ternyata penyakit serius menggerogoti tubuhnya, dan kamu tau kenapa sampai dia seperti itu? Dia frustasi karena kandasnya hubungan kami sehingga memilih bermabuk-mabukan tidak jelas. Hahh aku jadi merasa bersalah." sahut Dion tanpa berfikir kata-kata nya menyakiti Dara.


"Kamu merasa diri kamu bersalah, jadi kamu anggap hubungan kita sekarang juga kesalahan? begitu maksud kamu Mas." sahut Dara tidak habis pikir


"Kamu kenapa Sih, dari tadi ngegas mulu bawaannya?"


"Ya aku kan nanya. lagipula putus hubungan saat pacaran itu hal biasa, sedangkan mabuk-mabukan segala macam itu pilihan dia.


"Susah ya ngomong sama kamu, gak ada empati-empatinya jadi orang." Sahut Dion lalu memasang baju yg sudah tersedia, dan meninggalkan Dara sendiri dikamar itu


"Brakk.." bunyi pintu yg ditutup dengan kencang.


Dara menatap nanar pintu itu. hatinya sangat ter-iris dengan sikap Dion kepadanya, ia juga tdk tahu kenapa Mulutnya bisa bicara sembarangan. ia juga tidak tega kepada wanita yg terbaring lemah itu.


"Apa aku berlebihan, sehingga Mas Dion kesal. padahal bukan itu maksud ku." gumam Dara sendu, lalu mengeringkan rambutnya dan bersiap untuk tidur karena hari pun sudah malam."


Ia menarik selimut agar menutupi tubuh menggigilnya. tidak lama setelah memejamkan mata, Dara sudah sampai di dunia mimpi


...***...


Di alam bawah sadar. Dara bertemu tiga orang anak kecil yg sangat manis.ukuran badan mereka hampir sama bahkan wajah mereka hampir sama. dua anak kecil itu sedang memangku saudaranya yg sekarat. Dara mendekat dan memanggil mereka


"Hayy sayang, kalian kenapa? itu ada apa dengan saudaramu.


Dara bertanya kepada anak yg sedang memangku saudaranya itu.


"Mimi,,apa itu mimi kita kak?"tanya anak perempuan kepada dua orang kakaknya namun tubuhnya lebih sehat dari kaka yang nomor dua.


"Benar itu mimi kita. lihatlah kak, ibu kita wanita yang sangat cantik. lihat perutnya ada kita didalam sana, ayo kaka harus sembuh agar kita bisa jumpa mimi. mimi tolong kaka,dia sekarang sedang sekarat. ayo lihatlah mimi."


"Apa kalian semua anakku. kamu anakku, kamu anakku, dan kamu anakku.


kembar tiga itu mengangguk bahkan wajah mereka seperti fotocopyan Dion.


"Sini sayang peluk mimi."


Dara mengangkat anak yg lemah itu,dan mendekap kedua saudara kembarnya.Namun tiba-tiba Dara merasakan ritme jantungnya berdetak laju bahkan tubuhnya ikut tumbang bersama ketiga anaknya." sayang kalian harus kuat ada mimi disini, mimi akan menyerahkan nyawa mimi sekalipun agar kalian bisa melihat dunia.ayo sayang berpegangan dengan Mimi kita harus bangkit."


Dara berdiri kembali.ia mendekap ketiga anaknya lalu mengangkat mereka bersamaan, padahal ia tengah mengangkat beban berat namun anehnya ia mampu membawa mereka.


Dara dihadang oleh angin kencang yg perlahan menyeret anak-anaknya dari pelukan. Dara berusaha sekuat tenaga agar bisa membawa ketiga anaknya keluar dari Badai itu namun sayang pegangan mereka terlepas baik dara dan anaknya harus berpisah.


"Jangan bawa anakku, jangan bawa anakku tolong..tolong.. siapapun selamatkan anakku!!


"Mimi.


"Mimi.


"Mimi.


Panggil ketiga nya. mereka hilang ditelan cahaya putih,Dara histeris ia mencari ke segala penjuru namun hanya asap pekat yg mampu dilihatnya. tiba-tiba ia meraskan sebuah tarikan dahsyat..


"Jangan bawa aku.. aku sedang mencari anakku, lepaskan! .tuhan tolong bantu aku."pekik Dara mencoba melepaskan sebuah tarikan ditangannya


"Aahhhhhhhhhhhh."


...***...


Dion mendekap tubuh Dara, ia kembali setelah beberapa jam meninggalkan istrinya dalam keadaan kesal.


"Sayang bangun dulu ! pliss maafkan aku."


Dara membuka matanya,dan menoleh kiri dan kanan lalu meraba perutnya.


"alhamdulillah hanya mimpi. tapi apa arti mimpi itu " batin Dara.


............