
.......
seminggu berlalu, dari segi kedekatan hubungan diantara mereka mengalami kemajuan. seperti pagi ini Dion berusaha menghalangi Dara untuk tdk meninggalkan nya seorang diri.
tanggung jawab yg sudah diemban Dara direstoran tdk mungkin ia lalaikan begitu saja.apalagi masih dalam hitungan hari ia bekerja disana..
"Ayoo kak sarapan dulu.....Masa makanan nya diliatin doang " ucap Dara. aneh memang tingkah Dion sekarang, ia menjadi seperti anak kecil.
"Bisa gk sihh lu diam dirumah dulu..!! " Suara berat Dion, sudah berkali kali ia mengulanginya
"kalau dirumah nanti aku ngapain ...? lagian pacar kaka datang jg, terus aku diusir ... kaka cuma diem gk belain aku.." Ucap Dara sebal, mengingat dalam beberapa hari ini tingkah Mirra semakin rese.
Dion mendengar keluhan Dara jadi kicep...
kesehatan nya pun berangsur pulih. Dara telaten dalam mengurusnya.
"ya udah.. berangkat sono !! tapi biar diantar supir. masa pesen onlen mulu " Dion cemburu pada tukang ojek yg biasa menjemput istrinya didepan gerbang. ia sering mengintip dari jendela lantai 2 itu.
"kalo gitu aku berangkat ya kak,,.." mengambil tangan Dion lalu salim berpamitan.
Dion menatap kepergian punggung kecil wanita yg dengan sabar mengurusnya beberapa hari ini. entah mengapa rasanya ia selalu ingin bermanja terus kepada Dara. hatinya terenyuh .. bohong bila ia tdk memiliki rasa, selama ini rasa cintanya dulu hanya ia tekan untuk menutupi rasa malu akibat perbuatannya.
...**...
oisin tae
"Wehhh .. kenapa nihh ..?? ko lesu amat " ucap Bira mengejutkan Dara, dengan meneteng 2 cup minuman. yg satu berisi susu untuk bumil.
"Ehh ya ampun Bi... lu ngagetin gue ah !! " Dara mengelus dada
"lagian pagi pagi udah melamun aja.. tadi malam habis engga engga ya !! " tuduh Bira
"iihh boro boro .. duhh mulutnya lemes banget si, nanti ada yg denger malu lohhh !! " balas Dara sedikit mencolek bibir Bira.
"hehehe canda ! nihh minum... gue bikin yg spesial buat lo " menyerahkan cup susu untuk Dara.
"jdi ngerepotin elu nih... thanks ya Bir " Dara menerima dengan senang hati
"ini apa Bi...??" tanya Dara heran melihat susu
dengan aroma vanila .
"Susu bumil Dar... biar lu and baby lu sehat " ucap Bira enteng lalu meneguk sisa minumannya
Dara terharu, matanya mencetak butiran kristal didalamnya.. seketika air mata menganak sungai diwajahnhya
"ya allah Bi.. kenapa lu baik bgt ama gue, hiks hiks hiks " menutup mata dengan kedua tangan
"ya allah disaat hamba dibuang oleh orang tua dan di abaikan lagi oleh keluarga baru.. tetapi masih ada orang baik yg kau kirimkan , orang yg bukan keluarga mengerti dengan hamba." Batin Dara berseru pilu.
"ehhh kenapa nangis sii... biasa aja kali !! " Bira mengelus punggung Dara. ya sedikit banyak ia telah mengetahui apa yg terjadi kepada Dara. nasib mereka hampir sama tetapi bedanya Bira belum menikah dan dia nekat pergi merantau jauh dari keluarga
"Hati lo terbuat dari apa Bi...?? kenapa ada orang sebaik lo dimuka bumi ini ... hiks.. hiks ..hiks.., gue pikir selama ini gue sendiri... hiks... hiks.. hiks !!! "Dara semakin sesegukan, faktor kehamilan membuatnya sensitif dalam segala hal.
"jangan gini Ra.... lu gk sendiri !! masih ada gue, udah ya nangis nya !! nanti ada yg datang, dikira gue ngapa ngapain lu lagi " Ucap Bira sedikit ingin menghibur Dara.
seluruh karyawan disitu semua cer dengan Dara, Namun diatara mereka semua hanya Bira yg terlalu nempel bersama nya.
Dara mengusap air mata nya, ia meneguk susu pemberian Bira. memang selama kehamilan Dara belum membelikan susu untuk janin nya,dan rencana nya setelah gajihan.
..
acara haru biru itu berlalu begitu cepat, jam pulang pun telah sampai. Sore itu tdk ada tumpangan untuk Dara sebab Bira akan menjemput adik nya diterminal, mereka beda jalur.
Dara jg tdk enak bila terus menerus diantar Bira, makanya ia memaksa Bira untuk cepat menjemput sang adik agar Dara bisa mengeluarkan jurus seribu langkah menuju kediamannya.
17:20
Dara sampai dikediaman Morgana, dan lagi lagi ada sebuah kuda besi diparkiran yg sudah Dara ketahui siapa pemilik nya.
"Huffff !! " menggosok peluh yg membanjiri rambut serta badannya. sebelum masuk ia terlebih dulu menarik nafas panjang.
"Assalamualaikum " Dara mengucap salam, namun tdk ada sahutan.
samar-samar ia mendengar suara tawa dua insan dari ruang keluarga, matanya memindai ruangan tempat asal suara itu. ia terlonjak kaget, mata nya melotot tajam, jantungnya berlari maraton melihat
suami dan kekasih suaminya sedang berpatuk bibir.
"Ehhhh " ucapnya spontan menahan kecewa, dan seketika pula 2 orang itu menoleh. Mirra menatapnya dengan horor, sebab mengganggu acara senangnya.
Dion salah tingkah, ia melihat pancaran kekecewaan dari mata Dara. Namun ia jga tdk bisa memutar keadaan. tadinya Dion dan Mirra sedang bercanda, namun tdk sengaja Mirra menjatuhkan Diri tepat dipangkuan Dion .ciuman itu murni akibat ketidak sengajaan .
"Maaf..." Ucap Dara serak... ia tdk habis pikir mengapa Dirumah ini perbuatan dua orang itu tdk ada yg menentang nya, justru malah dibiarkan. Dara istri nya, lalu kenapa mereka tdk memikirkan perasaannya.
kemana para orang tua...??... Ohh Dara lupa.. bukankah Nyonya Diana menegaskan bahwa hanya Mirra menantu yg diharapkannya.. Miris, padahal mereka sama sama wanita, apa mereka tdk berfikir jika keadaan berbalik.
sembilan hari Dara mengabdikan diri dengan baik, A sampai Z telah ia coba lakukan.. namun sepertinya tdk dipandang sama sekali.
"permisi... maaf saya keatas dulu " berjalan setengah berlari.
Dion merasa tdk enak pada Dara, ia reflek berdiri ingin mengejar Dara. namun Mirra mencekal tangannya
"Mau kemana yang...?" tanya mirra berubah raut muka nya
"aku....." ucapan Dion terpotong
"aku apa...? mau ngejar mantan sekaligus istri kamu itu...!! "Ucap Mirra hampir meledak. ia mengambil tas dan kunci mobil, saat ingin beranjak Dion mencekal tangannya
"mau kemana " tanya Dion serba salah
"pulang....... habisnya kamu ngeselin " ujar Mirra merajuk. ia memang berniat pulang, sebab hari mulai larut
"kamu marah...?" tanya Dion sendu
"Marah lah...."
.
sedangkan didalam kamar mandi. Dara melepas seluruh kain yg menempel ditubuhnya, ia menatap kosong pantulan dirinya di cermin
"Apa tubuhku tdk menarik ...?"
"Apa wajahku begitu buruk...?"
"Apa bayiku ini sama tdk beruntungnya seperti diriku...?
Dara masih bermonolog dalam hatinya. perang perasaan dan batin seakan minta untuk dikeluarkan, ingin sekali ia menjambak dan meninju dua orang tadi.
"Aaakkkkkkkkkkhhhhhhhhhhhhhh ......"
...*...
...****************...
Hayy men temen !!! ... jika terjadi banyak typo didalam cerita ku ini. mohon maaf ya.. boleh ko kalian memberikan kritik agar aku bisa segera memperbaiki nya...
next....see you guys !! .... 😘😘😘