
.............
Dara melangkah kekamar mandi. setelah sampai Ia membersihkan dirinya karena tubuhnya terasa lengket. dia menatap sendu tubuhnya yang dipenuhi tanda cinta dari sang suami. sesekali ia meringis merasakan intinya perih terkena guyuran air.
Dara menyelesaikan acara mandi nya, ia buru buru keluar untuk mencari baju.
Dara melangkahkan kaki keluar kamar, berharap Dion sudah pulang.
Ia mengintari ruangan disana mencari sosok yang dicari, namun nihil. Dara menatap nanar pintu didepannya.
Dara kembali kekamar mengambil ponsel dan membawanya ke balkon. berulang kali menekan nomor sang suami namun panggilan itu tidak terhubung yang berarti suaminya mengnonaktifkan ponsel nya.
Dara berdiri dengan tangan berpegang di pagar pembatas itu. Angin malam sepoy-sepoy menyampu kulitnya.
Dia memperhatikan kendaraan yang berlalu lalang. hingga malam semakin larut, membuatnya kembali kekamar dan mengistirahatkan tubuh.
Saat menyingkap selimut, mata Dara terpaku melihat bercak Darah yang mengering di sprei itu lalu ia segera meraba perutnya.
"Hahh darah !!! ya tuhan jangan-jangan bayiku..." Jantung Dara berdetak sangat kencang, bahkan peluh dingin keluar dari pori - pori kulitnya.
....
Sedangkan dirumah utama, Dion membaringkan tubuh di kasur yang pernah menjadi tempat ternyaman selama hidupnya. Ia menatap langit-langit kamar itu.
Dion enggan pulang ke Apartemen, kerena Ia malas menatap Dara.
Nyonya Diana dan Tuan David juga tidak berani ikut campur. apalagi Dion tidak mau menceritakan kejadian itu kepada orang tuanya.
ingatan Dion melayang ke percintaan mereka sore tadi. bagaimana Ia menggauli istrinya dengan membabi buta. bahkan suara rintih kesakitan Dara Ia abaikan.
Dion merutuki kebodohannya, mengapa Ia bisa berbuat se-kasar itu. Entah mengapa hati Dion murka melihat kebersamaan Dara dengan laki-laki itu. Dion menepis jauh-jauh rasa bersalah itu, mata hatinya tertutup oleh ke egoisan, bahkan Ia sengaja menghindar agar Istrinya sadar bahwa dia tidak suka dipermainkan.
.........
Dara menekan-nekan perutnya, berharap bayi-bayi nya bergerak. lalu Dara meraih ponsel dan menscrol Goggle untuk menanyakan apa arti dari bercak darah itu.
Dara sedikit lega karena menurut informasi yang didapat. flek itu termasuk normal bila dalam kehamilan besar. namun yang menjadi tanda tanya? sekarang ada lagi keterangan dibawah bila usia kandungan delapan bulan mengalami flek akan berakibat melahirkan prematur. dan itu membuatnya ketar - ketir hingga malam itu Dara susah tidur, menunggu pagi tiba untuk memeriksakan kandungannya.
............
Pagi menjelang.
Dara terbangun setelah beberapa jam tertidur. matanya menggelap dengan kantung mata disekelilingnya.
Ia menoleh kesamping melihat tempat tidur yang masih kosong.
Dara tersenyum sumbang. dia terlalu naif mengharapkan suaminya pulang, bahkan memeluknya saat tidur seperti biasa.
"Sebegitu marahnya kamu mas hanya dengan kesalahan yang tidak sengaja ku perbuat. padahal dibandingkan dengan dirimu, kamu lebih parah mas." Batin Dara dalam hati.
Dara segera bangun dan membersihkan badan. setelahnya dia membuat sarapan untuknya dan sang suami. dia berharap Dion akan datang dan mau memakan masakannya.
Lagi - lagi Dara tersenyum pahit. hampir jam delapan suaminya itu belum menampakan batang hidungnya, membuat tidak dapat menunggu lagi. dia sarapan lebih dulu dan segera meninggalkan Apartemen itu sebelum benar - benar kesiangan.
...........
Dion telah tiba dikantornya, dia mengaktifkan ponsel lalu memeriksa cctv apartemen yang terhubung langsung dengan ponselnya. Dion memperhatikan gerak-gerik Dara, hingga wanita itu pergi meninggalkan rumah.
Dion kembali menggeram." Hehh ternyata begini kelakuanmu Ra,, aku pikir kamu wanita baik-baik."
............
Rumah sakit internasional.
Dara mengantri menunggu giliran. sepertinya ini akan lama, karena Dara datang terlambat hingga antriannya panjang bahkan ia terkena giliran ke enam belas.
Matanya memanas hampir menangis. melihat para istri memeriksakan kandungan ditemani para suami mereka. sedangkan Dara.. ? Ia hanya seorang diri tanpa ada yang menemani. Miris bukan
Dara berpura-pura sibuk dengan ponselnya agar mengurangi canggung. tanpa sengaja matanya menangkap beberapa suami wanita itu menatap kearahnya. dan beberapa wanita sedari tadi melihatnya dengan tatapan aneh. mungkin mereka berfikir Dara itu tidak mempunyai suami atau Hmm.. hamil tanpa adanya pernikahan apalagi mengingat usianya yang terbilang sangat muda bahkan baru lulus SMA. mereka melihat Dara dengan tatapan tidak suka, ditambah beberapa pasang mata suami wanita - wanita itu memicing menatap Dara dengan genit.
Satu persatu antrian itu berkurang hingga akhirnya giliran Dara tiba. bokongnya terasa penat karena terlalu lama duduk. bayangkan saja hampir enam jam Ia menunggu baru sekarang dipanggil.
Dara menceritakan keluhannya. lalu Ia diarahkan untuk melakukan USG,, saat Dokter menyingkap baju nya, Dokter itu terperangah dan malu sendiri melihat perut bahkan ari-ari Dara terdapat beberapa kiss mark. Namun Dokter itu tetap profesional hingga pemeriksaan itu selesai.
"Apa pendarahan itu sering terjadi nona." tanya Dokter sembari menyerahkan hasil usg kepada Dara.
Dara menggeleng ." Baru satu kali ini dokter, itupun sehabis kami .. hmm maaf." sahut Dara menunduk malu.
Dokter itu menanggapi Dara dengan senyum tipis. dia tahu apa yang dimaksud Dara, apalagi melihat tanda bukti disekitar perut hingga bawah pusar.
"Hmm maaf bila kata - kata saya tidak enak didengar. tapi yang saya sampaikan ini sangat penting, apalagi anda masih muda jadi belum memahami baik buruknya." Dokter itu menjeda ucapannya, lalu meneruskannya kembali. " Sah - sah saja berhubungan badan saat hamil, sering - sering pun tidak masalah karena itu berguna untuk membantu bayi mencari jalan lahir. tapi yang perlu diingatkan, jangan terlalu berlebihan dan mengurangi tempo nya. seperti kecepatan ritme misalnya, atau posisinya bercinta. carilah gaya yang aman sepeti Woman on top atau ***** *****. Sedangkan pendarahan yang terjadi, di karena kan leher rahim atau Serviks yang menjadi lebih sensitif selama hamil, sehingga akan mudah menyebabkan bercak darah pada gesekan saat berhubungan badan. tapi jangan khawatir, karena itu tidak terlalu berbahaya." terang Dokter itu.
Dara mengangguk dan merekam seluruh nasehat Dokter itu di Memori otaknya, hingga waktu pemeriksaan itu habis.
Dara melangkah menjauhi Rumah sakit. Ia memesan ojek untuk mengantarnya ke Apartemen.
....
Pukul 13:30
Dara memasuki Unit mereka. lagi - lagi Ia dikejutkan dengan suara seseorang . tapi kali ini bukan teriakan yang terdengar. tetapi suara berat dan kilatan amarah yang yang menyambut kedatangannya.
Dara tiba - tiba bergetar ketakutan. dia takut Dion akan mengulangi kejadian sore kemarin . sungguh Dara takut bahkan sakit di area nya saja masih terasa.
Dion mendekati Dara sembari membawa ikat pinggang, dia menatap Dara seperti seorang psycopath .
Dara semakin mudur, bahkan berlari kecil kearah pintu.
Dion mengejarnya. hanya dengan sekali lompatan Ia berhasil menangkap pergelangan tangan Dara.
"Mas kamu mau apa?? jangan menatapku seperti itu..." Sungguh kali ini Dara bukan takut diperkosa suaminya lagi, tapi lebih takut akan dipukul menggunakan ikat pinggang.
Dara teringat kejadian masa lalu. saat masa kecilnya terlalu asik bermain hingga lupa waktu bahkan lupa pulang, membuat sang ibu murka dan memukulnya dengan ikat pinggang milik ayah nya. yang berimbas belakang Dara dipenuhi luka cambuk dan demam hampir seminggu bahkan tidak diberikan obat sampai ia sembuh sendiri.
............