
Sesuai dengan janji Brian, dia sudah berada didepan rumah Vera jam 7 kurang. Dan seperti biasa Brian menunggu Vera diruang tamu karena Vera masih berdandan, meskipun mereka sudah memutuskan berpacaran tetapi Brian masih menjaga batasannya. Sebenarnya banyak kesempatan untuk mereka bisa berbuat yang aneh-aneh, karena memang Vera yang tinggal sendirian dan Brian yang sudah bebas datang kapan saja.
Begitu selesai Vera segera keluar dari kamarnya untuk menemui sang kekasih hati.
"Maaf lama Yank, tadi dijalan macet jadi sampai baru aja sampai rumah." ucap Vera begitu menghampiri Brian dan berdiri didepannya.
Brian yang sedang bermain dengan ponselnya seketika mendongak untuk menatap kekasihnya dan ikut berdiri didepannya.
"Wah cantik banget pacar aku!" seru Brian dengan senyum merekah tanpa menjawab permintaan maaf dari Vera.
Memang malam ini dimatanya Vera terlihat berbeda, dengan dress warna merah selutut dengan belahan dada yang tidak terlalu pendek dan sangat terlihat pas ditubuh Vera, dengan ditambah dandanan yang terlihat natural sangat menambah kesan cantik dan elegan pada diri Vera.
"Apaan sih Yank." jawab Vera dengan merona menahan malu hanya karena pujian yang diberikan pacarnya.
"Jadi gak sabar pengen cepet halal in." bisik Brian tepat ditelinga Vera.
"Uda ayo buruan, keburu malam nanti." ajak Vera dengan menarik pelan tangan Brian untuk mengajaknya keluar.
Karena jika terus berlama-lama disitu dia akan semakin merona dengan semua ucapan yang Brian berikan.
Brian pun mengikuti Vera, mereka berjalan bergandengan menuju mobil Brian setelah memastikan untuk mengunci pintu rumah. Begitu sampai dimobil Brian dengan sigap segera membukakan pintu untuk sang kekasih. Setelah memastikan Vera duduk dengan benar Brian segera menutup kembali pintu mobil dan dia berjalan memutari mobilnya untuk masuk dan duduk di depan kemudi.
Melihat Brian yang begitu perhatian kepadanya membuat Vera semakin memantapkan hatinya untuk mau menjalin hubungan ke jenjang yang lebih serius lagi dengan Brian.
"Semoga gak hanya waktu berpacaran saja kamu terlihat sayang Yank, tetapi kelak jika kita sudah menikah aku berharap kamu akan tetap seperti ini." batin Vera seraya berdoa berharap jika memang Brian adalah jodoh yang tepat untuknya.
Selama didalam perjalanan mereka hanya mengobrol ringan saja, dan Brian masih belum mau memberi tahu tujuannya mengajak sang kekasih untuk dinner diluar.
Beberapa saat berlalu akhirnya mereka sampai juga ditempat yang menjadi pilihan Brian. Memang Brian tidak memesan dulu tempatnya karena selain tempat tersebut tidak terlalu ramai, hari ini pun bukan malamnya anak muda sehingga tidak akan banyak pengunjung yang datang.
Setelah mencari tempat duduk akhirnya mereka menemukan tempat duduk dipojok. Mereka pun memesan beberapa menu makanan setelah pelayan menghampiri dan mencatat pesanannya. Sambil menunggu makanan datang mereka asyik mengobrol dan sesekali terlihat tertawa bersama.
"Bri..! Beneran itu kamu Brian?!" seru wanita itu dengan senyum sumringah dan segera menghambur memeluk Brian.
Karena merasa namanya dipanggil Brian pun mendongak kearah suara yang memanggilnya. Tiba-tiba saja Brian menjadi kaget.
"Eveline." gumam Brian lirih, tetapi masih bisa didengar Eveline dengan jelas karena posisinya memang berada didekat Brian.
"Iya ini aku. Seneng banget akhirnya kita bisa ketemu lagi, aku nyariin kamu Bri dari kemarin-kemarin lho." ucap Eveline sambil melepaskan pelukannya.
"Ow ya kamu sama siapa? Sama Adek kamu? Wah cantik ya Adek kamu." lanjut Eveline menoleh ke arah Vera yang saat itu hanya bengong saja melihat interaksi antara Brian dan Eveline.
Eveline adalah mantan kekasih Brian. Tapi mereka belum bisa dikatakan putus karena Eveline yang tiba-tiba saja pergi menghilang dari kehidupan Brian. Sedangkan bagi Brian hubungan mereka sudah putus ketika Eveline mengambil keputusan untuk meninggalkannya.
Memang dulu Brian begitu sangat mencintai Eveline bahkan dia berani menentang kedua orang tuanya yang sudah melarangnya untuk berhubungan dengan Eveline yang notabene adalah seorang model.
Tetapi karena Eveline lebih memilih karir nya dan meninggalkan Brian membuat Brian menjadi hancur. Bahkan untuk bangkit pun Brian membutuhkan waktu yang lama. Hingga akhirnya dia bisa membuka hati menyukai Erni tetapi kembali lagi jodoh tidak berpihak padanya. Hingga pada akhirnya hatinya berlabuh untuk Vera. Tetapi disaat dia benar-benar akan membuka lembaran baru justru kehidupan lamanya datang kembali.
...****************...
Mulai deh konflik ni 🤭
Ini uda mulai lanjutannya kak
Trima kasih ya untuk semua dukungan, doa dan semangatnya 🙏🤗
Tetap semangat 💪
Tinggalkan jejak like, komen dan hadiah 🙏