
...........
Rombongan Dion beserta petugas medis yang membawa Mirra menginjakan kaki di Schiphol Amsterdam Airport setelah mengudara hampir 14jam 5 menit dari Bandara Soekarno Hatta jakarta- Amsterdam Schiphol .
Meraka sudah disambut Ambulans yang akan membawa rombongan itu ke
Amsterdam Big Hospitals.
Dion memegangi kepalanya yang pening karena mengalami jetleg,maklum saja dia tidak terlalu suka dengan perjalanan jauh apalagi sampai menyebrangi benua.
"Huuekk, ah ya ampun kepala ku ."keluh Dion memengangi kepala serta perutnya yang bergejolak tidak karuan lalu menyeka bibirnya yg sedikit terciprat air ludah itu.
"Ben je oke Mr ( Anda baik-baik saja Mr)..?" tanya petugas medis yg memperhatikan Dion dari tadi.
"Can you use English only ? Sorry I don't understand your language.(Apa bisa menggunakan bahasa inggris saja ? maaf saya tidak paham bahasa kalian)." Ucap Dion tidak enak, kepada orang belanda itu.
"Sorry, of course I can !.. are you okay? I notice you like motion sicness.( maafkan saya, tentu bisa !. apa anda baik-baik saja? saya perhatikan anda seperti mabuk perjalanan)."
"Does not matter, just need to rest a bid.( tidak masalah, hanya perlu istirahat sebentar)."sahut Dion seraya memejamkan mata.
"Okay.(baiklah) " jawab si Orang Belanda itu. lalu mereka mengemudikan ambulans itu dengan kecepatan penuh.
..
Jarak yang ditempuh memakan waktu hampir tiga puluh menit,padahal perjalanan bebas hambatan.tetapi yang namanya Rumah sakit berada tepat ditengah-tengah kota tetap saja membuat perjalanan itu jauh karena Bandara schiphol terletak di selatan Amsterdam.
Mereka membawa tubuh Mirra ke ruangan tempat akan menjalani prosedur operasi..
Dion harap-harap cemas menunggu,takut bila operasi itu tidak berjalan lancar. bahkan Dia lupa untuk meng-aktifkan ponsel nya. padahal tidak tahu saja, Dara dilanda rasa khawatir dengan keadaan suaminya yang tiada kabar itu. takutnya terjadi sesuatu makanya tidak menghubunginya sama sekali.
Tiga jam berlalu, akhirnya operasi panjang itu selesai. lalu tidak seberapa mereka keluar dan membawa Mirra keruang VVIP yang sudah dipesan Keluarga Morgana untuk Merawat Mirra.
..........
Sedangkan di belahan dunia lain, wanita berbadan empat menggunakan Daster piyama lengan panjang berbahan katun itu tidak lepas dari ponsel ditangannya,setiap mendengar bunyi Notifikasi selalu reflek membuka berharap orang yg ditunggu menghubungi nya, tarikan nafas berat masuk lewat hidung bangir nya menandakan dia tengah dilanda cemas.
Detik berganti menit, menit berganti jam namun dia setia menunggu dengan sabar mulai dari bangun tidur pagi hingga hangatnya sore hari yang hampir tenggelam. tidak menyurutkan Niatnya untuk beranjak dari balkon,menunggu keajaiban bahwa suaminya akan pulang secepat yang dia harap
"Pipi mana ya De,Kokk belum menghubungi kita? seharusnya kan sudah sampai dari beberapa jam yang lalu" ucap Dara sendu.
..
Mom Diana,dan Dad David sesekali berkunjung ke Apartemen anaknya, karena urusan kantor sering sulit ditangani Dion sendiri makanya tuan David mengirim anak nya saja agar dia yg menghandle perusahaan sementara.
Bahkan Bira juga ada di Apartemen itu untuk menemani Dara. sebenarnaya dia tidak kesepian hanya saja terbiasa dengan suaminya membuat Dara merasa ada yang kurang.
"Ra !! Lo kenapa?" tanya Bira mendekati Dara. dan suara yg dikeluarkannya sukses Membuat ibu hamil itu terlonjak kaget.
"Bira, ngagetin dehh.."Hunus Dara dengan mata melotot, untung saja tidak punya penyakit jantung pikir Dara.
"Ahh ha ha,, Lucu ni anak !! lagian lo liat apa dibawah? jangan bilang mau bunuh diri?" Cerca Bira sedikit ngeri. bayangkan saja Apartemen yg Dara tempati terletak di lantai 16, jika terjatuh bukankan akan gepeng tu badan.
"Cihh merenung kaya mikirin banyak utang aja Lu. udah dehh Ra, mending kita masuk .emangnya lu gak enak sama mertua lu yang ada di dalam. gue nih bingung mau ngomong apa sama mereka. Eehh, ngomong-ngomong kenapa gak kedua mertua lu aja sih yang nemenin Mantan pacar suami lo itu berobat??" tanya Bira kepo bahkan mengucapkannya pun sedikit berbisik di telinga Dara."
Dara mengedikan bahu" Entahlah gue pun mikirnya kesitu.ya udah jangan dibahas lagi nanti ada yang denger, yuu onty kita masuk saja." Ajak Dara menyeret baju Bira hingga membuat wanita jomblo sejati itu memekik.
"Dara lepasin baju gueeeeeeeeeee.."
............
Dua hari kemudian, tepatnya pukul 10 siang Dara mendapatkan telepon suaminya.
Drrt..drrtt..
"Hallo Mas.." jawab Dara terharu
"Ya hallo sayang,bagaiman kabar kamu? maaf ya beberapa hari ini mas sibuk banget !!" ucap Dion di seberang telepon.
Dara mengangguk, dia bingung bagaimana men-dekskripsi kan diri nya. Mau marah sulit, tidak marah tapi sakit ." Ia gak papa,Mas lagi ngapain??"
"Lagi tiduran, kan disini masih jam empat subuh.mana dingin pula sayang, mau nelpon sayang tadi malam takutnya sudah tidur..Hooammm" Ucap Dion seraya menguap lebar.
"Uhh kasiannya suami aku, peluk dari jauh boleh !!" sahut Dara manja
"Ayo peluk .. Ehh angkat dulu sayang Mas mau Vc sama kamu !!"
"Siap bos !!!."
Lalu wajah cantik Dara muncul dari layar handphone Dion, membuat mata yang awalnya terpejam itu menjadi jreng..
Apalagi senyum yang menghiasi wajah istrinya itu,membuat Dion Candu bahkan saat ini ini jadi merindukan sentuhan istrinya.
"Ahh sayang mas kangen banget.kenapa kamu semakin cantik sii ,Mau cepat pulang rasanya." rengek Dion
Dara semakin tersenyum sehingga ia tidak mampu menyembunyikan gigi gingsul nya itu." Pulanglah Mas, aku sama triplets nungguin kamu terus dari balkon." sahut Dara sembari menyeka anak rambut yang menutupi matanya.
"Arahkan kamera ke triplets sayang, aku mau bicara sama mereka dulu." sambung Dion.
Dara mengikuti permintaan suaminya.
Saat itu juga kamera tadi langsung menjurus kepada perut bulat Dara, bahkan gambarnya hampir penuh membuat Dion geli dan segera menempelkan bibirnya ke kamera seakan Dia sedang berhadapan langsung dengan perut istrinya, lalu Dion mulai menyapa..." Hayy triplet kalian dengar pipi tidak? maaf ya karena baru nelpon kalian.sebenarnya pipi kangen loh,tapi pipi sibuk jadi gak sempet pegang hp.tungguin pipi ya Nak, dua hari lagi pipi pulang.ingat jangan ngerepotin mimi,jangan buat mimi pipis terus soalnya gak ada yang bantuin Mimi lepas celana.jadi jangan nakal oke!!." Kelakar Dion, dia terbahak sendiri dengan ucapannya.
Lain lagi dengan wanita yg di seberang telepon itu. Dara langsung menolehkan kepala melihat ekspresi wajah Bira yg terkejut bahkan mulut Bira terbuka lebar dengan lubang hidung yang ikut mingar luas mendengar kata-kata vulgar suaminya.
Dara menggaruk jidat,bahkan dia lupa bernafas saking syoknya karena speaker itu aktif sedangkan Bira tidak jauh darinya dan mendengar seluruh percakapan mereka. alamat jadi bahan ledekan sahabatnya, cicit Dara.
"Wow woww,, dunia serasa milik berdua yang lain ngontrak. Ngeri gue dengernya ." Pekik Bira lalu meninggalkan pasangan yg sedang asyik merindu itu.
Memang itu kesalahan Bira juga. Karena sudah keluar kamar ternyata balik lagi, bahkan menyusulnya ke balkon dan bertepatan dengan Masuknya telepon Dion.
............