
Ternyata Andrew mengajak teman-temannya merayakan ulang tahun makan-makan direstoran yang lumayan terkenal. Setelah itu mereka memutuskan menyewa tempat karaoke, karena mereka ingin bersantai sejenak untuk melepas lelah setelah selama sepekan bekerja. Setelah membooking 2jam disana, mereka kembali berpindah di Bar. Mereka semua ber 6, memang tidak terlalu banyak tetapi yang cukup dekat dan akrab adalah ke 6 orang itu.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 20 menit, akhirnya mereka sampai juga di Bar. Karena memang mereka mencari tempat karaokean yang tidak terlalu jauh dengan Bar yang akan mereka kunjungi.
Sebenarnya Brian tidak mau ikut di Bar tetapi Andrew terus memaksanya bahkan Andrew berjanji bahwa mereka tidak akan lama di Bar nanti dan akan segera pulang. Dan terpaksa Brian pun menyetujuinya dan ikut ke Bar.
Sampai disana, mereka duduk ditempat yang ternyata cukup untuk mereka ber 6 dan mereka segera memesan minuman yang ringan-ringan terlebih dahulu karena memang Bar saat itu masih cukup sepi untuk jam-jam sekarang ini. Serta mereka dengan leluasa dapat berjoget sambil menikmati musik yang sudah disediakan.
Ternyata sedari tadi ada sepasang mata yang terus memperhatikan salah satu dari ke 6 orang tersebut dari kejauhan. Dan orang ini cukup merasa kenal dan familier dengan salah satu orang tersebut. Tetapi dia masih belum bertindak untuk mendekatinya.
"Sepertinya aku kenal dia, dia kan Brian." batin Jay.
Ya, ternyata yang terus memperhatikan Brian adalah Jay, orang yang dipercaya Eveline ketika Eveline mabuk di Bar tersebut. Dan entah kebetulan atau apa, Andrew dan teman-temannya mendatangi Bar yang hampir setiap hari didatangi oleh Eveline beberapa waktu terakhir sebelum dia memutuskan kembali ke Amerika.
"Ayo kita turun guys!" seru Andrew mengajak teman-temannya untuk berjoget dilantai dasar dengan sedikit berteriak karena tentu saja suaranya akan kalah dengan alunan musik yang berbunyi sangat keras disana.
Dan ke 4 teman lainnya pun mengikuti Andrew turun dan berjoget disana. Sedangkan Brian tidak ikut turun dia hanya menikmati musik sambil sesekali menghisap rokok ditangan kanannya dan juga sesekali meneguk minuman beralkohol tersebut.
Jay yang sedari tadi terus memperhatikan Brian mulai berjalan mendekati Brian karena dia melihat Brian seorang diri.
"Titip dulu ya, gue ada urusan bentar." ucap Jay kepada temannya yang juga bekerja sebagai bartender sama dengannya itu.
"Beres bro!" jawab temannya.
Kemudian Jay berjalan menghampiri Brian dan duduk disebelah Brian. Brian yang semula memperhatikan teman-temannya seketika menoleh ketika melihat ada orang yang duduk disebelahnya. Dan Brian tidak melihatnya lagi dia kembali fokus memperhatikan teman-temannya. Karena Brian berpikir bahwa tempat duduk disana adalah milik semua orang, jadi Brian tidak mempermasalahkan ketika ada orang yang tanpa ijin duduk disebelahnya.
Mendengar namanya disebut oleh orang yang tidak dikenal pun membuat Brian menoleh dan mengerutkan keningnya, karena dia merasa tidak mengenal orang itu tetapi orang itu mengenalnya.
"Mas kenal saya?" tanya Brian.
"Gue gak kenal sama lu, tapi gue kenal sama orang yang uda lu kecewain!" jawab Jay penuh teka-teki.
Brian semakin mengerutkan keningnya karena tidak tahu apa maksud dari jawaban orang tersebut.
"Maksud Mas?" tanya Brian.
"Maksud gue, gue gak kenal sama lu tapi gue kenal sama Eveline!" jawab Jay, dengan menekankan nama Eveline agar Brian langsung bisa mengingatnya.
"Eveline." gumam Brian.
...****************...
Jeng..jeng.. Wah kenapa ni? Brian mulai goyah lagi nih 🤔🤔
Tetap semangat kak 💪
Tinggalkan jejak dengan cara like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏