
Keesokan harinya seperti janji Brian kepada Eveline, dia akan mengajak Eveline untuk bertemu dengan kedua orang tuanya yang tinggal di luar kota.
Brian sudah terlihat rapi dengan pakaian santainya dia akan berangkat untuk menjemput Eveline di apartemennya. Sebelumnya Brian sudah mengirim pesan kepada Eveline yang memberitahukan bahwa dia akan berangkat ke apartemennya.
Sedangkan didalam kamar apartemen, Eveline terlihat gelisah dia sampai tidak bisa tidur semalaman karena memikirkan bagaimana caranya untuk membuat keluarga Brian membencinya dan tidak merestuinya. Apalagi ketika mendapat pesan dari Brian bahwa dia akan berangkat untuk menjemputnya.
Eveline berguling-guling diranjangnya, karena bingung memikirkan apa yang harus dia lakukan nanti. Seketika dia langsung bangun dan tersenyum sumringah karena telah menemukan cara agar mendapatkan kesan buruk pada pertemuan pertama dengan keluarga Brian nanti.
Eveline segera berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan bersiap karena Brian sebentar lagi akan segera sampai.
Tidak begitu lama Eveline berada dikamar mandi, bisa dikatakan dia mandi kilat dan segera mengambil pakaiannya. Hampir semua pakaian yang Eveline punya adalah pakaian yang terbuka sehingga dia tidak memiliki baju yang tertutup untuk menemui keluarga Brian. Akhirnya dia memakai pakaian yang menurutnya sedikit tertutup meskipun sebenarnya pakaian itu sangat minim. Rok span diatas lutut yang ketat serta baju hem yang sengaja kancing atasnya dia biarkan terbuka. Dan hanya dengan sedikit memoles make-up tipis saja wajah Eveline sudah terlihat bersinar karena memang dia sangat cantik meskipun tanpa make-up.
Beberapa menit kemudian bel pintu apartemen Eveline berbunyi. Tentu saja dia sudah bisa menebak bahwa itu adalah Brian. Tepat setelah dia baru saja selesai berdandan.
Eveline pun membukakan pintu dan benar saja Brian sudah berdiri didepan pintu dengan gagahnya. Tidak bisa dipungkiri bahwa pesona Brian memang benar-benar memikat, dan harusnya Eveline merasa beruntung ada lelaki bertanggung jawab seperti Brian. Tetapi itulah Eveline, dia merasa masa muda sangat berharga sehingga dia ingin menghabiskannya sesuai dengan apa yang dia inginkan.
"Halo Beb, uda siap?" tanya Brian sambil masuk ke dalam ketika Eveline membuka pintu lebih lebar.
"Uda." jawab Eveline dengan singkat.
"Hmm.. Maaf ya Beb, kamu ada baju yang lain gak? Maksud aku jangan pakai yang ini." ucap Brian dengan hati-hati takut membuat Eveline tersinggung.
Sesuai dengan pemikiran Eveline. Ya, Eveline memang memanfaatkan apa yang dia punya dan dia suka untuk membuatnya tidak disukai oleh keluarga Brian.
"Maksud kamu baju aku jelek? Gak cocok gitu sama aku?" tanya Eveline dengan nada yang dia buat sesedih mungkin karena Eveline ingin membuat Brian merasa bersalah.
"Bu..Bukan gitu Beb, baju kamu bagus kog tapi maksud aku..."
"Ya uda deh kita batalin aja gak usah ketemu sama keluarga kamu." belum selesai Brian berbicara, Eveline sudah memotongnya dan dia berpura-pura ngambek.
"Eh ya jangan Beb! Oke-oke terserah kamu aja kita berangkat sekarang yuk." rayu Brian supaya Eveline tetap mau ikut.
Terserah deh tetap pakai baju itu gak apa-apa nanti tinggal Brian meyakinkan keluarganya kalau Eveline sebenarnya cewek baik-baik meskipun berpakaian seperti itu. Karena itu salah satu trend anak muda sekarang ini.
...****************...
Tetap semangat 💪
Tinggalkan jejak like, komen dan hadiah 🙏