
Eveline tersenyum dalam hatinya, dia berhasil tinggal langkah selanjutnya nanti didepan keluarga Brian. Akhirnya keduanya pun turun dari unit kamar Eveline dan menuju parkiran dimana mobil Brian ada disana.
Setelah memastikan Eveline sudah siap Brian segera melajukan mobilnya menuju luar kota dimana rumah orang tua Brian berada.
Tanpa Eveline tahu bahwa di kursi belakang sudah ada beberapa paper bag yang sengaja Brian beli untuk keluarganya nanti. Dan nanti Brian berencana bahwa itu semua adalah pemberian dari Eveline.
2 jam berlalu, akhirnya mereka sampai juga dirumah orang tua Brian. Kedua orang tua Brian pun menyambut kedatangan Brian dan calon menantunya didepan rumah begitu mobil Brian memasuki halaman rumah karena sebelumnya mereka sudah diberitahu oleh Brian bahwa akan sampai.
Jujur saja begitu Eveline melihat dari dalam mobil keluarga Brian yang menyambutnya dengan hangat, dia merasa malu dan tidak percaya diri dengan apa yang dia pakai saat ini. Eveline menjadi ragu untuk bertemu dengan keluarga Brian.
Brian yang menyadari bahwa kekasihnya hanya diam saja pun menoleh ke arah Eveline dan menggenggam tangannya. Pada saat itu tangan Eveline sangat dingin karena merasa takut.
"Tenang aja Beb, mereka baik kog. Percaya sama aku ya." ucap Brian menenangkan.
Eveline hanya menatap mata Brian merasa bersalah sudah melakukan itu semua kepada Brian yang benar-benar tulus kepadanya. Tetapi dia sudah terlanjur dan Eveline tidak mungkin mundur begitu saja. Apapun yang terjadi dia akan tetap maju.
"Ayo!" lanjut Brian kepada Eveline.
Eveline hanya menjawab dengan menganggukkan kepalanya. Kemudian Brian keluar dari mobil terlebih dahulu. Kemudian dia membuka pintu belakang untuk mengambil beberapa paper bag yang sebelumnya sudah dia persiapkan.
"Hai semua!" seru Brian.
Dan beberapa orang yang berada disana menjawab dengan gembira. Disana ada kedua orang tua Brian, kakak Brian perempuan yang sedang hamil bersama dengan suaminya dan juga keponakan Brian perempuan yang berumur sekitar 5 tahun. Brian hanya memiliki seorang kakak perempuan saja, dan Brian merupakan anak terakhir maka dari itu dia sangat dimanja oleh kedua orang tuanya asalkan Brian tidak pernah neko-neko.
"Halo sayangnya Om Ian!" jawab Brian sambil berjalan mendekat ke arah Nabila.
Begitu Brian dan Nabila berpelukan, Eveline membuka pintu mobil dan perlahan keluar berjalan menghampiri semuanya. Seketika kedua orang tua Brian, kakaknya dan juga suaminya saling pandang karena merasa cewek yang dibawa Brian adalah tidak sesuai dengan keinginan mereka. Tetapi mereka hanya diam dulu karena nanti akan mendengar penjelasan dari Brian.
Seakan tahu apa yang ada dipikiran keluarganya Brian pun segera mengajak semuanya masuk.
"Ahh... Yuk masuk dulu masa mau diluar kayak gini." ucap Brian sambil menggendong Nabila dan menyerahkan paper bag kepada kakaknya terlebih dahulu kemudian Brian menggandeng tangan Eveline untuk diajak masuk ke dalam.
Semuanya sudah terlihat duduk diruang tamu dan Eveline hanya diam saja. Karena jujur saja dia tidak pernah dihadapkan dengan masalah seperti ini jadi dia tidak tahu apa yang akan dia lakukan.
"Begini Ma, Pa dan Kakak. Ini Brian sengaja pulang mau kenalin pacar Brian namanya Eveline. Dia teman kampus Brian." ucap Brian membuka pembicaraan mereka pada siang itu.
...****************...
Jeng..jeng.. Apa yang akan terjadi selanjutnya 🤔🤔
Selamat hari vote, yuk jangan lupa vote nya kakak 🙏
Like, komen dan hadiah jangan lupa 🤗