Love Us My Husband

Love Us My Husband
Babby shower



...........


keesokan hari


Sesuai Misi awal yang ia susun dengan sang ayah kemarin, Dion tetap akan menjalankan nya rencananya hari ini. waktu libur itu ia manfaatkan untuk mengajak istrinya belanja dan memeriksakan kandungan.


Dara juga tampil menawan dengan balutan dress yg melekat ditubuh nya, tubuh mungilnya dipadukan dengan perut besar membuat Dion ingin menggigit apapun yg ada pada bagian tubuh istrinya itu.


"Padahal jadwal Cek up nya masih 2 hari lagi loh Mas, tapi gak papa deh sekalian kita mampir kerumah Ibu.?? Kemaren sudah janji sama Ade soalnya mau mampir dulu." ucap Dara seraya memoles pelembab di bibirnya.


Dion hanya mengangguk-anggukkan kepala, ia tengah disibukan dengan resleting celananya yg macet." Duh kenapa sih ni celana, gue buang baru tau rasa." gerutu Dion lalu melepas dan melemparnya ke sembarang arah.


"iih mas kebiasaan deh !! taro pelan-pelan bisa kan ." Dara memungutnya dan menaruh nya ke keranjang.


"Habisnya.."


"Apa? ." sahut Dara sewot.


Dion langsung diam dan memilih mencari kembali celana yg pas untuk dipadukan dengan kemeja putih yg ia pakai, dan pilihanya jatuh kepada celana pendek berwarna cream. tidak lupa kaca mata bertengger di hidung mancung nya, membuat penampilan Dion terlihat lebih Fresh dan Keren.


Setelah Drama itu tuntas mereka segera meninggalkan Apartement.


..


Rumah sakit internasional.


Dara melakukan serangkai pemeriksaan mulai dari pemeriksaan tekanan darah,suhu tubuh,berat badan ibu dan janin.


"Menurut hasil pemeriksaan sementara keadaan ibu dan janinnya normal. tapi usahakan jangan banyak fikiran, saat hamil hindari stres berlebih dan ingat harus makan makanan bergizi untuk tumbuh kembang si Kecil." terang Dokter itu.


"Maaf Dok saya mau tanya? kenapa ya saat sedang kepikiran sesuatu tiba-tiba mual mendadak padahal sebelum nya baik-baik saja." ujar Dara menjelaskan, karena memang dalam kurun waktu 2 hari itu tubuh nya tidak fit.


Dokter itu tersenyum menanggapi pernyataan Dara.


"Itu termasuk apa yg saya jelaskan tadi. maka nya disaat hamil Mood seorang ibu harus di jaga. pengaruh stres pada Ibu Hamil hanya terjadi pada janin namun dapat berlanjut dan memberikan dampak negatif pada si Kecil dari fase bayi hingga usia sekolah.


Dion yang sedari tadi hanya menyimak jadi mengernyit mendengar keluhan istri nya, apakah ia kelewatan sesuatu pikirnya.


"Akan saya buatkan resep nya, sebentar !!." Dokter itu menulis beberapa obat dan vitamin yg harus di tebus.


"Ini ." menyerahkan kertas itu


"Baik ! terima kasih Dokter ." ucap Dara dan Dion bersamaan.


"apa sekarang kami bisa melihat jenis kelamin bayi-bayi kami Dok?"Tanya Dion seketika


Dara dan Dokter itu menoleh


"Hmm kita coba. mudah-mudahan mereka tdk menyembunyikannya. Mari ikut saya."


Dokter itu mengajak Dara untuk berbaring di Brankar agar mempermudah proses USG (ultrasonografi) , dan Dara menurut patuh.ia menyingkap baju yg dipakai Dara. lalu mengoleskan gel ke perutnya.setelahnya ditempelkan sebuah alat yg bernama transduser yang dapat memancarkan suara berfrekuensi tinggi dan akan menimbulkan gelombang yang akan menentukan ukuran,bentuk,serta organ.


Dokter itu menggeser dan mencari objek yg mereka inginkan, namun nihil sang jabang bayi rupa nya malu untuk menampakan jenis kelamin mereka.


"bagaimana Dok ?." tanya Dion penasaran.


"hehe lucu sekali, you are not luckiy. ketiga nya tdk ingin menunjukan apapun ! mungkin mereka ingin memberi kalian kejutan. jadi bersabarlah hingga mereka lahir." sahut Dokter dengan tersenyum dan membantu Dara untuk duduk.


"ah lama sekali." keluh Dion seraya menggosok peluh yg membasahi dahinya akibat terlalu gugup.


"Mas kenapa ngebet banget si mau liat jenis kelamin anak kita." tanya Dara heran. pasalnya ini kali kedua suaminya itu ingin sekali mengetahui kelamin anaknya.


"bukannya ngebet sayang, Mas kan cuma mau tahu laki-laki atau perempuan.biar kita gk bingung menyiapkan keperluan sebelum mereka lahir nanti.


Dara mangguk-mangguk, ada benarnya juga ucapan suaminya itu. sedangkan Dokter yg menyimak perdebatan pasangan muda itu hanya bisa terkekeh.


..


Tidak jauh dari area rumah sakit, Dion mengajak Dara untuk mampir ke sebuah kedai yg menyediakan berbagai macam buah-buahan segar untuk rujak. entah mengapa tiba-tiba Dion ngiler melihatnya.


"Mas ngidam ?" Beo Dara yang ikut melihat kemana arah mata suaminya itu.


"Ia sayang ! enak banget keliatannya, kamu tunggu disini ya, aku kesana sebentar ." Dion menunjuk, dan segera keluar . ia mendekati kedai itu lalu memesan 2 porsi untuknya dan sang istri.


.


"Berapa Bu ?" tanya Dion seraya mengeluarkan uang pecahan lima puluh ribu satu lembar.


"Dua puluh ribu saja den ! siapa yg ngidam? apa untuk ibunya ya?."ucap bu pedagang asal tebak. sebab tidak mungkin kan laki-laki seusia Dion sudah mempunyai istri. bu pedagang itu menerima uang yg diberikan Dion lalu mencari kembalian.


"Oh bukan bu, ini untuk saya kebetulan lagi pengen ! kembaliannya gk usah dibalikin bu, ambil saja ." jawab Dion lalu ia pergi tanpa menunggu ibu itu berbasa basi atau menjawab terima kasih.


Dion segera memasuki mobilnya, cuaca terik panas matahari siang itu mebuatnya tidak kuat berlama-lama diluar ruangan.


Cklek..


brakkk..


"Ngomong apa tadi Mas, kok serius amat aku perhatiin?." tanya Dara kepo, sebab ia hanya melihat gerak gerik serta comotan bibir saja tanpa bisa mendengar obrolan mereka.


Dion tersenyum lalu mengucek rambut istrinya "Ciiee kepo ! tau gak ibu-ibu tadi bilang apa?." ucap Dion seraya menghidupkan kembali mobil itu dan menjalankannya .


"Gak tau. dah ah malas aku tanya sama Mas ! ujung-ujung nya masih teka-teki juga." sahut Dara dan membetulkan tataan rambutnya yg sedikit kusut karena ulah suaminya itu.


"Ciee ngambek."


"Mas boleh gk kalo mau mampir kerumah ibu bawa sesuatu untuk mereka serta untuk kedua adikku." Dara bertanya ragu takutnya suaminya itu tidak mau.


Dion menoleh,ia meraih telapak tangan istrinya dengan sebelah tangannya.lalu dikecup berulang-ulang.


"Boleh sayang ! justru itu sudah aku pikirkan kan dari tadi, dan sayang jangan khawatir. beli lah apapun yg menurut kamu dibutuhkan mereka. nanti kita mampir dulu ke-pusat perbelanjaan, disana sudah tersedia bermacam oleh-oleh serta mainan. Jadi kita gak perlu keluar masuk toko lain lagi."


Dara mengangguk. inilah yg sangat ia sukai dari pria ini, suaminya itu sangat menghargai kedua orang tuanya tanpa memandang derajat sama sekali.


Sikap kedua orang tuanya kepada Dara pun belum berubah. Mungkin karena dulu ada tembok kebencian yg membentang membuat mereka sulit untuk mendekatkan diri. Baik Dara maupun kedua orang tua nya sama-sama merasa asing.


(catatan: 20% cerita ini author ambil dari kisah nyata dan selebihnya hanya fiksi semata).


Tidak terasa kendaraan itu sudah berhenti di pusat perbelanjaan yg ia datangi dengan mertuanya kemarin. Mereka turun,lalu Dion menggandeng tangan istrinya. mengajak belanja kebutuhan dapur mertuanya, mencari mainan serta perlengkapan belajar untuk adik kembarnya.


..


kediaman orang tua Dara


"Assalamualaikum."


"Waalaikum salam !!"


" yeyy kakak datang. Alan liat ada kaka ." Ali heboh, satu rumah ia buat terkejut. ia segera memeluk sang kaka tersayang.


Dara menerima pelukan adik kecil nya,ia juga rindu hampir sebulan tdk mengunjungi mereka. Alan membawa kakak nya serta kakak iparnya masuk.


"Alan lihatlah, apa kataku kakak pasti datang dia tidak melupakan kita !" Ucap Ali kepada kembaraannya.


"Alan lepaskan tanganmu dari mulut ku !" pekik Ali karena alan tiba-tiba membekap mulutnya.


Dara dan Dion menaikan kedua alis mendengar ucapan sang Adik, namun mereka tidak ambil pusing.


Dion berjalan keluar tapi sebelum itu ia mengajak dua adik ipar nya untuk membantunya mengambil barang di bagasi mobil.


Dara juga berdiri, ia ingin melihat apa yg sedang dikerjakan ibu sehingga terdengar suara pentungan sesuatu dari dapur.


"Ibu !" panggil Dara.


Bu mala menoleh sekilas lalu kembali menggeprek jengkol yg akan ia buat semur.." ia ada apa, Ra?" tanya Ibu.


"ibu ngapain? Dara bantu ya." Dara segera ikut duduk dilantai bermaksud ikut membantu ibunya membuatkan bumbu.


"jangan ! ibu bisa sendiri. lebih baik kamu bikin minum saja untuk suami mu." jawab ibu yg masih fokus dengan pekerjaannya.


"tapi."


"Saya bilang saya bisa sendiri kenapa sih maksa." sahut ibu sinis


"Oh ya udah, Dara kedalam dulu ya bu !" Dara tersenyum kecut.padahal niatnya hanya ingin dekat dengan wanita yg telah melahirkannya itu.


Dara keluar dari dapur itu, dan berpapasan dengan dua adik kembarnya yg tampak keberatan mengangkat barang-barang


"Mau kaka bantu !"


"gak usah ka, ini sudah tugas laki-laki." sahut si kembar bersamaan dengan nafas ngos-ngosan.


"Haha ya ampun, ternyata adikku sudah besar !" ledek Dara kepada kedua adiknya.


.........


Tidak terasa, dua bulan berlalu dan tepatnya hari ini keluarga Morgana mengadakan Babby shower untuk merayakan tujuh bulanan kehamilan Dara.


Acara itu dibuat meriah ,banyak kalangan orang penting yg datang demi menghormati tuan David selaku kolega bisnis mereka. bahkan seluruh staff dan jajaran dikantor pun ikut diundang tidak terkecuali Mirra sekalipun.


"Hayy tante ." sapa Mirra kepada nyonya Diana yang sedang menyambut para tamu.


"Ehh hayy ! kamu apa kabar? duhh ya ampun kamu cantik sekali hari ini." sahut Nyonya Diana seraya menempelkan pipi kiri dan kanan bergantian.


"Tante bisa aja. bagaimana kabar tante?."


"Ya begitu lah kabar tante baik-baik saja. ayo kita duduk disana saja biar enak ngobrolnya." ajak Nyonya Diana menggandeng lengan mantan calon mantu nya.


Dari kejauhan Dara memperhatikan interaksi mertua dan mantan kekasih suaminya. entah mengapa rasanya ia ingin menangis melihat kedekatan dua orang itu. Dara jadi berfikir bahwa mertuanya masih menyangi dan mengharapkan Mirra jadi menantunya.


"ya tuhan kenapa rasanya sakit sekali melihat kedekatan mereka. kenapa harus ada rasa iri di hatiku kepada wanita yg sudah aku rebut kekasihnya. ampuni aku tuhan jika aku tidak sadar diri, ampuni aku jika memang kehadiranku membawa kesialan untuk orang lain.tolong hilangkan rasa was-was dalam benakku ini" gumam Dara bermonolog dengan batinnya, ia mencoba untuk tenang dan mengabaikan pemandangan itu.


.


.


Dara mencari keberadaan suami nya ditengah kerumunan orang. ia ingin buang air kecil di wc kamar sebab wc yg biasanya nganggur dibawah terisi penuh oleh tamu yg datang. ingin naik sendiri pun ia sedikit takut,sebab pandangannya tertutup oleh perut yg besar.🤭🤭


setelah lumayan lama celingak-celinguk akhirnya ia melihat sang suami yg asik ngobrol bersama mertua dan ayah nya.


"Mas !! aku kebelet pipis, bisa tolong antar ke wc yg ada di kamar gak..?"bisik Dara ditelinga suaminya.


"Boleh."


Dion segera bergegas tanpa membuang waktu ia membantu istrinya mengangkat gaun yg menjuntai panjang.


"Ayo sayang !! " ajak Dion


"ini siapa sihh yang pasangain kamu baju ribet begini..?" gerutu Dion melihat istrinya yg tampak susah berjalan


Dara hanya terkekeh.


"Emang kaya gitu Mas,, inikan acara penting jadi harus terlihat anggun mau itu ibu hamil atau enggak. lagian ini pilihan Mommy loh, katanya pas buat badan aku. mana pilihan mommy Best banget,aku aja suka liat nya."


"iya in aja deh." sahut Dion. "Kamu sudah makan?"


"Sudah ! tadi barengan sama ibu dan Ade. lagian Mas kan repot banget keliatannya,dipanggil juga gk denger."


"Terus mas ku sayang udah makan?."


"sama! udah juga."


"Hmm aku perhatiin Mommy kemana? kok gk kelihatan?." tanya Dion heran karena tdk biasanya sang ibu menghilang diasaat ia punya hajatan.


karena terlalu asyik bercerita mereka pun sudah tiba di depan pintu toilet kamar.


"Mas disini saja, aku bisa sendiri kok" ucap Dara mencegah suaminya yg seperti ingin ikut masuk.


"Kamu yakin gak butuh bantuan aku..? aku bisa bantu lepas daleman kamu loh." ucap Dion dengan menaik turunkan alisnya.


Dara merona,pipi nya merah seperti kepiting rebus bila mendapat kata-kata mesum dari suaminya itu.


"Ih kebiasaan . yg ada nanti kamu juga lepas celana." sahut Dara yg sudah menghilang dibalik pintu.


Dion terkekeh kata-kata istrinya betul sekali.


sembari menunggu istrinya keluar dari toilet, Dion pun bermain handphone. namun tiba tiba ia mendapatkan sebuah pesan whatsapp. Dan ia mengeryit melihat siapa yg telah mengiriminya pesan itu.


"Mirra." beo Dion, lalu mebuka isi chat nya-( yon aku minta waktunya sebentar boleh gak,ada yg mau aku omongin sama kamu soalnya. peting !!,temui aku di taman belakang rumah, aku tunggu )."


" mau ngomong apa nih cewe."gumam Dion.


setelah selesai dengan urusan buang hajat kecil. Dion kembali memboyong sang istri kelantai bawah. memang mansion itu tdk menyediakan liff, karena mereka juga bukan keluarga terkaya No 1 didunia maupun di kota nya. eeeaaa


.


.


"sayang."


"emm.. ia Mas ada apa?."


"Mirra mau ngomong sesuatu sama aku. apa boleh aku menemuainya sebentar, itupun kalau kamu ijinkan.kalau engga ya aku juga gak bakal kesana." Tanya Dion ragu-ragu.


"Ngomong apa?


"gk tau ! katanya penting.


Dara cukup lama berfikir sebelum memutuskan mempercayai suaminya. "temuilah, takutnya memang penting atau ada masalah dikantor kalian.


"Serius gak apa nih."


"ia, aku percaya kok sama Mas. tapi jangan lama-lama loh yaaa! aku pantau dari jauh soalnya." jawab Dara seraya mencolokan 2 jarinya kearah mata dan mengibas jari dileher seperti adegan menyembelih.


"Hmm thanks sayang."


........