
Keesokan harinya seperti janji Brian, Brian menjemput Vera dirumahnya. Brian sengaja datang lebih pagi dari jam janjian mereka. Dan saat tiba dirumah Vera, Vera baru saja selesai mandi.
"Lhoh kog uda nyampe Yank? Aku baru aja selesai mandi." ucap Vera begitu mendengar ada yang memencet bel dan ternyata itu adalah Brian.
"Gak apa-apa aku tungguin Yank. Uda sana kamu dandan dulu. Aku memang sengaja datang lebih cepat." jawab Brian sambil masuk ke dalam.
"Ya udah. Kalau lapar makan dulu aja uda aku siapin di meja." ucap Vera sambil berlalu masuk ke dalam kamar untuk berganti pakaian.
Brian hanya menjawab dengan deheman. Karena dia langsung fokus dengan ponselnya. Ya, dia sengaja datang lebih pagi karena ingin bermain game terlebih dahulu.
20 menit berlalu, Vera sudah selesai dan keluar dari kamarnya. Dia menemukan Brian yang masih betah bermain game bahkan makanan yang sudah dia siapkan pun belum tersentuh sama sekali.
"Ck! Kebiasaan. Kalau uda main game lupa segalanya." gumam Vera kesal.
"Yank, udahan main game nya! Ayo makan." ucap Vera sedikit berteriak karena dia memilih berjalan ke arah dapur.
"Hmm..." jawab Brian tapi masih tetap fokus dengan ponsel.
Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya Vera kembali menyusul Brian karena dia sudah menunggunya dari tadi tapi Brian tidak segera datang.
Dan benar saja Vera masih melihat Brian yang sedang asyik dengan game nya. Vera berjalan cepat kemudian langsung merebut ponsel Brian dan segera dia taruh dikantong dress nya.
"Yank! Kog direbut sih? Sini balikin dulu game over itu nanti!" rengek Brian yang sudah seperti seorang anak kecil yang direbut mainannya.
Tapi Vera diam saja dan justru berbalik arah kembali lagi ke dapur. Mau tidak mau Brian pun menuruti perkataan Vera.
"Ahh.. Kenyang! Terima kasih ya Sayang." ucap Brian sambil bersandar di sandaran kursi dan mengusap-usap perutnya yang merasa kenyang. Bersamaan dengan itu Vera menyerahkan ponsel Brian yang sedari tadi bergetar ternyata Mama Brian baru saja menghubungi tetapi belum sempat Brian angkat sudah mati.
"Hmm.. Yank, ini gak kecepetan? Kita kan baru jalan berapa bulan masa iya uda ketemu sama orang tua?" bukannya menjawab ucapan terima kasih dari Brian, Vera justru sedari tadi memikirkan rencana mereka yang akan menemui orang tua Brian.
"Trus mau nunggu sampe kapan? Sampe uda ubanan? Apa kamu masih belum yakin sama aku?" tanya Brian penuh selidik.
"Bukan gitu Yank. Aku cuma takut aja nanti orang tua kamu gak setuju." jawab Vera.
"Yang kenal dan pacaran lama aja belum tentu nikah. Lagian kita kan uda sama-sama yakin dan niat baik itu harus segera diselesaikan." ucap Brian meyakinkan Vera.
"Uda ahh ayo buruan nanti keburu siang sampai rumah, ini Mama dari tadi juga uda telepon terus." lanjut Brian sambil bangkit berdiri dan membantu Vera membereskan piring kotor mereka terlebih dahulu sebelum ditinggal pergi.
...****************...
Tetap semangat yok 💪
Tinggalkan jejak like, komen dan hadiah kak 🙏
Jangan lupa minta dukungannya dalam vote lomba ya 🙏
Bisa dilihat di beranda depan 🤗