Love At The First Sight

Love At The First Sight
Bab 21



Beberapa hari berlalu, Brian merasa semakin lebih mencintai Eveline. Tetapi berbanding terbalik dengan Eveline. Setelah kejadian malam itu Eveline justru merasa biasa saja kepada Brian. Memang Eveline belum pernah melakukan hal itu dan kemarin adalah pengalaman pertamanya, tetapi bagi Eveline hal seperti itu adalah wajar dilakukan oleh anak muda seusianya.


Dan yang membuat Eveline semakin risih dengan Brian adalah Brian berjanji bahwa dia akan bertanggung jawab dengan cara menikahi Eveline setelah mereka lulus kuliah nanti, karena memang mereka akan segera lulus sehingga akan fokus dahulu dengan beberapa hal.


"Enak aja mau ngajak nikah diusia aku yang masih segini. Gak mikir apa seusia gini kan lagi menikmati masa muda. Gak mau ahh tar kalau cepet-cepet nikah trus aku uda gendong anak, trus tiap hari aku cuma pake daster nunggu suami pulang kerja gitu. Iihh!" Eveline membayangkan kalau dia benar-benar menikah dengan Brian setelah lulus nanti


Saat ini Eveline masih berada dirumah, dia baru saja selesai mandi dan sedang mengeringkan rambutnya dengan menggunakan hair dryer. Serta dia sedang menunggu Brian yang berjanji akan menjemputnya untuk berangkat kuliah bersama. Ini yang disukai Eveline terhadap Brian, karena Brian selalu akan meratukannya apapun yang diinginkan oleh Eveline.


Bersamaan dengan itu Brian memencet bel apartemennya dan Eveline segera beranjak untuk membukakan pintu, tetapi sebelumnya dia sudah bersiap dan akan segera pergi begitu Brian datang.


"Pagi Beb, wah cantik sekali kamu sayang!" sapa Brian begitu Eveline membukakan pintu dan melihatnya begitu cantik seperti biasanya.


Eveline hanya menjawab dengan deheman dan senyum simpul saja. Karena menurutnya selalu kalimat itu yang Brian ucapkan ketika mereka bertemu. Bahkan Eveline sudah sering mendengar kalimat seperti itu juga dari kebanyakan cowok yang dia temui.


"Ya uda kita berangkat sekarang aja yuk." ajak Eveline dengan keluar dari unit nya dan mengunci pintu.


"Siap Tuan Puteri!" jawab Brian seperti layaknya dia seorang pengawal yang mengawal Tuan Puterinya.


Tanpa sepengetahuan Brian, Eveline hanya memutar bola matanya dengan jengah.


Saat ini keduanya sudah berada didalam mobil. Brian melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


"Ow ya Beb, besok ikut aku ke rumah orang tua ku ya? Aku mau kenalin kamu sama mereka, kemarin aku uda cerita kalau aku serius sama kamu dan mereka minta kita datang kerumah besok." ucap Brian sesekali melirik ke arah Eveline duduk sambil terus fokus ke jalan karena dia sedang mengemudi.


Eveline yang mendengar perkataan Brian pun seketika menoleh ke arah Brian, karena sebelumnya Eveline sedang menikmati pemandangan dari jendela sebelah kirinya.


"Apa?" tanya Eveline tidak percaya. Bukan karena dia tidak mendengar apa yang dikatakan Brian tetapi dia cukup shock atas perkataan Brian.


"Hmm kenapa harus secepat itu?" tanya Eveline hati-hati karena dia takut menyinggung Brian.


"Memang harus cepat Beb, setelah kejadian malam itu kan aku berjanji bakal bertanggung jawab dan aku takutnya apa yang kita lakukan kemarin menghadirkan buah cinta kita didalam sini." jawab Brian dengan mengusap perut rata Eveline dengan senyum tampannya dan tidak lupa dia juga sambil fokus dengan jalanan didepannya.


"Ahh sialan! Iya juga ya, gimana kalau aku hamil? Tapi aku gak mau mengorbankan masa muda ku gitu aja." **batin Eveline.


"Kamu gak usah takut Beb, orang tua aku baik kog. Dia pasti mau terima kamu karena apapun pilihan ku pasti kedua orang tua ku setuju." ucap Brian dengan memegang tangan kanan Eveline. Karena Brian berpikir dengan diamnya Eveline, Eveline takut dengan kedua orang tua Brian padahal tanpa Brian tahu Eveline sebenarnya enggan bertemu dengan kedua orang tua Brian apalagi menikah dengan Brian.


Eveline hanya tersenyum kaku dan menganggukkan kepalanya**.


"Aku harus bisa memberi kesan yang buruk kepada keluarga Brian biar mereka gak menyetujui Brian menikah dengan ku." batin Eveline dengan merencanakan sesuatu.


Tanpa sadar senyum smirk pun terlihat jelas diwajahnya, tetapi karena dia menoleh ke kiri sehingga Brian tidak bisa melihat itu.


Beberapa menit kemudian, mereka sudah sampai diparkiran kampus dan keduanya segera turun untuk segera masuk ke kelas masing-masing. Karena Brian dan Eveline mengambil jurusan yang berbeda.


...****************...


Maaf ya kak, kemarin gak sempat up karena lagi gak enak badan 🙏


Mau tetep nulis takutnya gak dapet feel nya 😔


Tetap semangat aja pokoknya 💪


Tinggalkan jejak like, komen dan hadiah 🙏