Love At The First Sight

Love At The First Sight
03



hari kehari kayla lewati dengan tugas barunya yaitu menjadi sekertaris gibran,banyak karyawan karyawan lain yang memandang tak suka pada kayla.


bagaimana orang tak memandang tak suka karena kayla karyawan baru sudah langsung diangkat menjadi sekertaris sang CEO,dan kayla pun harus menerima pandangan dan cibiran dari orang orang tersebut.


tok


tok


tok


"masuk"!!


"pak hari ini jam 09.00 ada pertemuan dengan perusahaan B di resto xxx"ucap kayla


"oke kamu atur saja semuanya"jawab gibran


"baik pak,saya permisi dulu"ucap kayla lalu beranjak keluar dari ruangan gibran


sebenarnya kayla mengagumi sosok gibran dari awal pertama melihat,bagaimana kayla tidak terkesima gibran memiliki pesonanya tersendiri yang mampu menarik perempuan manapun.


"huh....rasanya aku lelah sekali"ucap kayla sambil membuang nafas kasar


tak terasa waktu menunjukan pukul 09.00 dan ini waktunya kayla dan gibran pergi menemui perusahan B.


di dalam mobil


"kay kamu sehatkan?kok aku liat liat kamu kek lesu gitu"tanya gibran


"ah iya saya sehat kok pak mungkin saya kurang tidur aja"jawab kayla sambil tersenyum


selebihnya hanya suara lalu lalang kendaraan yang terdengar.


kayla memandang seluruh jalan yang ia lalui kemudian dia memutar kepala dan melihat lelaki disampingnya terus memandangi hingga gibran tersadar ada yang memandangnya dan tanpa sadar mereka saling memandang tepat lampu merah,dan saat mereka tersadar ada rasa canggung menyelimuti.


"ah....maaf saya gak sengaja mandang bapak"ucap kayla sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal


"hmmm"hanya itu jawaban dari Gibran


hingga mereka pun sampai di resto tersebut dan langsung memasuki dan bertemu dengan orang tersebut.


Dunia tiba-tiba tampak lebih hangat, lebih cerah, dan lebih ramah ketika aku bertemu denganmu. Aku harap aku memiliki efek yang sama pada dirimu."


hati mereka bersuara,gibranpun tak memungkiri dia terpesona dengan kecantikan alami kayla,mereka sama sama saling mengagumi ya cocok sih yang satu tampan dan yang satu cantik.


"semoga kerja sama kita lancar dan berhasil ya pak gibran" ucap orang tersebut yang tak lain pemimpin perusahaan B sambil menjabat tangan gibran


"iya semoga"jawab gibran


handphone kayla bergetar


Drt..Drt...Drt


"hallo devi ada vi?"tanya kayla


"hallo kay gue kangen tau sama lu"jawab devi


"hahaha ada ada aja lu orang tiap hari ketemu juga"


"ya tapi sekarang kita jarang ngobrol tau,gue gamau tau balik kerja kita harus pergi jalan beruda titik"


"oke dehh nanti kira jalan ya deviiii cantikkkk"


"oke bye bye kayla sayangg muahhhh"


"ih gelu gue dev yaudah gue lanjut kerja dulu ya bye bye"


panggilanpun terputus.


pulang kerja


"dev mau kemana ini kita?"tanga kayla


"enaknya kemana ya kay?ah iya gimana kalo kita ke rumah makan jepang aja?


"keknya oke,yaudah yuk"


mereka pergi menggunakan motor milik devi tapi dilajukan oleh kayla.


sesampainya di rumah makan mereka langsung menduduki tempat paling ujung dekat jendela karena mereka ingin sambil menikmati keindahan ibu kota dengan lampu yang menyala digedung gedung dan rumah rumah.


"kay gimn kerja lu,nyaman ga?"


"nyamanlah dev apalagi tiap hari bareng terus sama pak gibran"jawab kayla disertai senyumnya


"ah elu tukeran yu gue mau dong tiap hari barengan pak gibran aaaaaaa rasanya gue pengen jadi istri pak gibran dehhh"ucap devi dramatis


"halu lu ah"jawab kayla


mereka saling melempar konyolan mereka dan gelak tawa mereka terasa hangat


tanpa mereka sadari ada seorang pria memandang kayla sambil senyum senyum sendiri melihat kayla tertawa.