Love At The First Sight

Love At The First Sight
Bab 10



"Hai kenalin, nama aku Eveline. Pacarnya Brian." ucap Eveline dengan bersikap manis sambil mengulurkan tangannya kepada Vera.


Vera yang semula hanya duduk diam saja pun bangkit berdiri menerima uluran tangan dari Eveline.


"Vera." jawab Vera singkat.


"Kamu Adiknya Brian kan? Wah kamu cantik sekali." kata Eveline kemudian tetapi itu semua hanya untuk berbasa-basi saja.


Vera melirik ke arah Brian yang sedari tadi hanya diam saja, tidak mencoba menjelaskan tentang statusnya kepada wanita seksi didepannya.


"Kalian cuma berdua? Boleh kan aku gabung disini?" tanya Eveline yang kemudian langsung duduk disebelah Brian.


"Ehm maaf kalian makan berdua saja aku ada urusan." ucap Vera sambil berdiri dan mengambil tas nya.


"Wah Adik yang pengertian sekali! Terima kasih ya aku memang lagi kangen sama Brian jadi mau menghabiskan waktu bersama." ucap Eveline dengan senang karena akhirnya dia bisa bersama Brian kembali.


Vera pun hanya mengangguk kemudian keluar dari cafe tersebut. Brian yang mau menyusulnya pun ditahan oleh Eveline.


"Eh mau kemana Bri? Uda deh Adik kamu uda besar nanti juga pulang sendiri. Lagian aku lapar belum makan honey kita makan dulu ya." ucap Eveline manja. Kebetulan bersamaan dengan itu pelayan datang mengantar pesanan Brian dan Vera.


Brian pun mengikuti kemauan Eveline karena memang dari dulu dia selalu meratukan Eveline, sehingga apapun yang Eveline minta Brian tidak pernah bisa menolaknya. Seperti hal nya saat ini Brian seakan terhipnotis oleh Eveline.


Sedangkan diluar cafe, Vera berjalan menghampiri sebuah taksi yang selalu ada di depan cafe dengan menahan air mata yang akan jatuh ke pipinya. Ekspektasi Vera terlalu tinggi, dia berharap Brian akan mengejarnya kemudian menjelaskan kepada wanita itu bahwa dialah yang sebenarnya pacarnya. Tetapi itu semua hanya ada dalam khayalan Vera saja.


Vera pun segera masuk ke dalam taksi, tetapi sebelum masuk pun dia menoleh ke arah pintu cafe dan masih berharap jika Brian mengejarnya tetapi semuanya sia-sia. Kemudian tanpa menunggu lama Vera segera masuk dan memberitahukan alamat rumahnya kepada sopir taksi tersebut dan segera saja taksi melaju meninggalkan cafe.


"Iya sih dia lebih cantik, seksi dan ini nya juga lebih besar dia." gumam Vera sambil memegang kedua benda kenyal nya yang masih terbungkus rapi oleh dress nya sendiri. Suasana didalam taksi gelap sehingga sopir tidak bisa melihat apa yang dilakukan Vera meskipun lewat kaca spion diatasnya.


Vera ingat dengan sangat jelas bagaimana penampilan Eveline. Rambut panjang lurus rapi yang terlihat seperti tiap hari ke salon, dress mini diatas lutut dengan belahan dada rendah yang menampilkan dengan jelas belahan dadanya serta bokong yang sangat sintal dan benar-benar postur tubuh yang sempurna.


20 menit berlalu akhirnya sampai juga Vera dirumahnya. Begitu sampai dia segera menuju ke kamarnya dan segera merebahkan diri diatas ranjang, dia kembali menangis merasa kecewa dengan Brian.


Setelah puas menangis akhirnya Vera bangkit berdiri dia segera membersihkan diri dan mengganti dress nya dengan pakaian tidur agar lebih nyaman. Setelah itu dia mengambil ponsel didalam tas nya dan berharap bahwa akan banyak sekali panggilan serta chat dari Brian. Tetapi lagi-lagi dia harus menerima kekalahannya, karena ponselnya ternyata tidak ada 1 pun panggilan ataupun chat dari Brian.


Vera kembali kecewa tetapi untuk menangisinya lagi dia merasa percuma. Kemudian dia menghela nafas panjang dan pergi ke dapur untuk mengambil minuman karena tenggorokannya terasa kering setelah beberapa saat menangis.


Setelah menghabiskan satu gelas air putih Vera membuka lemari dapurnya untuk mengambil mie instan dan akan memasaknya.


"Kalau namanya lapar ya lapar aja, gak peduli lagi galau. Mana tadi makannya cuma siang aja pulang kerja gak sempet makan apa-apa. Kenapa tadi aku gak nunggu makanannya datang dulu ya trus makan habis itu baru pulang. Ahh lapar kan jadinya." gerutu Vera, yang kemudian memasak dua bungkus mie instan sekaligus.


...****************...


Kakak-kakak semua pernah ngrasain juga kayak Vera gak sih? Meskipun lagi nangis, galau atau apa kalau namanya lapar ya lapar trus paling enak bikin mie kuah pakai telur sama sayur 🤭😅


Tetap semangat 💪


Tinggalkan jejak like, komen dan hadiah 🙏