Love Us My Husband

Love Us My Husband
surprise



...........


Dara kembali ke kamarnya,dia menutup pintu balkon itu.


Bahkan Bira telah menunggunya dan bersiap untuk tidur ditemani masker yang membungkus wajahnya.


"Bi .. kalo pakai begituan emang kulit kita jadi apa??" tanya Dara kepo. karena dia paling malas memacam-macami kulitnya.


"Serius lo gak tau. Oh my god !! istrinya sultan gak tau fungsi masker ckk.ckk.ckk." sahut Bira


Dara memutar bola mata malas, lalu menarik selimut dan mendaratkan bokongnya dengan penuh kehati-hatian." jawab aja kali.. gak usah ngeledek gue juga."


"Nihh ya, masker ini tuh berguna banget buat merawat kulit kita biar tetap kenyal,cerah,dan pastinya sehat. Lo kan tau, gue ini jomblo sejati. jadi harus merawat diri biar ada cogan yang kecentol." sahut Bira konyol.


"Haha,emang gitu. Terus menurut lo kulit gue perlu gak dipakai begituan." tanya Dara serius.


"Lo Nanyea.. lo bertanya-tanyeaaa." Ucap Bira meniru si Dilan kw.


Plaakkkkk..


Dara menepuk paha Bira, membuat wanita absurt itu mengaduh..


"Aduhh KDRT ni anak.." seru Bira menggosok paha nya.


"Lagian,,Orang nanya betul-betul tapi jawabannya gk serius mulu." sahut Dara sebal.


"Ya udah gue jawab. tapi beneran lu mau tau jawaban gue." tanya Bira


"Lo nanyea.. Lo bertanyea-tanyeaa kalo gue perlu tau jawaban lo. nihh ya biar gue kasih tau.." Ucapan Dara terjeda karena Bira menyela dengan telapak tangan dia taruh di depan dada seperti Patung tapak Budha.


"Stop Ra !!! sebel gue dengernya." pekik Bira jengkel sendiri.


Lalu perdebatan Un faedah itu itu berlanjut hingga mereka lelah dan tertidur dengan sendirinya.


...........


Pesawat jurusan Belanda-jakarta itu landing di landasan pacu Bandar udara Soekarno-Hatta tepat pukul 02:05 subuh.


Tuan David beserta supir sudah menunggu dari lima menit yang lalu.


Mereka mendekati Dion untuk membantu membawakan barang selagi Dion memindahkan Mirra ke kursi roda.


Mirra memperhatikan sekitar,berharap kedua orang tuanya datang untuk menyabutnya.


Lagi-lagi kenyataan pahit seolah menampar dan mempertegaskan kepadanya bahwa kabar duka yang didengarnya itu sebuah kenyataan yang tidak mampu ia rubah.


"Mami.. Papi.." seru Mirra bergumam serak.


"Dadd .. sementara pagi tiba. aku minta tolong bawa Mirra ke mansion kalian saja ya. tidak mungkin dia pulang kerumahnya sendiri." pinta Dion, karena dia mau pulang kerumahnya dan ingin segera mendekap sang pujaan hati.


"Bagaimana nak,, apa kamu bersedia ikut kami." tanya Tuan David beralih kepada Mirra.


Mirra mengangguk. Lagipula dia takut sendirian dirumahnya.


Mirra menarik pelan lengan Dion. mebuat Dion berhadapan dengannya.


"Ada apa?"


"Janji besok temui aku. tolong antar aku ke makam orang tuaku.." pinta Mirra sepenuh hati.


Dion tersenyum seraya menggauk.lalu dielusnya rambut Mirra.


"Iya. istirahatlah ,, nanti siang aku jemput. dan persiapkan diri kamu ok" sahut Dion lembut.


Perlakuan Dion kepada Mirra membuat tuan David tidak nyaman. beliau takut Mirra akan menyalah artikan kebaikan anaknya.


Lalu mereka berpisah dengan Tuan David pulang menggunakan Mobilnya sendiri. sedangkan Dion pulang diantar supir Ibunya, karena dirumah utama terdapat dua buah Mobil mewah.


..........


Setelah tiba di depan kamar. Dion menyandarkan koper tadi ke dinding dan meninggalkannya begitu saja.


Dion membuka pintu itu hati-hati, bahkan suara derit pintu nyaris tidak terdengar entah siapakah tukangnya sehingga hasil tukangannya rapi tdk berbunyi😂.


Cahaya remang dari lampu tidur tidak membuat Dion tertukar dalam mengenali istrinya.karena mau seperti apapun gaya tidur istrinya tetaplah dia yang paling cantik dan bersinar.


Dion bersedekap dada bingung bagaimana cara membangunkan Bira tanpa harus mengganggu tidur istrinya. karena dia tdk mau bersentuhan dengan wanita itu.


Dion memindai penjuru kamar mencari sesuatu yang bisa digunakan. dan tatapannya terkunci pada meja Rias yang terdapat tisu.


Dion mendekatinya lalu mengambil beberapa lembar tisu.


Di basahinya tisu itu, digulung nya hingga berbentuk gumpalan lalu dilemparkannya tepat mengenai wajah Bira.


Beberapa kali lemparan tadi tidak membuat wanita itu terganggu,hingga Dion menggulung tisu jadi sedikit besar dan sangat basah hingga ...


"plakkk .. "


Bira menapak pipinya dengan kencang. ia pikir nyamuk besar telah mengganggu tidurnya,dia pun mengerjapkan mata menoleh kiri kanan dan nyaris teriak melihat sesosok manusia berdiri di dekat Dara.


Dion melotot dengan satu tunjuk ditempelkan di bibir, memerintahkan agar Bira diam.


Bira buru-buru melihat pakaiannya,takut saja ada yang terbuka.bisa-bisa brabe kalau Dion melihat tubuh moleknya.


Dion mengode agar Bira segera keluar, dia menunjuk Bira lalu menunjuk pintu. dan kode yang diberikan Dion membuat Bira mengangguk segera beringsut turun dan berjalan keluar.


Masih ada satu kamar kosong di sebelah ruangan itu, sehingga Bira tdk pusing memikirkan dimana ia akan melanjutkan tidur.


Setelah hilangnya Bira. Dion melepas kain yang menempel ditubuhnya menyisakan celana Boxer saja. Dia langsung naik tanpa harus membersihkan badan.


Di dekapnya tubuh Dara ke dalam pelukan.di endusnya rambut dan tengkuk istrinya itu.


Dara tidak tidak terusik sama sekali. bahkan dia semakin menempel kepelukan suaminya. tidak tahu kenapa rasanya Dara merasa dilindungi saat itu.


Dion memejamkan mata, meskipun senjatanya berdiri saat berdekatan dengan istrinya,tapi ia berusaha untuk menekannya. masih ada pagi pikirnya.


..........


Dara merasakan ada benda berat yg menindih pinggangnya. Dia mencoba berontak dan alangkah terkejutnya Dara melihat suami yg sangat di rindukan tengah menatapnya dengan senyum mempesona. "Surpriseeeeeee."


"Massss....."pekik Dara berhambur memeluk Dion.


Dion menerima terjangan istrinya,dia mengubah posisi. Dara jadi terlentang dan Dion diatasnya.


Dion menghadiahi istrinya kecupan dimana-mana, membuat Dara berteriak kegelian. mereka mengabaikan seorang penghuni yang tengah sarapan dengan roti di meja makan sana.


" mentang-mentang lama LDR, pas ketemu langsung bercinta deh tu." gerutu Bira jealous. dia buru-buru menyelesaikan sarapan,dan bergegas pergi bekerja.takut mendengar suara yang membuat telinganya tidak perawan.


.


Dara berkaca. Senyum malu tersungging dari bibirnya.


"Mas ku kapan pulang? kenapa tidak bangunin aku dari tadi." ucap Dara manja sekali.


"Gak mau ganggu tidur sayang.soalnya kamu keliatan pulas sekali, jadi mas gak tega ngebangunin." sahut Dion berhasrat.


Dara membelai pipi suaminya dengan kedua tangan,dia tarik kepala Dion agar semakin menunduk.


"Aku kangen banget sama Mas." cetusnya .lalu menempelkan kedua benda kenyal itu ke bibir suaminya.


Dion mengalungkan tanganya kebelakang sang istri. didekapnya semakin erat sehingga aktifitas tadi semakin panas bahkan menuntut.suhu tubuh keduanya melonjak naik bahkan minta dituntaskan.. Hingga Unggat-unggat apung terjadi, dan mereka saling melebur kerinduan.