Love Us My Husband

Love Us My Husband
syndrome couvade



........


Dara berjalan laju menyusuri komplek, Dari kejauhan bangunan mewah nan megah disana terlihat paling mencolok diantara yg lain. ia telah sampai didepan gerbang dan saat itu pula pak bondan penjaga pintu gerbang membukakan untuk sang nyonya muda.


"Selamat sore pak .." sapa Dara kepada pria paruh baya itu, namun tubuhnya tampak kekar berisi.


"Sore jg non .." jawab pak bondan ramah


Dara memasuki halaman rumah itu, saat ingin membuka pintu, ternyata mertuanya sudah berdiri ditengah tengahnya.


"Bagus ya !! jam segini baru pulang ... " ucap nyonya Diana menyerobot salam Dara


Dara terperangah mendengar mertua nya itu. tdk tahukan dia, Dara berjalan kaki menyusuri komplek yg panjang nan berliku tersebut. kakinya saja pegal apalagi ditambah seharian bekerja.


"Maaf mmy " jawab Dara bernada bersalah serta menundukan kepala.


"Maaf... maaf ...kamu enak enakan diluar, sedangkan suami kamu sedang sakit dirumah." sambung Nyonya Diana membentak Dara


seketika Dara mengangkat kepala dan menatap mertua nya itu


"Kak Dion sakit ..?" Beo Dara. menerobos sebelah mertuanya, berlari kecil menaiki tangga mansion itu


ceklek..


Dion terbaring lemah, wajahnya pucat pasi . serta selang infus bersemayam di pergelangan tangannya.


..


flashback on


beberapa saat setelah Dara berangkat !!!


..


"Sendirian sayang !! mana Dara " ucap nyonya Diana mengerling mencari keberadaan Dara yg tdk terlihat pagi itu.


"Sudah berangkat mom ! pagi sekali..." mengambil susu jahe yg sudah disedikan didepannya lalu menengguk hingga tandas.


"Ohh ya son !! nanti siang Datanglah kekantor. Daddy mau ajak kamu bertemu sama rekan kerja Daddy yg dari los angeles." ucap tuan David seraya menghabiskan sarapannya.


"Humm siap Dad, kebetulan hari ini cuma mengumpulkan skripsi doang." jawab Dion ringan.


tiba tibi ia merasakan perutnya mual, kepala nya pusing. minuman serta makanan yg sempat ia santap tersembur kembali


"Huekk.. huekk .."muntahan Dion menyembur kelantai.


"Heyy kenapa ini !! Ihhh Dion jorok " pekik nyonya Diana geli.


tuan David sigap berdiri menghindari percikan itu. melihat Dion yang tampak lemas, kedua orang tuanya mendekat dan memijit tengkuk Dion.


Dion berlari kearah westafel. ia menumpahkan seluruh isi perutnya disana.Hampir setengah jam ia tdk beranjak sama sekali. tungkai nya tdk mampu menahan bobot tubuh dan akhirnya ia tergeletak pingsan .


"Bi ... bibi telepon dokter pribadi keluarga kita .. Cepat !!!! " pekik nyonya Diana panik melihat anaknya tumbang


"iya Nya " jawab bibi kaget.


tuan David membopong Dion menaiki tangga


" aahh berat ....." keluh tuan David ngos-ngosan membopong anaknya yang bertubuh besar, hampir menyamai Dirinya.


bibi terbirit menyusul majikan kekamar Dion,


"Sudah saya hubungi Nya.. sebentar lagi mereka sampai "ucap Bibi juga tampak panik


"Hu..huu..huuu...anakku kenapa Dad ..?? huuu hhuuuhuu "Nyonya Diana menangis ..seumur umur ia tdk pernah melihat anaknya pingsan dan ini terjadi untuk pertama kali selama ia mengandung serta membesarkannya.


"Mommy tenang dulu, biarkan dokter yg memeriksanya nanti" ucap tuan David menenangkan. padahal ia juga sama cemas dengan istrinya


"batalkan semua janji mu hari ini Dad .. huhuhu " sambung nyonya diana tersedu.


"iya .. iya mom " sahut tuan David seadannya.


..


dua puluh menit berlalu, Dokter pribadi keluarga itu menginjakan kaki didepan Kamar Dion


klek..


"Kenapa lama sekali...? lihat, anakku sekarat !! hu hu hu " Ucap nyonya Diana tdk sabaran.


Dokter jangkung berkulit putih itu hanya menggaruk kepala.


"Maaf tante ! kebetulan waktu bibi kasih kabar, saya sedang diruang operasi " ucap Dokter muda berumur 27 tahun yang bernama Bastian itu. ya bastian adalah Anak dari sepupu nyonya Diana.


Bastian mengeluarkan alat pemeriksaan. meraih tangan Dion untuk memeriksa tekanan Darahnya.


ia mengernyit tanda bingung. dari hasil pemeriksaannya tdk ada tanda tanda penyakit ditubuhnya.


"Maaf tante !!! menurut hasil pemeriksaan Dion sehat, tdk ada tanda tanda penyakit yg diderita nya " ucap Bastian apa adanya.


"sehat bagaimana...? anakku tdk bangun dari tadi Bas..?? nyonya Diana ngotot


"tenang mom !! jangan gitu " tuan Bastian menyela.


"kita tunggu sampai Dion bangun, baru saya bisa menyimpulkan nya. kita tunggu saja apa keluhannya " Bastian menerangkan


..


Dion mengerjapkan mata,cukup lama ia tdk sadarkan diri.


"Mom .. haus " ucap Dion lemah


nyonya diana segera mengulurkan air putih untuk sang putra, ia sangat bersyukur anaknya siuman.


"Mana yg sakit sayang..? ayo bilang sama mommy " ujar nyonya Diana seakan anaknya itu masih kecil.


bagi seorang ibu, sedewasa dan sebesar apapun anaknya tetaplah ia putra kecil nya.


"pusing Mom !! mau muntah " ucapnya lagi


"Nah dengarkan kamu Bas..? apa kata Dion, ayo periksa lagi " nyonya Diana mendesak untuk memeriksa anaknya


Bastian mendekat. "bisa gue ngomong berdua ama lo " ucapnya serius


"Ehhh, kamu ngusir tante " nyonya Diana sewot


"Ini pembicaraan laki laki, jadi tante dilarang nguping " Bastian sengaja mengejek tantenya itu.


"berarti Daddy boleh ikut dong " celetuk tuan David ikut ikutan.


"ini Urusan anak muda, jadi orang tua dilarang nimbrung.." Sambung Bastian lagi.


"Mommy.. Daddy !!! tolong keluar dulu ya..." Dion memohon


"Ya sudah, kalau butuh apa apa panggil mommy. ok " mencium kening sang putra lalu mereka keluar dari ruangan itu.


.


"mau ngomong apa lu...? " Dion to the point,sambil menahan pusing dikepalanya.


"Etdahhh ni bocahh.. jawab gua ! awas lu boong, gak bakal gua bantuin tar" jawab Bastian sewot


"Sebenarnya elu pernah main ama cewe gk, Emm kaya gini " menyatukan dua jari telunjuk seperti mematuk.


"Ciuman...? ya pernah lah "Ucapnya santai


pluk.. Bastian melempar Dion dengan bantal,ia geram dengan laki laki yg tdk peka ini.


"ML ogeb .. ML ... duhh bener bener dehh lu ya" Bastian geram.


"Making love ..? eehh, tau dari mana lu ?" ucanya gugup.


"Nahh benerkan felling gua, hayooo loo anak siapa yg lo buntingin. gua bilangin ama bokab lu nihh" Bastian menakut nakuti Dion.


sedangkan Dion yg mendengar itu seketika menyimpulkan, hanya Dara yg pernah bersamanya. tapi apa hubungannya??.


"emang apa hubungan sama penyakit gue ..?" tanya Dion serius.


"Lo mengalami syndrome couvade atau disebut kehamilan simpatik pea . dimana keluhan yg dialami wanita hamil elu yang ngerasain. seperti kontak batin gitu " terang Bastian sang Dokter ahli Obgyn.


"Ngomong ngomong, lu beneran pernah ML?? Bastian mendesak Dion


"Yes .. sama istri gue !!" jawab Dion santai


"What ..... I S T R I ..., lo punya istri " Bastian terkejut


"Gila , lu gila ... tega bener nikah gk ngabarin gue !!


ckk..ckk..ckk.


"Udah dehh jangan lebay !! terus gimana sama penyakit gue . lu punya solusi gk..?" tanya Dion cuek


"males gue bantuin lu. waktu enak gue dilupain giliran sakit gue ditarik paksa saat operasi penting." Bastian merajuk


"Bantuin gue Bas !!! plisss.... sakitnya tuh disini " menunjuk ulu hati nya...


"ckk .. ya udah nih vitamin nya diminum. obat itu hanya mengurangi dari keluhan lu, tdk berlaku untuk menghilangkan. nanti jg berenti dengan sendiri nya " ucap Bastian panjang kali lebar.


"Thanks Bas .. maafin gue ya" Dion memegang tangan Bastian


"iihh jiji gue, jan pegang pegang " Bastian geli dengan tingkah calon Daddy itu...


flashback off